RUU JOGJAKARTAKritik Sistem Monarki, SBY Tampar Muka Sendiri
Rabu, 01 Desember 2010 , 07:19:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
RMOL. Pernyataan Presiden SBY tentang sistem monarki Yogyakarta yang bertabrakan dengan konsitusi dan nilai demokrasi terus menuai kritik. Bahkan sebagian pihak menilai justru Pemerintahan SBY-Boediono yang dibangun di atas pilar-pilar monarki, juga nepotistik. Buktinya, SBY menempatkan keluarga dan kerabatnya di struktur kekuasaan.
"Kita tahu bahwa SBY mengangkat iparnya Letjend Edy Pramono sebagai Pangkostrad, lalu ipar lainnya menjadi direktur BNI serta istrinya sebagai dewan pembina dan anaknya menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat," kata Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat, Habiburokhman, dalam rilisnya kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 1/12)
Menurut Habiburokhman, praktek penempatan orang di struktur kekuasaan secara nepotistik merupakan praktek yang lazim terjadi dalam sistem monarki.
"Jadi justru SBY lah yang secara tidak langsung menggunakan sistim politik monarki dalam suatu negara yang demokratis," demikian Habiburokhman.[yan]
-
l*nte sejati
23.02.2011, 19:50 WIB Komentator: patrrik |
besok sby ng*nt*t sama aku aja
l*nte jakarta
jalan merdeka no 21 |
-
Jogja hadir duluan Sebelum RI
13.12.2010, 22:13 WIB Komentator: Isran Pratasik |
Kesultanan Jogjakarta telah ada jauh sebelum Republik ini berdiri, Kesultanan Jogjakarta bukanlah Negara boneka buatan Hindia Belanda Layaknya RMS Dan Papua Barat, harus diingat bahwa dengan Maklumat Sultan Jogja bisa secara suka rela bergabung dengan NKRI, maka bisa jadi dengan Maklumat Sultan pula Pemisahan Diri/Merdeka dari NKRI bisa terjadi.....
Hati-hatilah DEMOKRAT, Benahi dulu yang kacau, jangan kacaukan yang baik-baik. |
-
Sby kena batunya
13.12.2010, 08:59 WIB Komentator: Poniman |
| Sby sby presiden sering melempar bola api. Kali ini bola itu mengenai muka sendiri. |
-
keritikan
09.12.2010, 16:38 WIB Komentator: dwi |
| periden klo ngomong d pikir dulu ,apa pantas bangsa yg besar d pimimin or kya sbye |
-
IJAB KOBUL EMAS KAWIN
04.12.2010, 21:05 WIB Komentator: Pairo Planthangan |
| 5 September 1945. Ngayogyokarto IJAB KOBUL Dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia Dengan EMAS KAWIN ISTIMEWA.<Yang Artinya : Sudah dipersatukan Oleh ALLAH dan Bersumpah dihadapan ALLAH,Oleh Karena itu Tidak Boleh Di-ithik-ithik,Di-othak-athik,Dislingkuhkan Terledih-Lebih DiCeraikan Bila Tetap Nekat Maka Akan KUWALAT >. |
-
kontoll
03.12.2010, 22:56 WIB Komentator: kontol |
| presiden ky kntlll asyuuuuuuuuuu |
-
jogja hrs rendah hati dan lebih pandai..
02.12.2010, 01:52 WIB Komentator: eri |
kl gt sby memang pemimpin yg berani dong.berani ambil keputusan tdk populer.
dia ingin semua sesuai dgn uud 45 dan keinsimewaan jgja. karena kl gk diatur masak sultan merangkap jadi raja juga, gubernur jogja juga dan jadi presiden juga ( kalo jadi ) itu kan aneh banget ...jd sby memang berfikiran jauh lebih kedepan melampai para intelektual lain yg memang selama ini sdah apriori terhadap presiden. jd nanti kl sultan jd pres atau wapres dia gk merangkap sbgai gubernur jogja gittu.
kl sduh di atur secara baik dan jelas di parlemen , warga jogja dan sultan jg tidak perlu berterima kasih pada sby, krn itu memang sudah tugas presiden.
waktu kasus bibit candra sby pengen diselesaiakan lewat jalur hukum. tapi di demo dan dihina , akan tetapi skrang orang pengen bibit candra di adili krn polisi dan jaksa punya bukti kuat.
sama jg dgn status century, kita gak sprti irlandia yg masuk IMF. orang akhirnya sadar jg.
saya sih waktu pelilu gk pilih dia, tp kl dia bagus ya kt bilang bagus agar kt jd orng yd fair. |
-
intinya
01.12.2010, 19:10 WIB Komentator: joni |
| intinya cuma satu nantinya, sby ga bakal minta maaf!!!! |
-
SBY : Sultan Baru Ya
01.12.2010, 13:48 WIB Komentator: Yudhioyono |
| SBY ingin meniadakan daerah istimewa karena ingingin jadi Sultan di Indonesia dan akan bergelar Sultan Suko Bencono lan Ngudonyowo , |
-
demokrasi dijogya
01.12.2010, 13:13 WIB Komentator: nanto |
| demokratis tidak hanya melalui pemilihan gubernur secara langsung, rakyat di jogya secara aklamsi menghendaki Sultan menjadi Gubernur, adalah sangat demokratis. |
-
SBY semgaja cari sensasi lagi.
01.12.2010, 12:49 WIB Komentator: Amas Mahmud |
| Kemampuan SBY dalam memprovokasi rakyat memang hanya seperti itu, kalaupun masyarakat atau kelompok lainnya melawan maka dia akan lemah. Sungguh pengecut ya presiden kita. Berbicara asal bicara tanpa mampu mengoreksi apa yang telah dilakukan, dialah yang nepotis dan tindakannya mendiskriminasi rakyat. |
-
Saatnya membuat Sejarah
01.12.2010, 12:47 WIB Komentator: Guru Sejarah |
Hapus Monarkhi di Jogya.
Agar anak cucu kita memiliki Sejarah baru. |
-
SBY banyak alsan
01.12.2010, 11:24 WIB Komentator: al fatih |
SBY ja yg g ngerti ato mngkin pura2 g ngerti tntg sistem dinegara ini. negara ini kan sisitemnya bobrok, katanya ja demokrasi tp tetep yg puny auang yg bebas mnegeluarkan pendapat bahkan bebas mengeluarka narapidana.
kalo gayus yg bawahan (ekor) ja bisa nyolong uang rakyat segitu banyaknya, apa lagi yg atasan (kepala)???
kasian gayus |
-
Jeruk Minum Jeruk, Orang Bodoh Bicara Tentang Kebodohan
01.12.2010, 11:07 WIB Komentator: Sentono Dalem |
| lucu ya? |
-
Kebodohan yg berulang ulang .
01.12.2010, 10:58 WIB Komentator: Panda Sirait. |
Dijaman Orde lama, Soekarno (wong Jowo) dikultuskan dan dinobatkan sebagai presiden seumur hidup, akibatnya apa?
Dijaman Orde baru, Soeharto (wong Jowo) dikultuskan dan dinobatkan oleh Harmoko cs menjadi presiden seumur umur,
akibatnya apa ?
Dijaman reformasi, SBY mengingatkan wong Jogja, tapi mereka tetep ngotot ga peduli untuk mengkultuskan Sultan nya, untuk tetap menjadikan Sutan sebagai Gubernur seumur hidup. Akibatnya kita lihat aja nanti bersama sama. |
-
Gelar
01.12.2010, 10:29 WIB Komentator: Pak Jono |
| Saya beri gelar beliau Sri Sultan Hamengku BuJono. |
-
yogyakarta bukan monarchi, yogya tetap demokratis!
01.12.2010, 10:16 WIB Komentator: ahmad takrin |
| Sultan sebagai gubernur tidak menyalahi konstitusi, pahami sejarah, yogya menjadi istimewa karena memang yogya 2 kerjaan besar yang bertekad bergabubg dengan NKRI!proses Demokrasi tak selamanya harus selalu ada pemilihan langsung, kehendak rakyat secara aklamasi menginginkan sultan jadi gubernur adalah demokrasi!apalagi salam kerangka otonomi daerah salah satu hak rakyat dalah rakyat daerah berhak memilih siapa yang akan menjadi gubernur, kekuasaan ada di tangan rakyat. kalau rakyat yogyakarta mengehendaki sultan otomatis jadi gubernur itu adalah sah dan sangat demokratis !!!! |
-
Biarlah ada seperti perjalanan sejarahnya Kerajaan yogyakarta
01.12.2010, 09:13 WIB Komentator: paijotps |
| Saya orang awam masyarakat klas bawah ,bhineka tunggal Ika yang saya tahu adalah Yogyakarta adalah sebuah Negara berbentuk Kerajaan ,negara tetangga dari yogyakarta adalah Hindia Belanda Karena kearifan Sri Sultan Hamengku Buwono IX bergabung dengan Republik ,BIarlah tetap Istimewa ,ke istimewaanya terletak pada tradisi keraton dalam upaya memakmurkan rakyatnya , |
-
gurita cikeas
01.12.2010, 08:50 WIB Komentator: wonk cilik |
| waspadalah..waspadalah gurita cikeas sdh mewabah. Mega |
-
JUSTRU SBY KEPINGIN DIRIKAN MONARCHI
01.12.2010, 08:18 WIB Komentator: SONTOLOYO BAMBANG Y |
| Buat apa sistem demokrasi abal. SBY praktekkan nepotisme= monarchi= demokrasi abal2. Juga perlu diketahui demokrasi yang dipopulerkan sekarang ini, sebenarnya sistem negara maju yang dipaksakan dan tidak lain untuk mengontrol dunia ini, khususnya Amerika selalu mengumandangkan demokrasi sebagai sistem beradab, yang tidak lain untuk mengontrol dunia ini, seperti isue pasar bebas, isue global-warming, isue terorisme, isue senjata nuklir,dsb. Indonesia sudah masuk perangkap teersebut.Indonesia sudah terkonyrol.Yang enak pemimpinnya,rakyatnya tetap miskin menderita. |
-
KEKAISARAN CIKEAS HARUS LEBIH BERKUASA DARI KERAJAAN YOGYA
01.12.2010, 07:38 WIB Komentator: sugianto |
KEKAISARAN CIKEAS HARUS LEBIH BERKUASA DARI KERAJAAN YOGYA
HA..HA..INDONESIA AKAN BERUBAH DARI DEMOKRASI MENJADI KEKAISARAN CIKEAS HA...HA.. |