Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
RUU JOGJAKARTA
Roy Suryo: Keistimewaan Jogja Harga Mati!
Rabu, 01 Desember 2010 , 08:57:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

  

RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak memiliki niat untuk menghilangkan keistimewaan Jojgakarta. Hal itu diungkapkan Presiden sekitar 2 bulan lalu, saat mengadakan pertemuan dengan anggota Komisi I dan Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat di Cikeas, Bogor.

"Bahkan beliau (SBY) sudah dua kali bertemu dengan Sultan untuk membahas itu secara detil. Kedua-duanya sama-sama sudah mengerti dan sudah conform," ujar anggota Komisi I DPR Roy Suryo kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 1/12).

Namun, saat ditanya kalau sudah conform, kenapa terjadi silang pendapat di mata publik antara Presiden SBY dan Sri Sultan Hamengkubuwono X, dia mengatakan hal itu tidak ada masalah. "Nggak apa-apa. Semuanya dengan masing-masing gaya, Sultan kalau merasa kurang nyaman, daripada ramai, (Sultan) komentar," ujar dia.

Roy melihat polemik yang terjadi di masyarakat terlalu dini. Karena RUU Keistimewaan Jogjakarta masih di tangan pemerintah dan baru hari ini akan dibahas di Komisi II DPR. Selain itu, polemik soal keistimewaan ini, dia menengarai karena masyarakat tidak utuh dalam menangkap isi pidato Presiden SBY.
 
Dia mengatakan, Presiden bicara tiga hal. Pertama bagaimana keistimewaan Jogjakarta diatur dalam peraturan perundang-undangan. Kedua, melindungi apa yang selama ini sudah ada. Ketiga, bahwa tidak ada sistem monarki dalam alam demokrasi. "Setelah itu, kita akan membuat semua ini menjadi satu rangkaian, tidak saling menabrak satu dengan yang lain. Itu satu rangkain," jelasnya dengan mengutip pernyataan Presiden SBY pada rapat kabinet Jumat lalu.

Politisi Partai Demokrat asal Jogjakarta ini menegaskan, keistimewaan Jogjakarta merupakan harga mati. Karena itu dia selalu mengadakan komunikasi dengan anggota DPR dari Jogajakarta untuk memperjuangkan aspirasi Jogjakarta. Menurutnya, sebenarnya ada tujuh keistimewaan yang diatur dalam RUU Keistimewaan Jogjakarta itu. Antara lain, soal kepemilikan tanah, pengaturan keuangan, budaya.

"Jadi Presiden ingin memasukkan tujuh keistimewaan ini dalam UU. Tapi beliau tidak ingin ada yang menabrak konstitusi," kata Roy.

Tapi faktanya, mayoritas fraksi di Komisi II menginginkan, agar Sultan dan Paku Alam ditetapkan sebagai gubernur dan wakil gubernur Jogjakarta. Sedangkan Partai Demokrat menginginkan secara demokratis. Bagaimana tanggapan anda? Dia menjelaskan dengan cara diplomatis, kalau memang itu yang diingankan dan berlangsung secara demokratis itu sah. Karena penentuannya ada di DPR dan pemerintah pasti akan ikut.

"Apa pun kehendak masyarakat, itu yang terbaik, kita terima. Tapi ini kan masyarakat jadi tahu bahwa ada yang berbeda di situ, dan memang yang berbeda itulah yang memang diinginkan masyarakat. Tapi prosesnya sah secara demokratis. Kalau memang ada orang yang menilai belum pas, kan masih ada Mahkamah Konstitusi," tandas dia. [zul]


Baca juga:
Di Balik Skenario, Pernyataan SBY-Ruhut Klop
Disayangkan, Mestinya SBY Bicara Penuntasan Kasus Century dan Mafia Hukum
Kritik Sistem Monarki, SBY Tampar Muka Sendiri
Anhar: Persoalan Jogja Tidak Susah
MPR: SBY, Ariflah!

Komentar (3)

Nama
Judul
Komentar
  1. arep milih piye wong dudu parta*ku
    22.04.2011, 16:18 WIB
    Komentator: dony
    ndelok wektu sidang dpr wuuuuuuuuuu ngono we wis ra seneng, pingin terkenal coro gali mungkin dab!
  2. ROY
    01.01.2011, 23:17 WIB
    Komentator: Suep
    ROY SUKRO....Janga dipilh lagi besok
  3. HAHAHAHAAA
    01.12.2010, 11:00 WIB
    Komentator: Pungkang
    Terus terang aja deh, kalo Demokrat menginginkan Gurbernur Jogja itu dibawah kekuasaan Demokrat bukan Golkar....

Githok

blitz.rmol.co
 

Marissa Nasution, Nggak Suka Keringetan

Bintang film Namaku Dick, Cowok Bikin Pusing dan Kejar Cinta Javanua ini s ...

 

Sophia Mueller, Bikin Film Gandeng Mantan Suami

Debut Sophia Mueller (dulu Latjuba) menjadi seorang produser dan sutradara ...

 

Cara Delevingne, Tolak Leonardo DiCaprio

Rising star di dunia modeling ini rupanya tak muda dirayu lelaki. Buktinya ...

 

Prisia Nasution, Susah Jadi Istri Jokowi

Setelah bermain cemerlang dalam film Sang Penari serta Laura & Marsha, ...

 

Ibunya Rasti Kecewa Eza Dituntut 5 Bulan Bui

Eza merasa diperlakukan tidak adil. Ia memelas, sebagai orang susah harusn ...

 

Iba, Payudara Jolie Diangkat

Bukan rahasia lagi, kalau Jennifer Aniston sakit hati saat tahu Brad Pitt, ...

 

Mila Kunis, Diinginkan Bikin Video Porno

Mila Kunis menempati posisi pertama sebagai selebriti yang video pornonya ...

 

Raffi & Luna Pedekate?

Restu didapat asal Luna sayang sama ibu dan keluarga Raffi. Namun umur jad ...

 

Beredar, Foto Bugil Mirip Sefty Sanustika

Sefty Sanustika bikin heboh. Pasalnya, telah beredar di internet, beberapa ...

www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II