Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Peneliti Konflik: Jangan Terburu-buru Pojokkan Kelompok Tertentu di Balik Bom Buku
Jum'at, 18 Maret 2011 , 12:21:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

TEGUH S./IST
  

RMOL. Berbagai pihak diminta untuk sementara waktu menahan diri dan tidak mengeluarkan prediksi yang aneh lagi berlebihan mengenai teror bom buku yang terjadi di Jakarta dalam pekan ini. Apalagi sampai menuding bahwa teror bom buku itu adalah perbuatan kelompok-kelompok tertentu yang selama ini dianggap masyarakat memiliki reputasi notorius.

Menurut peneliti konflik dan perdamaian dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa, bom yang dikemas menyerupai buku yang dikirimkan kepada Ulil Abshar-Abdalla, Ahmad Dani, Kepala Badan Nasional Narkotika (BNN) Komjen Gories Mere dan Japto Soerjosoemarno, dapat dikatakan merupakan modus baru.

Dari wujudnya dapat disimpulkan bahwa bom itu diciptakan oleh pihak yang memiliki keahlian tinggi. Sementara dari daya ledak yang “hanya” low explosive dapat disimpulkan bahwa si pelaku tidak benar-benar berniat menghabisi nyawa korban. Bom itu juga tidak menggunakan timer sebagai alat bantu picu ledak, baik digital maupun mekanis. Sehingga sebetulnya, bila tidak diintervensi bom tersebut tidak akan meledak.

Teguh juga mengatakan, keliru bila ada pihak yang mengatakan bahwa bom buku ini sama seperti bom yang digunakan dalam konflik horizontal di sejumlah daerah di Indonesia beberapa tahun lalu. Bom yang digunakan di daerah konflik beberapa tahun lalu memiliki daya ledak yang hebat karena dimaksudkan untuk menghabisi lawan. Dia khawatir tudingan seperti itu, yang tidak didukung oleh proses penyelidikan dan penyidikan yang memadai dari lembaga-lembaga otoritatif, justru dapat memperpanas suasana.

“Atau, bisa jadi (tuduhan prematur tentang siapa yang berada di balik bom) sengaja disampaikan agar masyarakat berpikir ke arah yang diinginkan oleh si pembuat bom sesungguhnya,” demikian Teguh. [zul]


Baca juga:
Mampukah Polri Tangkap Peneror dalam 1X24 Jam?
Rentan Pengalihan Isu, Bom Buku Bisa Bikin SBY Jatuh
Kelompok Abdullah Sonata di Balik Bom Buku?
Butuh Skill Tinggi, Pelaku Teror Pasti Profesional
Paket Buku Mencurigakan di Pondok Indah Sempat Diketok-ketok Sekuriti Komplek

Komentar (5)

Nama
Judul
Komentar
  1. Bener Jangan Asal Nuduh
    18.03.2011, 15:15 WIB
    Komentator: Adicomic
    Menurut aku, apa yg disampaikan peneliti konflik dan perdamaian dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Teguh Santosa adalah benar. Agar kita nggak terburu-buru menuduh kelompok tertentu. Lebih baik kita tunggu hasil pengungkapan kepolisian.
  2. jhonson jangan ngacau ah..
    18.03.2011, 12:54 WIB
    Komentator: josua pendiam
    jhonson ini siapa sih? komentarnya kok ngaco dan tidak jelas juntrungannya..
  3. palsu
    18.03.2011, 12:53 WIB
    Komentator: jiah begitulah
    jiah..begitulah...mereka yg bikin bom, mereka yg menganalisis, mereka juga yang menyudutkan dan mengarahkan opini publik...yah begitulah..seperti sineron alay dan lebay
  4. jangan pecah belah bangsa ini
    18.03.2011, 12:42 WIB
    Komentator: fadli
    saya sepakat apa yang dikatakan bapak di atas. jangan lah rakyat kita diadu domba..
    polisi harus segera menemukan siapa yang menyebarkan teror.
    yang sulit kalau yang menyebarkan teror adalah orang-orang yang.....

    berani gak polisi mengungkapnya????
  5. Biadab
    18.03.2011, 12:27 WIB
    Komentator: Jhonson
    Sesudah kamu buat sendiri BOM,kamu analisa sendiri, kemudia menuduh sana nuduh sini sebagai strategi adu domba sangat biadap pahal sepenulis sendiri dan jaringannya ini yang membuat BOM supaya tulisannya laku dan biar dia dianggap beken...bagus kamu buat yang banyak2 dan kamu ledakkan lagi disermua sudut kota biar kamu lebih populer dan dapat duit banyak......sangat biadap

Githok

blitz.rmol.co
 

Aura Kasih, Sering Diajak One Night Stand

Memiliki tubuh seksi tak selamanya enak. Tanyakan saja ke Aura Kasih. Gara ...

 

Adinia Wirasti, Senang Pergi Dadakan

Adinia Wirasti (Asti) memiliki hobi bepergian. Pemeran Marsha dalam film L ...

 

Kristen Stewart, Emosi, Acungkan Jari Tengah

Pasca putus (lagi) dengan Robert Pattinson, Kristen Stewart sempat mu ...

 

Amanda Bynes, Ngeganja, Digelandang Polisi

Bintang film What a Girl Wants dan Easy A ini kembali bikin ulah. Kabarnya ...

 

Marissa Nasution, Nggak Suka Keringetan

Bintang film Namaku Dick, Cowok Bikin Pusing dan Kejar Cinta Javanua ini s ...

 

Sophia Mueller, Bikin Film Gandeng Mantan Suami

Debut Sophia Mueller (dulu Latjuba) menjadi seorang produser dan sutradara ...

 

Cara Delevingne, Tolak Leonardo DiCaprio

Rising star di dunia modeling ini rupanya tak muda dirayu lelaki. Buktinya ...

 

Prisia Nasution, Susah Jadi Istri Jokowi

Setelah bermain cemerlang dalam film Sang Penari serta Laura & Marsha, ...

 

Ibunya Rasti Kecewa Eza Dituntut 5 Bulan Bui

Eza merasa diperlakukan tidak adil. Ia memelas, sebagai orang susah harusn ...

www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II