PKS Ingatkan SBY Kontrak Koalisi
Senin, 19 September 2011 , 08:10:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

| |
 |
RMOL. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dipersilakan memanfaatkan hak prerogatifnya mengevaluasi bahkan merombak Kabinet Indonesia Bersatu II, yang dipandang tidak cakap dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang diberikan.
Tapi diingatkan, Presiden SBY harus merujuk dan melalui tahapan yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama partai pendukung koalisi pemerintahan.
"Isi (kontrak koalisi) yang tempo hari diperbarui pada prinsip dasarnya sama. Menteri itu adalah hak prerogatif Presiden untuk, baik melakukan pengangkatan, dan penilaian berdasarkan kinerja," kata Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Karena itu, masih kata Abdul, saatnya diberikan kesempatan kepada Presiden untuk melakukan tahapan-tahapan tersebut.
"Kalau dipandang ada misalnya kontrak kerja yang tidak terpenuhi dan sebagainya, nanti Presiden akan menkonsultasikannya dengan pimpinan-pimpinan partai. Harus tetap dilakukan itu, walaupun itu hak prerogatif Presiden. Saya kira itu tahapan yang harus dilakukan oleh Presiden," tambahnya. [zul]
-
proregatif Presiden
20.09.2011, 14:19 WIB Komentator: jakatarub |
| Reshuffle kabinet adalah hak proregatif Presiden jadi beri kepercayaan kepadanya untuk berpikir baiknya. marilah kita sama2 mendukung apapun keputusannya karena kita telah memilihnya untuk menjadi Presiden. |
-
reshuffle kabinet
19.09.2011, 14:57 WIB Komentator: bentor |
| Mudah-mudahan saja langkah Pak SBY untuk mereshuffle kabinet dapat bekerja lebih baik lagi dari yang sebelumnya. |
-
Tergantung Presiden
19.09.2011, 14:18 WIB Komentator: Aryo |
| Hak prerogatif pada Presiden, artinya ya semua tergantung Presiden mau dengan pertimbangan apapun terserah Presiden toh semua adalah tanggung jawab Presiden. |
-
PARPOL koalisi
19.09.2011, 13:07 WIB Komentator: b4h4r |
| Resuffle kabinet membuat bbrp parpol koalisi bersiap diri. Koalisi ini seharusnya saling mendukung, bukan malah mengingat. Yg mana itu merupakan bahasa halus intimidasi kpd pemerintahan. Seharusnya parpol koalisi mempersiapkan kadernya apabila ditunjuk utk mengsi kabinet yg kosong. Dengan cara menyiapkan kadernya yg berkualitas dan bermartabat. |
-
- JANGAN KHAWATIR YG PENTING MARI TETAP BERSATU
19.09.2011, 12:10 WIB Komentator: BINGKAI NEGARAWAN |
| JANGANLAH TERLAQLU KHAWATIR.. PERCAYALAH SBY TAHU APA YG HARUS DILAKUKAN TERKAIT PROSEDUR YDM DAN SEMUANYA DEMI KEBAIKAN BERSAMA BGS DAN NGR. Yang terpenting apapun yg jd keputusan SBY terkait resufel KIB II mari kita tetap bersatu mendukung pemerintah dan jgn lgi terpancing apalgi memprovokasi utk mengkerdilkan Pemerintah. HARGAILAH TATANAN DAN NILAI2 DEMOKRASI |
-
Munafik
19.09.2011, 11:53 WIB Komentator: Panutan |
| Masalah reshuffle sebenarnya kekhawatiran parpol yang kadernya takut dicopot, mereka mendorong dorong reshuffle tapi dengan syarat syarat ini itu harus sesuai dengan kesepakatan koalisi, giliran jabatan ribut kehilangan tapi giliran ada masalah yang dihadapi pemerintah semua ngibrit balik kanan kabur, mental mental kader parpol yang ditunjukkan sekarang menunjukkan munafik parpolnya |
-
Parta* Pendukung Koalisi Tidak Bertanggung Jawab
19.09.2011, 11:36 WIB Komentator: Mantan Kepala Desa |
Kalau ada rencana perombakan kabinet buru-buru semua parta* mengingatkan Presiden SBY supaya merujuk dan melalui tahapan yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama parta* pendukung koalisi pemerintahan.
Kalau suatu masalah dihadapi oleh pemerintah, parta* koalisi kabur, ngibrit ga tau kemana perginya ?
Tidak bertanggungjwab, mau enaknya saja....!! |
-
PKS buktikan kalau parta*mu bersih
19.09.2011, 09:34 WIB Komentator: anak pinggiran |
| kalau menteri dari PKS tidak bisa kerja buat apa di pertahankan itu akan memperlabat kerja Kabinet bersatu II . alangkah baiknya kalau Sekretaris Fraksi PKS Abdul Hakim memanggil dulu kader-kadernya di Pemerintahan(eksekutif)untuk diminta keterangan kinerjanya jangan langsung Presiden menghadap Parta*. |
-
PKS jangan ngajarin SBY deh.....
19.09.2011, 08:50 WIB Komentator: Adang Jatun |
| Kita PKS PKS ini cuma gede bacot aja biar kelihatan pintar ! |