Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Kasus Lama Korupsi Masih Menggantung di 2012
Selasa, 10 Januari 2012 , 21:44:00 WIB
Laporan: Firardy Rozy

ILUSTRASI
  

RMOL. Aparat hukum anti korupsi diminta lebih tegas dalam memperjuangkan hak-hak rakyat yang telah dirampas oleh para koruptor. Sebab, di tahun 2012 ini kasus-kasus korupsi meningkat akibat adanya "konsolidasi" kapital untuk 2014. Jika hukum lemah, sudah pasti praktik koruptif merajalela.

"Tak hanya kasus korupsi yang baru muncul, kasus korupsi yang mengendap harus berani kembali diproses," ungkap Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kepada wartawan, Selasa (10/1).

Salah satu kasus yang masih hangat adalah perkara Manado Beach Hotel (MBH), Sulawesi Utara, yang telah merugikan negara Rp 11,3 miliar. Menurut dia, kasus itu berawal dari kepemilikan saham Pemprov Sulut sebesar 19 persen di PT. Pengembangan Pariwisata Sulawesi Utara (PT. PPSU). Pemprov Sulut menalangi utang PT. PPSU ke Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Rp 25 miliar, yang dialokasikan dalam APBD 2002-2004 dengan kompensasi kepemilikan saham Pemprov Sulut berubah dari 19 persen menjadi 80 persen di PT. PPSU.

Ternyata, dalam proses pelelangan di BPPN, dana yang digunakan hanya Rp 18 miliar melalui mediasi PT. Tribrata Mitra Jakarta. Kasus yang dikenal dengan "MBH-Gate" ini menyeret sejumlah pejabat mulai dari Gubernur, Wagub, dan Sekda hingga beberapa pimpinan dan anggota DPRD periode 1999-2004 dan periode 2004-2009. Tahun 2004, KPK memanggil mantan Ketua BPPN Syafruddin Temenggung. Tahun 2010, PN Manado memvonis bersalah Ketua DPRD Sulut Syahrial Damapolii.

Djoni Ishak selaku Direktur di PT Tribrata Mitra, tidak pernah hadir di persidangan. Padahal, posisinya sebagai perantara pembayaran dana utang dari Pemprov Sulut kepada BPPN. Dan dalam persidangan disebutkan bahwa Djoni Ishak menerima uang Rp 1 miliar dari uang dana talangan Pemprov Sulut. Selain itu, hingga kini Djoni belum juga memenuhi panggilan Kejati Sulut untuk bersaksi. Djoni Ishak dikenal sebagai pengacara yang menangani kasus-kasus perdata, sengketa, di antaranya PT. Superior Coach yang kini tengah berperkara melawan Weatherford Indonesia di PN Jakarta Timur.

"Ini salah satu kasus korupsi lama yang harus segera dituntaskan oleh pemerintah. Karena jika tidak, rakyat akan marah," ujarnya.[ald]


Baca juga:
Menurut Andar, Jhony Allen Nyuap Rp 550 Juta untuk Rugikan Negara Rp 10 Miliar
KASUS SUAP KEMENAKERTRANS
Jaksa Sistoyo Mengklaim Laptopnya Disita Kejagung
Tersangka Kasus Kemenkes Tetap Saja Satu Orang
Di Bundaran HI, CIB Kampanyekan Anti Korupsi


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Caisar "Keep Smile", Terlilit Utang, Istri Menduga Uang Berbau Maksiat

Caisar Putra Aditya, dikenal dengan Caisar "Keep Smile", sudah pensiun jad ...

 

Vanessa Angel, Ditanya Fans, Perut Gendut Atau Hamil Sih?

Banyak yang dirasa berubah dari Vanessa Angel setelah dipacari cucu Soekar ...

 

Riana Rara Kalsum, Kecewa Deddy Mizwar Nikahkan Zulfikar Dengan Wanita Lain

Kepada Rara, Fikar ngakunya masih jomblo. Makanya mau diajak bermesraan di ...

 

St Vincent, Calon Pacar Lesbian Terbaru

Cara Delevingne semakin terbuka menunjukkan orientasi seksualnya yang juga ...

 

Pesan Si Cetar Membahana ke Wanita Indonesia Setelah Digarap Polisi

Artis Syahrini tak merasa menyesal telah dipanggil penyidik Bareskrim Polr ...

 

Syahrini: Dia Berurusan Dengan Sekretaris Saya

Artis Rini Fatimah Jaelani alias Syahrini menegaskan bahwa dirinya sama se ...


Berita Populer

Bokir: Mengapa Ahok Tidak Laporkan Mark Up Busway di Era Jokowi
Jonru: Ini yang Kalian Bilang Gubernur Bersih
Din Syamsuddin Minta Mauludan di Masjid Assalam Dibubarkan