Rakyat Merdeka Online

Home


RUU APARAT SIPIL NEGARA HARUS JADIKAN PNS LEBIH PROFESIONAL
KAMIS, 19 JANUARI 2012 , 17:41:00 WIB

LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK


IST
  

RMOL. Pembahasan RUU Aparat Sipil Negara(ASN) harus merubah paradigma yang prinsipal dalam sistem ASN dibandingkan UU No 43 Tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian. Dengan menggunakan Pendekatan pengembangan potensi human capital, bukan pendekatan administrasi kepegawaian saja.

Demikian disampaikan anggota komisi II DPR RI Paula Sinjal, kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 19/1).

"RUU ASN harus lebih mengedepankan kinerja dan profesionalisme aparatur sipil negara," katanya.

Menurutnya, jabatan aparatur sipil negara terdiri dari jabatan administratif, fungsional dan jabatan eksekutif senior. Istilah PNS lanjut dia, diganti dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), selain itu seleksi ASN berdasarkan kompetensi dan ada sanksi pidana yang melanggarnya.

Anggota dari Fraksi Partai Demokrat ini berharap pembahasan RUU menjadi Undang-undang yang dapat menjadikan para Aparatur sipil Negara menjadi pegawai pemerintah yang profesional.

"Selama ini pegawai negeri sipil masih terjebak dan masuk dalam ranah politik praktis, sehingga tidaklah heran jika jabatannya sebagai PNS akan dipengaruhi siapa pemenang dalam PILKADA pada suatu daerah," katanya.

Untuk itu, salah satu poin yang harus dipertajam dalam RUU ASN adalah adanya larangan bagi ASN menjadi pengurus dan menjadi anggota parpol, dan menekankan prinsip-prinsip merit dalam penerimaan, penetapan, pengangkatan dan promosi ASN.

"Cara ini dapat mengurangi kooptasi politik atas birokrasi, serta memberikan rasa nyaman kepada PNS dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut kata dia, RUU ASN harus mengatur tata tertib mutasi antar daerah, hal ini perlu dijadikan penekanan karena semenjak dicanangkannya Otonomi Daerah, kecenderungannya adalah PNS lokal harus putra daerah setempat. Ini sangat menghawatirkan bagi keberlangsungan NKRI karena sikap primordial kedaerahan ini berpengaruh bagi semangat unifikasi pada seluruh elemen bangsa sehingga RUU ini diharapkan bisa memperkuat peran dan posisi pegawai negeri sipil (PNS) sebagai perekat NKRI.
 
"RUU ASN tidak perlu lagi ada penyebutan PNS pusat dan PNS daerah, agar tidak terjadi persepsi bahwa ada dua kedudukan PNS. Peran PNS sebagai perekat NKRI harus diperkuat lagi," tandasnya. [dem]


Baca juga:
NAHDLATUL ULAMA: DPR SEMAKIN MENJAUHI RAKYAT!
MELKIAS MARKUS MEKENG: YANG MENENTUKAN SPESIFIKASI RUANGAN ADALAH SETJEN DPR
MEKENG BEBERKAN TIGA ALASAN MENGAPA RUANG BANGGAR HARUS DIRENOVASI
OLLY DONDOKAMBEY MENGAKUI JADI SALAH SEORANG PENGUSUL RENOVASI
HASIL PENGAMATAN BK: RENOVASI RUANG BANGGAR TIDAK PATUT


Komentar Pembaca
Cetak SDM Berdaya Saing Tinggi, Kementerian PUPR Tingkatkan Komposisi Karyawan Teknis
 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipercaya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengge ...

Berlibur Sambil Mendaki ke Puncak Papandayan
blitz.rmol.co
 

Acha Septriasa, Nggak Cari Suami Kaya

Pasca batal nikah pada 2014, Acha masih happy-happy aja sama cowok. Tapi f ...

 

Laudya Cynthia Bella, Afie Kalla? Pasrah Aja, Jangan Terburu-buru…

Laudya Cynthia Bella menghabiskan waktu sebu­lan untuk syuting film terba ...

 

Gisele Bundchen, Hidung Kebesaran Gagal Audisi Model

Gisele Bundchen sudah pensiun dari panggung catwalk. Ia pun men­genang ma ...

 

Kathryn Cuek Mike Lewis Bohong Tak Menghamili

Kabar mengejutkan datang dari Mike Lewis. Bekas suami Tamara Bleszynski in ...

 

Kualitas Kunci Kesuksesan AADC-2

Kesuksesan film Ada Apa Dengan Cinta-2 (AADC-2) dalam menembus rekor penon ...

Berita Populer

Rizal Ramli Gebrak Meja Gertak Agung Podomoro
Pak Rizal, Ahok Bohongi Kami
Ahok dan KPK Jujurlah Tentang Sumber Waras