Hanura

Kereta Api Harus Jadi Leading Sector Moda Transportasi di Jabotabek

 KAMIS, 19 JANUARI 2012 , 20:24:00 WIB | LAPORAN:

Kereta Api Harus Jadi <i>Leading Sector</i> Moda Transportasi di Jabotabek

ilustrasi/ist

RMOL. Sistem transportasi di Jabotabek sudah mendesak untuk diperbaiki. Salah satu modal transportasi yang tepat untuk mengatasi kesemerawutan adalah dengan cara membangun jalur kereta api. Namun persoalannya, kereta api pun masih didera berbagai kelemahan, seperti pelayanan, sehingga tingkat kepuasan pengguna jasa kereta api masih rendah.

Demikian disampaikan anggota Komisi V dari Fraksi Partai Golkar, Eko Sarjono Putro, di hadapan tim penguji dalam sidang terbuka doktoral yang dipimpin Rektor Universitas Borobudur Prof. Dr. H. Basir Barthos di Auditorium Universitas Borobudur di Jakarta (Kamis, 19/1).

Menurut Eko Sarjono, ada beberapa temuan penting dari hasil penelitian. Pertama, kinerja PT  KAI Jabodetabek sangat dipengaruhi oleh kepuasan pengguna jasa layanan (91,7 persen). Untuk meningkatkan kinerja PT  KAI harus diprioritaskan program-program peningkatan kepuasan pengguna jasa layanan. Kedua, kepuasan pengguna jasa layanan sangat dipengaruhi oleh kualitas layanan (84,7 persen), sehingga untuk meningkatkan kepuasan pengguna jasa layanan harus diprioritaskan program peningkatan kualitas layanan. Ketiga, kualitas layanan dipengaruhi regulasi (10,2 persen), sarana prasarana (16 persen), waktu (11,8 persen), pendanaan (13 persen), SDM (16,4 persen), dan kenyamanan-keselamatan (13,7 persen), serta beberapa variabel lainnya.

Untuk meningkatkan kualitas layanan, masih kata Eko, maka yang harus diprioritaskan adalah program peningkatan keenam variabel, yang secara prioritas urutannya mulai dari sumber daya manusia, sarana prasarana, kenyamanan dan keselamatan, pendanaan, waktu dan regulasi. Dengan keunggulan yang dimilikinya, PT KAI hendaknya menjadi leading sector moda transportasi di Jabotabek, yaitu melalui konsep sistem transportasi massal cepat berbasis jalan rel atau Angkutan Massal Cepat (Mass Rapid Transit).

Dengan konsep tersebut, lanjut Eko, kereta api dapat bersinergi dan terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Priuk, Bandara Soekarno Hatta, Busway sehingga dapat menghubungkan pusat-pusat ekonomi di seluruh Jabotabek. Bila kondisi ini tercapai, maka akan tercipta low cost economics karena biaya transportasi dapat ditekan.

"Selain itu, perlu ditinjau ulang dualisme kebijakan antara Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sebagai regulator dengan PT KAI di bawah Kementerian BUMN sebagai operator sehingga kebijakan dan regulasi dapat lebih efektif, efisien dan ekonomis dalam menunjang aktivitas perusahaan," ujar Eko, yang juga Ketua Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 57 ini. [ysa]

Komentar Pembaca
Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

Nongkrong Politik, Semua Bisa Bicara

, 21 FEBRUARI 2018 , 10:00:00

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

DPR Dukung PWI Uji Materi UU MD3

, 20 FEBRUARI 2018 , 15:00:00

SBY Lantik AHY

SBY Lantik AHY

, 18 FEBRUARI 2018 , 00:31:00

Yang Lolos Dan Tak Lolos

Yang Lolos Dan Tak Lolos

, 18 FEBRUARI 2018 , 01:23:00

RR Dikawal Cakra Buana

RR Dikawal Cakra Buana

, 16 FEBRUARI 2018 , 13:26:00