Selasa, 10 April 2012 , 12:33:00 WIB
![]() ILUSTRASI RUDAL |
RMOL. Menanggapi isu Rudal Korea Utara yang disebutkan menghadap ke Indonesia, Komisi I DPR mengingatkan lagi agar bangsa Indonesia tidak "parno". Pemerintah Indonesia sebaiknya waspada atas provokasi Amerika Serikat dalam konflik di Semenanjung Korea yang sejatinya belum pernah menemui kesepakatan damai.
Wakil Ketua Komisi I DPR, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin, suatu waktu lalu mengungkapkan pesan pribadi asisten Menlu AS bidang Asia Timur dan Pasifik, Kurt Campbell, yang disampaikan kepada Menlu Australia Bob Carr yang mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Korut mengarahkan rudalnya ke Filipina, Indonesia dan Australia.
"Jangan terlalu parno sama rudal. Itu bukan nuklir. Yang sebenarnya dimiliki oleh Korut adalah peluru kendali balistik, jaraknya hanya 2000/3000 Km jadi tidak sampai ke Indonesia," katanya yang ditemui di gedung Nusantara I DPR, Selasa (10/4).
Dia katakan, memang ada dua rudal Korut mengarah ke Semenanjung Korea dan ke Filipina.
"Tidak ada yang ke Indonesia," katanya lagi.
Menurutnya, isu peluncuran nuklir ke Indonesia ini hanya ditiupkan oleh pihak asing agar bersama-sama memusuhi Korut.
"Amerika Serikat, Korsel, Jepang dan Singapura itu sama-sama memusuhi Korut. Jadilah mereka mengajak kita juga. Tapi ingatlah bahwa prinsip luar negeri kita ini bebas aktif. Jadi jangan tertarik ikut-ikutan mereka," tutupnya.[ald]







