Minggu, 29 April 2012 , 09:32:00 WIB
![]() PRESIDEN SBY |
RMOL. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea memastikan aksi peringatan hari Buruh pada 1 Mei murni gerakan para buruh.
"Kami tidak ditunggai oleh pihak manapun," katanya kepada Rakyat Merdeka Online (Minggu, 29/4).
Andi juga membantah bila ada yang menyebutkan aksi unjukrasa para buruh ini bertujuan menjatuhkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. "Saya tegaskan aksi buruh ini tidak ada niat maupun agenda menjatuhkan pemerintahan SBY-Boediono," ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya meminta aparat kemanan tidak terlalu berlebihan dalam mengamankan aksi tersebut. "Dan kami menjamin unjuk rasa akan berjalan damai," tegasnya.
Pada 1 Mei nanti, sebanyak 100 ribu buruh akan kembali menggelar unjuk rasa di depan Istana Presiden pada 1 Mei mendatang. Aksi ini dilakukan bertepatan dengan peringatan Hari Buruh Sedunia.
Dalam aksi yang kerap disebut Mayday itu, mereka akan mendeklarasikan manifesto politik buruh, yaitu peningkatan upah buruh dan jaminan sosial, kebebasan berserikat dan penghapusan outsourcing. Buruh juga akan dihibur oleh grup band musik Slank. [zul]

- sa'at yg tepat














