Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

SAKSI DAN KORBAN
Korban Pelanggaran HAM Berat Tanjung Priok Dapat Bantuan Medis
Senin, 30 April 2012 , 23:58:00 WIB
Laporan: Ade Mulyana

ABDUL HARIS SEMENDAWAIIST
  

RMOL. Korban pelanggaran HAM berat Tanjung Priok mendapat bantuan medis dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Bantuan medis dilaksanakan hari ini (Senin, 30/4) di Rumah Sakit Royal Progress, Sunter, Jakarta Utara.

Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai mengatakan, bantuan medis diberikan seiring diterimanya permohonan bantuan medis dan psikologis yang diajukan pada Rapat Paripurna LPSK pada 24 April 2012 lalu.

"LPSK menerima permohonan 3 orang korban Tanjung Priok atas nama Marulloh, Yudi Wahyudi dan Ma'mur Ansori," kata Semendawai dalam keterangan resminya yang diterima redaksi (Senin, 30/4).

Dijelaskannya, Pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 44/2008 Tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi dan Bantuan kepada saksi dan korban menyatakan bahwa korban pelanggaran HAM berat berhak memperoleh bantuan berupa bantuan medis dan bantuan rehabilitasi psikososial.

"Atas dasar pengajuan permohonan tertulis para korban, LPSK berwenang dan mempunyai tanggung jawab untuk memberikan bantuan terhadap para korban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tambah Semendawai.

Dikatakan dia, peristiwa Pelanggaran HAM berat tahun 1984 secara umum telah merubah hidup para korban yang berdampak besar pada kehidupannya di masa depan.

"Luka emosi dan diskriminasi sebagai warga Negara yang dialami para korban pelanggaran HAM yang berat menyebabkan para korban mengalami kesulitan hidup, mulai dari pekerjaan maupun hubungan sosial dengan masyarakat. Untuk itu, negara melalui LPSK, mempunyai tanggung jawab melakukan reparasi terhadap para korban," katanya.

Sementara Lili Pintauli, anggota LPSK Penanggung Jawab Bidang Bantuan, Kompensasi dan Restitusi mengatakan, pemberian bantuan medis kepada ketiga korban juga didasarkan pada rekomendasi Komnas HAM melalui Surat Nomor 394/TUA/XII/2011 tertanggal 19 Desember 2011 yang menyatakan bahwa para pemohon merupakan korban pelanggaran HAM berat.

"Berdasarkan surat rekomendasi Komnas HAM, tim LPSK melakukan penilaian awal atas kondisi fisik dan psikis para pemohon oleh dokter ahli dan psikolog," kata Lili.

Hasil dari pemeriksaan tersebut, lanjut Lili, para korban membutuhkan layanan medis dan psikologis lebih lanjut. "Pemulihan kondisi fisik dan psikis dimaksudkan agar para pemohon dapat memberikan keterangan dan siap menghadapi proses penegakan hukum atas kasus pelanggaran HAM berat yang dialami para pemohon," jelas Lili.

Lili mengatakan pihaknya berharap proses penegakan hukum terhadap kasus pelanggaran HAM yang berat dapat berjalan sesuai dengan harapan para korban. ‚ÄĚDengan berjalannya proses penegakan hukum ini, tentunya pemberian bantuan yang dilakukan LPSK dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemulihan kondisi para korban," demikian Lili.[dem]


Baca juga:
LPSK Berikan Perlindungan Kepada Terpidana Illegal Logging
LPSK Desak Polisi Serius Tangani Pelecehan Seksual Pejabat BPN
Perlindungan Terhadap Pelapor Pencurian Pulsa Dihentikan
Korban dan Saksi Pencabulan Habib Hasan Dapat Perlindungan
Ahmad Rivai: Tindakan LPSK Terhadap Rosa Naif dan Memalukan!


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Pevita Pearce, Cari Calon Suami Yang Bisa Bimbing

Beberapa resolusi di tahun baru sudah disiapkan oleh Pevita Pearce. Bukan ...

 

FKA Twigs, Bikin Puas Pattinson Di Atas Ranjang

Hubungan asmara Robert Pattinson dengan penyanyi FKA Twigs kian membara. K ...

 

Juliette Lewis, Masih Ingat Ultah Brad Pitt

Walau putus sudah lama, tampaknya Juliette Lewis tetap berhubungan baik de ...

 

Nikita Mirzani, Kesal, Tahun Baru Belum Menjanda

Sidang perceraian Nikita Mirzani dan Sajad Ukra berlanjut dengan agenda pe ...

 

Cita Citata, Sudah Nikah & Cerai Di KTP Tetap Lajang

Menikah di usia 18 tahun, pedangdut Cita Citata langsung cerai secara agam ...


Berita Populer

Mahfud MD: Hamdan Zoelva Jadi Korban Pertama Perbaikan Sistem
Gerindra Ingatkan Jokowi-JK Ada Ancaman yang Mengintai
Presiden Jokowi: Selamat Natal, Damailah di Hati