Rabu, 09 Mei 2012 , 14:35:00 WIB
![]() ILUSTRASI |
RMOL. Penjualan senjata api (senpi) kepada anggota DPR marak. Dengan uang senilai Rp 45 juta para dewan itu sudah dapat memiliki senjata lengkap dengan izin.
Sekretaris fraksi PPP di DPR, Arwani Tomafi misalnya tak luput dari incaran oknum penjual senpi. Dia mengaku pernah ditawari senjata api.
"Saya dulu pernah juga ditawari kisaran 6000 dolar satu paket, sekitar 45 juta sudah termasuk izin, saya lupa senjata jenis apa" akunya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 9/5).
Namun, Arwani merasa tidak perlu memiliki senpi. "karena saya tidak tertarik. Nanti saya nggak bisa pakai malah," terangnya.
Dikatakan dia, senjata itu kan simbol sesuatu yang gawat, fungsinya lebih pada aparat keamanan. Untuk itu, anggota DPR tidak perlu memiliki senpi.
"Karena gak perlu ada yang dikhawatirkan. Kecuali dalam keperluan olahraga," terangnya. [mar]







