Sabtu, 12 Mei 2012 , 19:55:00 WIB
![]() ILUSTRASI |
RMOL. Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menyayangkan para calon gubernur-wakil gubernur DKI Jakarta yang hanya sibuk membentuk tim sukses namun tak pernah melakukan pendidikan politik untuk masyarakat.
"Sayang, pemerintah, parpol, bahkan cagub tidak pernah mau mendorong pendidikan politik yang cerdas pada masyarakat demi menghasilkan pemimpin yang cerdas juga," ujar Koordinator Nasional JPPR, Yus Fitriadi dalam jumpa pers di Hotel Blue Sky, Raden Saleh, Jakarta Pusat, Sabtu (12/5).
Yus mengatakan, dengan keadaan masyarakat yang tidak cerdas dalam memilih kandidat saat ini, akan sulit mendapatkan pemimpin yang tidak sesuai dengan harapan. "Tetap saja memilih orang yang sama dengan pertimbangan kapan lagi menerima uang kecuali dalam momen pemilukada seperti ini," kata Yus mengira-ngira ungkapan masyarakat.
Berdasarkan pantauan JPPR pada tahun pilgub Jakarta 2007, janji cagub dalam mengubah sembilan pokok permasalahan Jakarta banyak yang tidak terealisasi. Hal itu semua karena sikap pragmatisme warga. "Tidak ada upaya pencerahan pada rakyat karena pemenangan dimobilisasi oleh ormas yang tidak paham soal hakikat demokrasi untuk kesejahteraan," tegas Yus>
Untuk itu, JPPR akan mengadakan penyuluhan pendidikan politik bagi masyarakat DKI Jakarta. Yus mengatakan, pihaknya akan mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan agama. "Kita nanti bisa lewat bulletin Jumat, kemudian adakan pendididkan politik singkat bekerjama dengan tokoh masyarakat dan agama," ujar Yus.
Program pendidikan politik ini akan dilanjutkan sampai 2014 nanti. [zul]
















