Rabu, 16 Mei 2012 , 21:51:00 WIB
RAMADHAN POHAN | |
RMOL. Pemilihan presiden baru akan digelar dua tahun lagi. Tapi, banyak politisi dan partai politik sudah bermanuver. Apa saja yang dianggap bisa menaikkan popularitas dan menjadi liputan menarik bagi media, akan mereka lakukan.
"Ibarat kata, parpol-parpol tersebut lagi caper. Cari perhatian saja. Tapi itu sah-sah saja. Namanya juga usaha. Namanya juga manuver politik kan," kata Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Ramadhan Pohan kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 16/5).
Ramadhan mengungkapkan itu saat dimintai tanggapan atas Partai Golkar yang mengincar KSAD Jenderal Edhie Pramono sebagai calon wakil presiden mendampingi Aburizal Bakrie pada pemilihan presiden 2014 mendatang dan PAN yang melirik mantan Panglima dan juga Menkopolhukam Djoko Suyanto menjadi pasangan Hatta Rajasa.
Apa yang diinginkan oleh kedua partai itu, sambung, Ramadhan sulit akan terealisasi. "Walaupun substansi dan esensi masih jauh atau bahkan mustahil sekalipun, nama-nama yang disebut pun mungkin nggak tahu apa-apa. Boro-boro soal faktual esensial, nama-nama itu belum tentu mau," ujar anggota Komisi II DPR ini.
Tak hanya itu, Ramadhan juga yakin kedua jenderal itu juga nggak pernah ditanya oleh para politisi parpol-parpol tersebut, apakah bersedia atau tidak untuk digandeng menghadapi pilpres.
"Nggak pernah ditanya nama-nama itu mau nggak. Nah, jika nama-nama itu disebut, mosok diprotes (Demokrat). Apalagi ini cuma dinamika dan manuver permukaan. Artinya semua masih jauh panggang dari api. Tapi itulah politik, semua dicoba, dan semua tidak dimustahilkan. Kami santai saja. Biarin parpol-parpol ramai soal capres. Kami fokus rakyat saja," demikian Ramadhan. [zul]
- DEMOKRAT FOKUS MENJARAH UANG RAKYAT MELALUI PROYEK2 APBN














