SBY Bisa Dimakzulkan, Asal...
Sabtu, 26 Mei 2012 , 15:19:00 WIB
Laporan: Ari Purwanto
 SBY/IST | |
 |
RMOL. Surat dukungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan (Sulsel), M. Roem terhadap maklumat mahasiswa dimana salah satu isinya menggugat kepemimpinan SBY-Boediono bisa menjadi awal pemakzulan.
Sebab dalam konstitusi, hal ini bisa dibawa ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan ditindaklanjuti dalam hak menyatakan pendapat. Setelah itu, hasil keputusan ini dibawa ke Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) dan Mahkamah Konstitusi, selanjutnya digelar rapat paripurna MPR untuk menjatuhkan SBY.
Namun, pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Arbi Sanit sangsi DPR dan lembaga negara lain benar-benar serius melakukan ini.
"DPR kan sudah dua kali gagal. Pertama dalam kasus Century dan yang kedua soal rencana pemerintah menaikkan harga BBM. Keduanya tidak sampai hak menyatakan pendapat. DPR akhirnya bercabang," imbuhnya saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online, beberapa waktu lalu.
Namun, jika kali ini DPR dan lembaga negara lain serius menggarap hal ini, maka bisa jadi SBY termakzulkan.
"Kalau HMP bisa digulirkan, ya mungkin saja (SBY terguling)," sambungnya.
Sebelumnya, dalam aksi yang digelar Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (Komando) di Makassar, Senin lalu, Ketua DPRD Sulsel menandatangani maklumat mahasiswa untuk rakyat yang berdasar pada kondisi objektif masing-masing daerah. Isi maklumat tersebut adalah menggugat kepemimpinan SBY-Boediono, adili keduanya seadil-adilnya dan cabut mandat DPR/MPR.
"Saya mendukung apapun yang pro rakyat," demikian alasan M. Roem kepada mahasiswa.
Maklumat tersebut kemudian ditandatangani oleh Roem dan diberi stempel DPRD. Kemudian, maklumat tersebut dikiri ke DPR Pusat. [arp]
-
jadi pengamat yg baik dan benar
27.05.2012, 11:26 WIB Komentator: heru |
| Sebagai pengamat politik yg berpengalaman sebaiknya melakukan pengamatan yg baik dan benar. Kalau tidak tahu secara pasti dan mengerti serta memahami politik yg ada dan yg terjadi dibangsa dan negara ini. Apakah dirinya mau menanggung ongkos yg akan terjadi apabila adanya aksi penurunan pemimpin negara ini. Jangan berpikiran pragmatis dan asal2an. Kalau jadi pengamat semua orang juga bisa tinggal berpendapat dan opini negatif, tetapi jadi pengamat yg berkualitas itu yg sulit. |
-
ngga maju
26.05.2012, 23:36 WIB Komentator: ali sulaiman |
| Mahasiswa sekarang payah dan menyedihkan udah bebel, oon trus suka jd tukang krucil-krucilnnya Politisi, masih kalah sama anak smu yg mampu mandiri, berfikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan |
-
hati-hati sama tanda tangan dewan
26.05.2012, 22:58 WIB Komentator: supono |
| sudah biasa jika setiap mahasiswa berdemo anggota dewan dipaksa kontrak politik pada mahasiswa biar dibilang pro rakyat n mahasiswa padahal tidak sama sekali, tidak ada dinegeri ini anggota mau menerima begitu saja tuntutan mahasiswa begitu saja kalau tidak ada timbal-balik yg lebih buat Dewan. |
-
setuju turun
26.05.2012, 19:18 WIB Komentator: wawan MZ |
| setuju sby diturunkan. dia gak layak berada di sana |
-
Nongol penjilat baru
26.05.2012, 17:57 WIB Komentator: DEMOKRAT SEJATI |
| Nongol lagi salah satu penjilat bersih dobol Beye. Ayo @lula! jilat terus sampai tandas! |
-
- maju teruS
26.05.2012, 17:19 WIB Komentator: lula |
| Maklumat mahasiswa yang menggugat SBY untuk turun itu tidak ada alasan mendasar.kalaupun mahasiswa ingin pemerintah SBY mundur bukan karna desakan tapi murni karna masa periode kepemimpinan habis,maka dengan hormat SBY pun akan turun.saat ini kepemimpinan SBY lagi tahap pensuksesan pembangunan bangsa ini...teruskan perjuanganmu pak SBY... |
-
Dahulu mahasiswa mendesak Bung Karno....................
26.05.2012, 16:12 WIB Komentator: ortu |
| Dahulu MAHASISWA mendesak Bung Karno Proklamsikan Kemerdekaan Indonesia. Sekarang MAHASISWA mendesak SBY/Boediono mundur teratur. |
-
konstitusi
26.05.2012, 15:44 WIB Komentator: Wanto |
| Surat dukungan Ketua DPRD Sulsel itu terpaksa, terpaksa mau tanda tangan karena takut kehilangan jabatan di depan mahasiswa, SBY itu menjadi presiden dipilih oleh rakyat melalui proses konstitusi, berakhirnya harus lewat konstitusi juga, kecuali nuruti ambisi sekelompok orang berlindung dibalik gerakan mahasiswa yang haus kekuasaan. |