Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
ANAS-IBAS DISERANG
Perpecahan Politik Hal yang Wajar
Sabtu, 26 Mei 2012 , 17:38:00 WIB
Laporan: Firardy Rozy

ANAS/IST
  

RMOL. Insiden penyerangan Anas Urbaningrum dan Edi Baskoro Yudhoyono oleh kader Partai Demokrat di Bandara Baabulah, maluku Utara didasari konflik internal.

Ini merupakan efek dari konflik dua kubu Partai Demokrat Provinsi Maluku Utara. Kedua kubu adalah kubu Rahmi Husein dan Thaib Armaiyn.

Keduanya juga memiliki dukungan tingkat nasional dari dua tokoh pusat partai, yaitu Anas Urbaningrum dan Marzuki Alie.

Konflik di antara mereka berdua sampai ke tingkat pengurus provinsi dan menciptakan dua kubu yang saling berseberangan.

"Ada kekuatan-kekuatan internal partai yang ingin mempertahankan status quo," kata Sekretaris Departemen Hak Asasi Manusia DPP Partai Demokrat, Rachlan Nasidik saat ditemui selepas diskusi bertajuk 'Politik Dinasti di Negeri Demokrasi' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (26/5) tanpa merujuk, kepengurusan versi mana yang benar.

Ia pun menilai, perpecahan ini adalah hal yang wajar dalam politik praktis di Indonesia.

"Bahkan pada partai lain itu juga terjadi," demikian Rachlan.[arp]


Baca juga:
Meski Pertama Sejak Reformasi, Elit Demokrat Minta Insiden Anas-Ibas Tak Dibesarkan
Pengurus Demokrat: Ruhut dan Sutan "Kader Warung Kopi"
Ketimbang Ributkan Ibu Ani, Lebih Baik Demokrat Pikirkan Bagaimana Menangkan Pileg
Rachland Anjurkan Rekan-rekannya Tidak Tempatkan SBY di Posisi Sulit
Tim Investigasi Bentukan Denny Kailimang Belum Kantongi SK

Komentar (5)

Nama
Judul
Komentar
  1. Bagi2 Diut Pake Berantem .....Pan Itu Biasa
    28.05.2012, 15:46 WIB
    Komentator: Cahyo
    Yah, namanye juga diut2 oplosan.....yah itu pan datengnya dari "pat gulipat" yang buat suasana keruh dan berabe pan ketauan juga ujung2nya : doku deh kagak jauh !!!!
  2. - Demokrat di ujung tanduk
    27.05.2012, 07:06 WIB
    Komentator: naekgp
    Bosan dengar fungsionaris parta* Demokrat, soal Korupsi pun bisa dibuat ”teori pembenaran”, saat ini soal perpecahan di parta* pun katanya hal biasa, teori pembenaran lagi. Ini salah satu indikasi pasca SBY tdk berkuasa, Parta* Demokrat akan Mati Suri.
  3. rakus kuasa
    27.05.2012, 00:32 WIB
    Komentator: gpm
    bandara kok bisa dimasukin seh POLISI..? dah jd gubernur pengen juga ketua DPD..kuasa bisa makin kaya seh
  4. Ketahuan
    26.05.2012, 22:38 WIB
    Komentator: Idham Naro
    Hari gini ada Ketum dan Sekjen datang kedaerah dipaksa pulang kembali oleh kadernya, kacian dech . . . . .
  5. Ingat konggresPDI di Medan ? Ingat penyerangan kantor pusat PDI jln Diponegoro ?
    26.05.2012, 18:23 WIB
    Komentator: Markuwat
    Konflik pimpinan PDI waktu itu lebih mengerikan, konflik Antara Soeryadi dan Megawati, padahal Soeryadi yg ngajak Mega terjun ke dunia Politik.

    Ingat konflik antara Bachtiar Chamsah dengan Surya Darma Ali ?

    Ingat konflik Idham Halid dengan Jhon Naro ?

    Ingat konflik Jhon Naro dengan Ismail Hasan Materum ?

    Ingat perpecahan Ical dengan Surya Paloh ?

    Ingat perpecan elit PDIP dengan kelompok Eros Djarot, dengan kelompok Lak Sukardi ?

    Ga usah dibesar besarkan, biasanya ada campur tangan dari luar, walau tidak selalu.

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Menghidupkan Kembali Ekonomi Pantai Barat


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II