Sabtu, 26 Mei 2012 , 18:01:00 WIB
![]() YUSRIL/IST |
RMOL. Minggu lalu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengundang bekas Menteri Hukum dan HAM Yusril Ihza Mahendra ke Cikeas, Bogor.
Namun, kubu Yusril membantah kalau pertemuan itu dilakukan untuk membahas status dirinya sebagai tersangka kasus Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) ataupun soal putusan Pengadilan Tata Usaha Negara yang mengabulkan
gugatan Gubernur Bengkul non aktif Agusrin M. Najamuddin. Putusan sela
tersebut menunda Keputusan Presiden No.48/P Tahun 2012 tanggal 2 Mei
2012 tentang pemberhentian Agusrin dari jabatannya dan pengesahan
Junaidi Hamsyah sebagai gubernur Bengkulu definitif..
"Pertemuan itu pertemuan dan silaturahmi biasa. SBY mengundang Yusril. Sebagai sahabat, Yusril tentu saja datang, meski kerap dizolimi," kata public relations Yuril Ihza Law Firm, Afriansyah Noor kala berbincang dengan Rakyat Merdeka Online via telepon, Sabtu (26/5).
Masih kata Ferry, dalam pertemuan itu pun tidak dibahas soal rekonsiliasi.
"Dalam pertemuan itu, Yusril pun tak lupa mengundang SBY dalam pernikahan anaknya yang dilakukan besok malam. SBY pun memastikan dirinya akan hadir, tapi bukan atas nama presiden, tapi sebagai pribadi," tegasnya lagi. [arp]
















