Senin, 28 Mei 2012 , 21:00:00 WIB
![]() GRA KOES ISMANIYAH/RMOL | |
RMOL. Rekonsiliasi antara dua raja kembar di Keraton Surakarta Hadiningrat yang sudah berjalan dengan baik ternyata masih tetap mendapat ganjalan dari sejumlah adik-adik Paku Buwono XIII yang tidak menginginkan adanya rekonsiliasi.
"Hingga kini Sinuwun Ngabehi Paku Buwono XIII belum bisa masuk ke dalam keraton, " ujar salah satu adik Paku Buwono XIII, GRA Koes Triniyah yang akrab dipanggil Gusti Ninil kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat yang lalu, (Senin, 28/5).
Dijelaskan Gusti Ninil, beberapa saudaranya menghendaki agar Sinuwun Hangabehi masuk terlebih dahulu ke dalam keraton Surakarta dan tidak bersama-sama dengan Panembahan Tedjowulan yang dianggap telah melanggar peraturan keraton sehingga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menerima sejumlah konsekuensi.
Sementara itu, menurut adik Paku Buowono XIII lainnya, GRA Koes Ismaniyah yang akrab dipanggil Gusti Iis, saat ini Sinuwun Paku Buwono XIII sedang berada di Jakarta karena akan diterima sejumlah menteri terkait masalah seputar keraton.
Perseteruan antara Tedjowulan dan Hangabehi sesungguhnya sudah usai dengan menjadikan Tedjowulan sebagai Panembahan dan tidak memakai gelar Paku Buwono XIII lagi dan Hangabehi yang merupakan anak tertua dari 36 bersaudara turunan langsung Paku Buwono XII tetap sebagai Paku Buwono XIII.
"Sinuwun berkuasa seumur hidup, dan tak terbatas, sehingga harusnya semua pihak menghormati Sinuwun sebagai seorang raja di Keraton Surakarta Hadiningrat," ujar Gusti iis yang merupakan anak nomor 32 dari PB XII.
Gusti Iis berharap perselisihan antar saudara yang tidak kunjung usai ini bisa selesai dengan rasa kasih yang diberikan dari Allah sehingga dapat meluluhkan para saudara yang masih berkeras hati.
"Surodirojoyoningrat Lebur Dening Pangastuti," harap Gusti Iis mengutip salah satu filosofi Jawa. [arp]
















