Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
PENGHEMATAN ENERGI
Ini Bukti Pemerintah SBY Tak Serius Urus Sektor Energi
Kamis, 31 Mei 2012 , 07:42:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

ILUSTRASI/IST
  

RMOL. Dalam dokumen negara, Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) menyebutkan bahwa sektor energi menjadi fokus nomor delapan, setelah sektor yang lainnya.

"Artinya energi belum dianggap sebagai driven force, dan ini amat disayangkan," kata anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 31/5).

Karena itu, selama energi tidak menjadi leading sector, Dewi meminta pemerintah SBY untuk tidak lagi berwacana soal penghematan energi, apalagi bila tujuannnya hanya untuk mengeruk citra postif. SBY lebih baik merevolusi kebijakan sektor energi.

"Program penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hanya menjadi salah satu parsial sektor energi yang bersifat jangka pendek," tegas Dewi, yang juga kandidat doktor kebijakan energi.

Pada selasa malam (29/5), SBY menyampaikan lima langkah penghematan energi melalui lima langkah. Yaitu lewat pengendalian sistem distribusi di setiap stasiun pengisian bahan bakar umum, pelarangan bahan bakar minyak bersubsidi untuk kendaraan pemerintah, pelarangan BBM bersubsidi untuk kendaraan perkebunan dan pertambangan, konversi BBM ke BBG untuk transportasi, dan penghematan penggunaan listrik dan air di kantor pemerintah. [ysa]


Baca juga:
Lima Langkah Penghematan Energi ala SBY Harus Didukung
Taufan Rotorasiko Ingatkan SBY Jalankan Konversi BBG secara Fair
Tifatul Sembiring: Mubazir Itu Teman Syaitan
Ancaman Gubernur Kalimantan Buktikan Pembangunan Nasional masih Bias Jawa
Dewi Aryani: Seharusnya Dari Dulu Pertamina Beli dari Produsen

Komentar (5)

Nama
Judul
Komentar
  1. nomer satu apa
    31.05.2012, 14:48 WIB
    Komentator: dinda
    Kalau mau melihat urutan nomer berarti yg dibahas adalah skala prioritas. Jadi yg nomer satu itu apa?. bandingkan skala prioritasnya antara yg satu sampai ke delapan. Jangan setengah2 beropini dan berpendapat, jangan memberikan informasi yg menyesatkan kepada masyarakat. Jangan mengatakan atau menilai pemerintah serius atau tidak dalam bekerjanya untuk bangsa dan negara ini. Harusnya intropeksi apakah dirinya, DPR atau parpolnya sudah benar2 serius bekerja dan memikirkan serta mementingkan bangsa dan negara ini. Selama ini rakyat sudah melihat dan mengetahu secara nyata bahwa DPR dan parpol lebih mengutamakan kepentingannya sendiri. jadi sadarlah, jangan mengkritik pemerintah kalau kinerja DPR sendiri amburadul.
  2. Memang SBY tidak serius
    31.05.2012, 11:26 WIB
    Komentator: bowo
    Kalau SBY serius mengurus energi tidak perlu ada polemik BBM. Kebijakan energi yang cukup serius dilakukan JK dengan konversi minyak ke gas dan pembangunan listrik 10 ribu MW. Jika kebijakan JK di lanjutkan, konversi BBM ke gas di sektor transportasi, stop ekspor gas dan batubara, percepat pembangunan pembangkit listrik berbasis gas,batubara dan panas bumi, maka beban subsidi BBM akan bisa diatasi. Mungkin SBY merasa jatuh gengsi jika melanjutkan kebijakan JK, namun masyarakat harus menanggung akibatnya. Dalam rapat di Yogya DI telah menyampaikan perlunya mobil listrik untuk menghemat BBM, dan telah di setujui SBY, mari kita lihat apakah kebijakan mobil listrik akan berhasil atau harus tunduk pada pemilik modal.
  3. Dukung Penghematan Energi
    31.05.2012, 10:49 WIB
    Komentator: kami
    dukung donk penghematan energi, bukan komentar dan kritikan ga cerdas..inikan utk keselamatan negara..
  4. langkah serius Pemerintah perlu diapresiasi
    31.05.2012, 09:21 WIB
    Komentator: Djoni
    Memang enak kalau mengkritik seperti mba Dewi Aryani ini, SBY sudah mengambil langkah dalam rangka penghematan energi, seharusnya sebagai anggota DPR Mba Dewi Aryani mengapresiasi kebijakan Pemerintah. Itulah langkah keseriusan SBY dalam mengurus sektor energi. Sekarang yang perlu dipertanyakan siapa yang mengeruk citra positf, Pak SBY apa mba Dewi yang anggota DPR yang katanya kandidat doktaor kebijakan energi.
  5. jangan asal ngomong kau
    31.05.2012, 09:20 WIB
    Komentator: poltak
    bah, energi dijadikan leading sector? kau fikir masyarakat makan energi, macam manapula otak kau itu, bagaimana pula mengembangkan sektor energi kalau ekonomi terpuruk, rakyat miskin, dan lain sebaginya.

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II