Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
LAPORAN DARI UKRAINA
Tiket Separuh Harga dari Orang Mongolia
Selasa, 12 Juni 2012 , 23:19:00 WIB
Laporan: Agung Pamujo

AGUNG PAMUJO/RMOL
  

DONETSK - Duel Inggris melawan Perancis termasuk salah satu big match pada Euro 2012. Namun, itu bukan jaminan Stadion Donbass Arena, Donetsk tempat pertandingan itu digelar, penuh.

Beberapa sektor dari tribun penonton di stadion kandang klub Shaktar Donetsk itu tampak kosong.  Sehingga, di antara dominasi warna putih dan biru -masing-masing warna khas timnas Inggris dan Prancis- yang dipakai para suporter dua tim yang bertanding Senin (11/6) itu, terselip blok warna oranye, warna kursi tribun di Donbass Arena.

Wartawan Rakyat Merdeka Online, Agung Pamujo -selanjutnya disebut saya-, yang menyaksikan langsung pertandingan yang berakhir imbang 1-1 itu memperkirakan, hanya 75 persen dari kursi di stadion berkapasitas 50 ribu penonton itu terisi. Artinya, duel kemarin itu hanya disaksikan sekitar 40 ribu penonton saja.

Karena beberapa sektor di stadion tersebut yang tidak penuh, maka, ketika saat pemandu acara meminta penonton melakukan gerakan Euro Wave -gerakan khas penonton sepak bola di stadion yang saling menyambung hingga seperti gerakan gelombang laut-, terlihat kurang indah. Ini karena, gerakan gelombang itu terputus.

Sebelumnya, seminggu menjelang pertandingan, UEFA menyatakan tiket sudah terjual habis. Namun, kira-kira 3 hari menjelang pertandingan, status tiket berubah menjadi ada. Lalu, pada H-1 pertandingan, status penjualan tiket sudah dinyatakan ditutup yang artinya tiket sold out.

Faktanya, saat pertandingan digelar, penonton stadion tidak penuh. Bisa jadi, ada yang sudah membeli tiket, tapi tidak jadi datang ke stadion untuk menonton.  

Dan begitulah adanya. Saya sendiri menemukan orang yang memiliki tiket lebih, lantas mau menjualnya. Sontak saja, saya langsung membelinya. Beruntung, si pemilik hanya menjual tiket dengan harga lebih murah, bahkan, hanya separuh dari harga normal.

Saya memang tidak termasuk yang mendapat akreditasi dari UEFA sebagai peliput resmi kejuaraan sepak bola terbesar setelah Piala Dunia ini. Akibatnya, jika ingin menonton pertandingan, harus membeli tiket masuk.

Setidaknya ada empat kali ada yang menawari untuk mengganti tiket mereka.  Yang menawari pun berasal dari berbagai negara. Satu dari orang Maroko, dua dari Russia, dan satu lagi dari Mongolia.

Yang dari Maroko menawari tiket dengan harga lipat dua. Dari Rusia, yang satu menawari dengan harga tiket lebih mahal dari harga resmi, satu lagi harga sesuai dengan yang tercantum di tiket. Mereka semua beralasan menjual tiket kembali karena salah satu teman yang akan nonton di Donetsk tidak jadi datang.

Namun, saya masih ragu untuk membeli. Khawatir tiket itu palsu. Selain juga harganya berlipat dari aslinya.  Lalu, datanglah orang keempat yang mendatangi wartawan koran ini. Wajahnya khas Asia Timur, ngomongnya pun demikian. Pria yang kemudian memperkenalkan diri bernama Khorloo itu menawarkan tiket katagori utama kepada kami.  

Yang menarik harganya cuma separuh harga dari aslinya. Tiket senilai 120 Euro (sekitar Rp 1,5 juta) ditawarkan cuma 60 Euro (Rp 750 ribu).

Karena murah, kami jadi ragu. Khorloo yang asli Mongolia itu pun menyakinkan dengan mengatakan, bahwa nanti akan masuk sama-sama, dan duduk berdampingan di stadion.

Dia lantas bercerita, awalnya akan mennonton Euro berempat dari Mongolia.  Namun, salah satu temannya yang bernama Yamaaranz Tuvdendorj batal berangkat ke Ukraina. Tiket Tuvdendorj itulah yang dijualnya separuh harga.  "Supaya tiketnya tidak sia-sia saja. Saya tidak mencari untung," jelas dia.

Naluri saya, pria ini bisa dipercaya. Beda dengan pria asal Russia yang juga menawarkan piket. Lebih-lebih, Khorloo dengan ringan menyuruh tiket dipegang wartawan koran ini, meski belum membayar.  "Bayarnya nanti kalau sudah di stadion saja," ujar dia.

Benar. Tiket itu ternyata asli. Kami pun bisa masuk Donbass Arena dan menyaksikan bagaimana dua pemain asal klub Manchester City bergantian masing-masing mencetak gol untuk negara masing-masing. Joleon Lescott untuk Inggris dan Samir Nasri untuk Prancis.

Sungguh, saya ini merasa bersyukur telah bertemu Khorloo dan dapat tiket katagori utama dengan harga relatif murah! [arp]


Baca juga:
Ceko-Yunani Mengincar Kemenangan
BANJIRI KHARKIV
Suporter Belanda Banjiri Kharkiv
Anas Urbaningrum: Rusia Kalahkan Polandia, Ceko Lawan Yunani Imbang
Polandia Jangan Lengah!

Komentar (0)

Nama
Judul
Komentar

Githok

blitz.rmol.co
 

Venna Melinda, Minta 40 Juta Per Bulan, Venna Kesal Di-bully

Venna Melinda disebut-sebut membahas empat persyaratan agar bisa rujuk den ...

 

Kiki Beberkan Foto Markus & WIL Di Ranjang

Wanita lain itu-itu aja. Patut diduga ada perselingkuhanGugatan perceraian ...

 

Miranda Kerr, Underwear Dicolong ABG Badung

Pakaian dalam Miranda Kerr dicuri. Para pelakunya, The Bling Ring, istilah ...

 

Eva Longoria, Organ Intim Kejepret Fotografer

Eva Longoria mengalami wardrobe malfunction yang sangat memalukan saat men ...

 

Pevita Pearce, Payudaranya Dipuji Dunia

Pevita Pearce dikenal memiliki tubuh yang seksi. Ternyata pujian ini ada j ...

 

Fairuz Dan Suami 6 Bulan Tak Bertemu

Di Twitter, Fairuz berkicau sakit hati seperti diselingkuhi. Dia berharap ...

 

Widy Vierratale, Rajin Check Up

Sibuk menyanyi, Widy vokalis Vierratale sangat peduli dengan kesehatan. Ap ...

 

Fan Bingbing, Ngetop Pake Cara Licik

Popularitas Fan Bingbing terus melesat tajam. Bahkan, popularitasnya berha ...

 

Amanda Seyfried, Rambut Indah Jarang Keramas

Dalam surveinya, brand pakaian dalam Victoria’s Secret mendaulat Amanda ...

www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II