Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Imam Masjid Gaza: Al Quds adalah Persoalan Umat Islam di Dunia
Rabu, 13 Juni 2012 , 07:16:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

AREA AL AQSHA/IST
  

RMOL. Masjid al Aqsha bukan sekedar milik umat Islam di Palestina, melainkan masjid milik umat Islam di seluruh dunia. Masjid itulah yang menjadi titik tolak Nabi Muhammad SAW saat menuju Sidrat al Muntaha dalam peristiwa Miraj.

"Masid al Aqsha juga merupakan kiblat pertama umat Islam, dan mesjid suci setelah masjid al Haram di Mekkah," kata Imam Masjid Gaza, Syaikh Mahmud Hashem Anbar, saat berkunjung ke Redaksi Rakyat Merdeka Online, Selasa malam (12/6).

Karena itu, Mahmud meminta seluruh umat Islam di dunia, khususnya di Indonesia, untuk berbuat bagi Masjid al Aqsha dan menjadi bagian dalam upaya pembebasan Palestia dari penjajahan kaum zionis. Dan itulah salah satu tujuan dia datang ke Indonesia untuk menghadiri Konfrensi Internasional Al Quds dan Palestina yang akan berlangsung di Bandung pada 4-5 Juli 2012.

"Kita harus berbuat bagi Palestina. Persoalan di Palestina bukan hanya masalah warga disana melaikan menjadi masalah umat Islam di dunia," ungkap Mahmud, yang juga dosen di Universitas Islam Gaza.

Dalam kesempatan ini, Mahmud juga mengakui bila sebagian negara-negara Arab seolah-olah diam atas kondisi yang terjadi di negeri para nabi itu. Namun Mahmud sedikit memaklumi karena pemerintah di sebagian negara-negara Arab itu takut terhadap Isarel dan koalisinya, teutama Amerika Serikat.

"Dalam konteks ini, negara-negara Arab sudah terikat dengan fakta sebagi sebuah negara, yang khawatir untuk terlibat dalam urusan negara Palestina. Namun sebagian sebuah bangsa, dan terutama sebagai sesama muslim, kita tetap berharap perhatian dari dunia Islam, dan bukan hanya yang ada di jazirah Arab," demikian Mahmud. [ysa]


Baca juga:
KISPA: Gaza Masih Diblokade Zionis Sampai Detik Ini
Dunia Internasional Harus Bebaskan Al-Quds
Hamas Gantung Tiga Kaki Tangan Israel
Israel Deportasi Warga Palestina Gara-gara Mogok Makan
Mujtahid juga Ditolak Masuk Jordania setelah Munarman

Komentar (6)

Nama
Judul
Komentar
  1. hahaha Hamas mabookk
    13.06.2012, 17:19 WIB
    Komentator: pollos
    Hamas mabok lo yee. Sulaiman atau salomon adalah orang yahudi yang dibenci muslim. Dia bukan arab. yang dia bangun adalah Bait Allah untuk pemujaan agama yahudi, dan bukannya mesjid islam. Addduuuuuuh guuuooobblok banget siiiihhh islam2 neh
  2. Polos ama Murtadin emang Bodoh
    13.06.2012, 14:13 WIB
    Komentator: Hamas
    Polos: ibarat lalat yang menempel di baju seseorang kemudian terbang ke Singapura dalam waktu satu jam. Satu jam kemudian orang itu balik lagi ke Indonesia. Si lalat dalam dua jam bisa bolak-balik ke Singapura. Sayang, si polos ini mirip lalat yang blm pernah ke Singapura lalu menganggap aneh lalat yang menempel di baju tadi. Jangan gunakan logika semesta dengan logika polos yang seotak lalat kampungan!

    Kedua, polos dan murtadin tidak tahu ya. Masjid AQHSA sudah dibangun sejak era nabi Sulaiman. keliatan skali bodohnya...
  3. AL AQSHA BELUM ADA PADA ZAMAN MUHAMMAD
    13.06.2012, 10:46 WIB
    Komentator: MURTADIN
    Berdasarkan tinjauan historis masjid Al AQSHA belum dibangun atau ada pada zaman Muhammad , masjid itu di bangun oleh seorang sultan arab berpuluh puluh tahun setelah Nabi Muhammad tiada atau MATI , jadi cerita Muhammad naik ke surga Dari masjid AQSHA adalah chayalan saja, atau cerita karangan. Pada zaman Nabi Muhammad waktu itu di Jerusalem belum Ada umat Muslim , bagaimana belum ada umat Muslim , kok ada masjid, so cerita Miraj Nabi adalah cerita bohong tidak didukung fakta sejarah.
  4. kebohongan muslim hahaha
    13.06.2012, 08:44 WIB
    Komentator: pollos
    Muslim benar-benar percaya bahwa Allah memberikan Quran secara langsung kepada Muhammad melalui Jibril, dan tidak ada satupun kata atau koma didalam Quran telah diubah.

    OK, mari kita uji pernyataan di atas. Ada Hadith yang menceritakan bahwa Muhammad pada suatu malam, menaiki seekor kuda bersayap yang membawa dia ke Masjidil Haram (Kabah) kemudian ke Masjidil Aqsa (= mesjid terjauh = di Yerusalem) dan kemudian ke langit tingkat 7, dimana kepadanya diperlihatkan surga dan neraka, dan kemudian dibawa kehadapan Allah. Cerita ini diterima Muslim dan disebut dengan peristiwa [Isra] Mi’raj, yang juga tercatat dalam Quran.

    17:1. Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.


    Ok-lah, mari kita berbaik hati dengan menganggap kalau kuda-poni bersayap milik Muhammad bisa terbang dengan kecepatan cahaya (kecepatan yang tercepat di jagad raya ini). Maka menurut perhitungan ilmuwan dibutuhkan waktu 8 tahun untuk mencapai tata surya terdekat dan 30 juta tahun untuk mencapai batas alam semesta yang dikenal manusia saat ini. Padahal Muhammad hanya punya 1 malam, jadi menurut Quran, surga jaraknya tidak akan lebih dari 0.03% dari tata surya terdekat. Jadi lumayan dekat-kan jarak surga-bumi. Apalagi kalau kita tinjau lebih jauh, bahwa tidak mungkin kuda poni bisa terbang di luar atmosphere bumi, tentu jarak surga sebenarnya menurut Quran adalah lebih dekat lagi. Saya sangat heran, mengapa dengan teknologi yang sekarang kita punya tidak seorangpun yang menemukan dimana surga itu, walaupun jaraknya sangat dekat? Hal yang lain yang janggal adalah, mengapa Muhammad harus pergi dulu ke Yerusalem (Masijidil Aqsa) sebelum pergi ke surga, apakah pintu gerbang surga ada di Yerusalem?

    Hal yang paling aneh dari cerita ini adalah, Masjidil Aqsa yang menjadi spot penting di cerita ini, sebenarnya dibangun SESUDAH Muhammad wafat.

    Ketika Omar menaklukkan Yerusalem, ia sholat di suatu tempat yang dulunya adalah Bait Sulaiman, taja diraja kaum Yahudi. Bangsa Romawi menghancurkan kuil ini pada 70M. Sejak saat itu, tidak ada kuil, gereja, atau masjid di tempat itu. Tapi kemudian Kalif Abd-Malik ibn Marwan yang akhirnya membangun the Dome of the Rock (Batu Kubah) pada tahun 691M, atau 72 tahun sesudah hijrah. Dan Masjidil Aqsa dibangun di atas reruntuhan Temple Mount pada akhir abad 7. Hal ini dilaporkan oleh “The Concise Encyclopedia of Islam” karangan Harper
  5. hoax
    13.06.2012, 08:22 WIB
    Komentator: pollos
    hahahaha ko kejadian isra miraj nya sebelum mesjidnya dibangun sih.hahahaha bohong saja kau ini
  6. negara ...
    13.06.2012, 07:57 WIB
    Komentator: orang indonesia berbicara
    negara boleh terpisah tapi mesjid ini tetap milik umat muslim

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Menghidupkan Kembali Ekonomi Pantai Barat


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II