Rabu, 13 Juni 2012 , 08:40:00 WIB
![]() PRESIDEN SBY |
RMOL. Hari ini rencananya Presiden SBY akan mengumumkan nama menkes baru. Pengumuman akan dilakukan di Istana Bogor. Selain menkes, Presiden juga direncanakan mengumumkan pengganti wamen ESDM, kepala BPN dan kepala BKPM.
Hal ini diungkapkan Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha. “Ya besok akan diumumkan oleh Presiden di Istana Bogor,” ucap Julian di Istana Negara, Jakarta, kemarin.
Kenapa di Istana Bogor? Bisa jadi karena hari ini Presiden memang bakal seharian berkantor di sana. Menurut jadwal yang diterima wartawan Istana, pukul 11.00 WIB, Presiden dijadwalkan bertemu sesepuh TNI. Sekitar 3 jam kemudian, SBY juga dijadwalkan berpidato soal konservasi hutan.
Sejumlah nama yang diprediksi mengisi posisi-posisi di atas sudah bertebaran di kalangan wartawan Istana. Untuk kursi menkes ada nama Nafsiah Mboi. Wamen ESDM akan diisi Rudi Rubiandini. Kepala Badan Pertanahan (BPN) akan diduduki Hendarman Supandji. Sedang jabatan kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan ditempati ekonom Chatib Basri.
Apa nama-nama di atas akurat? Julian tidak mau menjawab. “Saya tidak bisa memberikan konfirmasi nama selain menyatakan bahwa pengumuman menkes, wakil menteri serta para kepala badan akan diumumkan Bapak Presiden dalam waktu dekat,” imbuh Julian.
Pernyataan senada juga diungkapkan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. “Saya nggak boleh ngomong,” ucapnya singkat.
Menteri ESDM Jero Wacik juga enggan berspekulasi siapa nama yang akan mendampinginya. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden. “Saya tidak tahu,” kata Jero Wacik.
Bagaimana tanggapan nama-nama yang disebut di atas? Rudi Rubiandini, Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas, tidak membantah kabar ini. “Masih menunggu kepastian dari Presiden. Semoga diselamatkan menjadi jalan amal, amin,” ujar Rudi melalui pesan pendek, kemarin.
Sekadar informasi, Rudi telah lama berkecimpung di dunia minyak dan gas. Rudi dan Widjajono Partowidagso, wamen ESDM yang wafat April lalu, sama-sama lulusan Teknik Perminyakan Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebelum menjabat sebagai deputi, ia pernah menjadi Sekretaris Korporat di BP Migas. Sebagai profesor, saat ini ia masih aktif sebagai guru besar di ITB.
Bagaimana dengan Hendarman? Berkali-kali dihubungi, tadi malam, bekas jaksa agung ini tidak mengangkat teleponya. Hendarman adalah jaksa agung di dua periode. Di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) I dan KIB II. Namun Hendarman diberhentikan September 2010, setelah Mahkamah Konstitusi menyatakan, pengangkatan Hendarman sebagai jaksa agung di periode KIB II tidak sesuai dengan UU No 16 tahun 2004 tentang Kejaksaan.
Sama dengan Hendarman, Chatib Basri juga tidak bisa dikontak. Bedanya, saat nada dering baru mengalun, dia langsung mematikan teleponnya. Namun dilihat dari CV-nya, Chativ cukup mumpuni. Lulusan Fakultas Ekonomi UI ini pernah duduk sebagai Penasehat Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006-2010) dan Deputi Menteri Keuangan untuk G-20 (2006-2010). Saat ini selain menjadi Wakil Ketua Komite Ekonomi Nasional, ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi UI.
Sebelumnya, Nafsiah Mboi, Sekretaris Nasional Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) hanya tertawa menanggapi kabar dirinya bakal ditunjuk menggantikan mendiang Endang Rahayu Sedyaningsih. “Kalau jadi kandidat sih sejak tahun 2004,” kata Nafsiah.
Ketika ditanya apakah sudah dihubungi pihak Istana, Nafsiah berkomentar, “ah, kalian ini memang pintar memancing kabar burung dan burungnya. Sudah ya,” ujar Nafsiah. Kendati demikian, dia tidak membantah ada komunikasi antara dirinya dan pihak Istana. “Komunikasi ada, tapi tentang AIDS, kesehatan, dan lainnya,” kilahnya. [HARIAN RAKYAT MERDEKA]







