IndiHome Digital Home Experience
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan
KemenPUPR

MANUVER FKPD

Prinsip Politik Santun dan Demokratis Partai Demokrat Jadi Dusta

 KAMIS, 14 JUNI 2012 , 16:20:00 WIB | LAPORAN:

Prinsip Politik Santun dan Demokratis Partai Demokrat Jadi Dusta

ILUSTRASI

RMOL. Upaya dan manuver Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator (FKPD) Partai Demokrat dinilai tidak lazim dan merusak pembentukan partai modern. Prinsip politik santun yang menjadi motto Partai Demokrat dipertanyakan.
Penilaian itu disampaikan Pengamat Politik dari Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti, di Jakarta, Kamis (14/6).

Dalam organisasi modern, kata Ray, tak ada diatur AD/ART partai soal mekanisme pertemuan dewan pembina partai dengan para deklarator yang sudah berada di luar partai.

Dia menyebut, dari sisi legitimasi hukum, FKPD tidak ada dalam struktur partai. Sehingga motif politik antara lain upaya untuk menyingkirkan Anas, sangat kental. Meskipun tokoh-tokoh FKPD membantahnya.

Terkait legitimasi FKPD, menurut Ray, forum itu sah-sah saja sebatas ajang pertemuan. Namun mereka tak boleh mendesakkan pemunduran seorang ketua umum partai.

"Justru mereka membuat masalah baru. Apa yang mereka lakukan itu tak elok. Mereka telah membuat prinsip partai modern dan demokratis jadi rusak. Prinsip politik santun dan demokratis menjadi dusta. Yang ada hanya politik ademokratis," tandas Ray.

Dia juga mengingatkan sosok pendiri seperti Vence Rumangkang yang menginisiasi FKPD, kata Ray, sudah pernah keluar dari PD dan membentuk partai baru.

"Dia keluar partai, bahkan mendirikan parpol baru. Itu sudah tambahan masalah. Eh malah dalam pertemuan-pertemuan itu ada pembicaraan soal melengserkan ketua umum," tambah Ray.

Ray mengingatkan, Anas adalah ketua umum sah yang dipilih berdasarkan Kongres partai. Secara hukum, posisi Anas masih bisa bertahan karena hanya melalui kongres seseorang bisa diangkat atau diturunkan sebagai ketua umum.

"Dari perspekti hukum dan legal formal, posisi Anas sah," tuturnya. [mar]

Komentar Pembaca
Jadikan Jakarta bermutu

Jadikan Jakarta bermutu

JUM'AT, 30 SEPTEMBER 2016 , 19:15:00

Gusur Bukit Duri, Ahok Ingkari Janji Jokowi

Gusur Bukit Duri, Ahok Ingkari Janji Jokowi

KAMIS, 29 SEPTEMBER 2016 , 17:11:00

Untuk Jadi Gubernur DKI Gak Harus Tunggu Jadi Jenderal