Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Sutan: Jangan Langsung Memvonis-lah
Jum'at, 15 Juni 2012 , 23:00:00 WIB
Laporan: Yessy Artada

SUTAN BHATOEGANA/IST
  

RMOL. Biarkan fakta berbicara, apakah Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Ubaningrum terlibat dalam dugaan korupsi dalam proyek sport centre Hambalang.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai Demokrat, Sutan Bhatoegana saat berbincang dengan Rakyat Merdeka Online usai nonton bareng film 'Soegija' di Plaza Senayan, Jakarta, Jumat malam (15/6).

"Fakta yang nanti akan berbicara. Kalau orang itu bermasalah pasti otomatis akan terbukti, jangan langsung memvonis," ucap Sutan.

Seseorang dikatakan bersalah atau tidak, itu dibuktikan di pengadilan.

Lebih lanjut, Sutan pun meminta agar kasus ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu, termasuk internal partai untuk membocori perahu Demokrat.

"Tenang saja, kalau ada tersangka ya langsung dicopot," terang Sutan yang juga baru menjabat sebagai Ketua Komisi VII ini. [arp]


Baca juga:
Teguran SBY untuk Seluruh Kader, Bukan Orang Tertentu
Sabar, SBY Punya Banyak Rencana untuk Anas
Sutan Bhatoegana: Semakin Cepat Semakin Baik
Ruhut Sitompul: Kawan-kawanku, Apa Salahnya Mundur Sementara
Anas Urbaningrum: Upaya Penggulingan Akan Gagal

Komentar (3)

Nama
Judul
Komentar
  1. Cari dukungan untuk CAGUB sumut
    16.06.2012, 08:39 WIB
    Komentator: SETAN BATUNUNGGAL
    Bhatugana sangat aktif melakukan konsolidasi Dan rekonsiliasi parta* demokrat agar Anas tetap diterima parta* demokrasi, tidak lain Sutan bhatugana si muka " SETAN " sedang berupaya mencari peluang Dan pendukung untuk mencalonan dirinya sebagai kandidat gubernur sumut period mendatang. Itulah langkah akal- smskan Sutan si muka "SETAN ".
  2. ayo
    16.06.2012, 00:38 WIB
    Komentator: Kelik
    Bubarkan parta* Demokrat saja.NKRI nggak overload lagi,oke!
  3. cugito
    15.06.2012, 23:30 WIB
    Komentator: Markuwat
    emang betul... jam terbang anas di kancah organisasi politik jauh diatas sby... anas berorganisasi politik sejak smp di ippnu... sampe sekarang ya lebih dari 30th.....

    sedang sby baru setelah pensiun dari tentara diriken demokrat... yah gak sampe 15th... sementara ditentara tdk ada politik... semuanya serba komando.....

    jadi susah sby nglawan anas....... lihat aja anas... betapa cantik dan tenang langkah2 politiknya sambil mengoper umpan2 cantik... kadang umpan melambung tinggi... kadang passing dg sangat cepatnya menohok dari arah lambung... dan mainkan bidak2 yg sungguh amat jitu.... sembari langkah2 kuda yg tak terduga arahnya... kadang juga dg umpan2 kecil yg menipu... yg kemudian dioper kepihak lawan yg belum siap yg kemudian mati langkah..... kadang tendangan melambung tinggi langsung kekotak pinalti..

    sementara sby kelihatan banget tdk bisa mengimbangin permainan anas... dia terlihat sangat grogi.... emosi.... dan tabrak sana tabrak sini... kadang ngajak penonton utk mau menerima curhatan dia... kadang bengong gak tahu mau berbuat apa... karena bola selalu tak terduga datangnya.. dan langkah2 kuda tg menohok tendangannya... sementara anas sambil senyum2 melihat sby kayak anak kecil nangis yg kehilangan mainannya yg diambil kawannya... itulah... anas pake jurus ksatria bertabur bunga... sementara sby pake jurus.. dewa mabuk.....

    kita lihat aja nanti gimana akhir permainan... anas... apa sby yg menang.... ato adu pinalti.... senjata pamungkas anas adalah tiji tibeh..... mati siji mati kabeh..... dan kartu2 permainan di kpu semuanya dipegang anas... bukan sby...

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II