Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Pendiri Partai Demokrat: Anas Urbaningrum Punya Kartu Truf
Sabtu, 16 Juni 2012 , 14:57:00 WIB
Laporan: Zulhidayat Siregar

ANAS URBANINGRUM
  

RMOL. Imbauan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY supaya kader partai yang terlibat kasus korupsi segera mengundurkan diri dari Demokrat, terlalu bias. Takkan ada kader partainya yang menaatinya.

"Imbauan itu akan seperti angin lalu. Tak bakalan diikutin, karena mana ada sih pencuri yang mau terus terang? Kalau mundur, ya keenakan KPK, tinggal nangkap satu-persatu. Jadi, dalam hal ini, SBY kurang piawai, kemasannya salah, mestinya nggak begitu," ujar pendiri Partai Demokrat, Soekartono, seperti dikutip dari Harian Rakyat Merdeka, edisi hari ini.

Bekas Ketua Fraksi Demokrat DPR itu menuturkan, imbauan mundur seharusnya tidak disampaikan secara terbuka. Kalau sudah tahu kader yang kira-kira terlibat kasus korupsi, panggil saja yang bersangkutan, dan dikasih tahu baik-baik, jangan diteriaki di depan umum.

Soekartono yang ikut bersusah payah membangun Partai Demokrat menyatakan, daripada menyuruh orang-orang yang diduga terlibat korupsi keluar dari Demokrat, lebih baik memutuskan nasib Angelina Sondakh yang statusnya sudah menjadi tersangka.

"Anas Urbaningrum saya lihat posisinya sekarang bagus, karena ia punya kartu truf. Kalau saya jadi pimpinan Partai Demokrat, daripada bersitegang masalah ini, lebih baik kerja sosial di daerah untuk membantu rakyat yang kesusahan. Buat rakyat itu ada manfaatnya daripada udrek-udrekan," ujarnya. [zul]


Baca juga:
Pidato SBY Soal Parpol Korup Bikin Arus Bawah Saling Curiga
Sebaiknya SBY Mengundurkan Diri Sebelum Dijebloskan Anak Buah
Demokrat Selamat Kalau SBY Pecat Anas
Kasus Hukum Anas Bukan Penyebab Anjloknya Demokrat
Ruhut Tak Yakin Anas Berani Menentang SBY

Komentar (9)

Nama
Judul
Komentar
  1. - PARTAI KORRUP
    20.06.2012, 09:38 WIB
    Komentator: naekgp
    Capek,jenuh muak dan bosan lihat dan dengar ocehan petinggi2 parta* Demokrat. Selamat Tinggal...

    Capek,jenuh muak dan bosan lihat dan dengar ocehan petinggi2 parta* Demokrat. Selamat Tinggal...

    Capek,jenuh muak dan bosan lihat dan dengar ocehan petinggi2 parta* Demokrat. Selamat Tinggal...
  2. Pertanyaan Buat NAZARUDIN
    17.06.2012, 18:34 WIB
    Komentator: KEPALE BENJOL
    Apakah ada aliran dana ke parta* demokrat??, apakah ada dana masuk kantong Ibas??, apakah Ada aliran ke ibu Ani Yudoyono ??? tolong lah nazar ungkap sejujurnya,
  3. JANGAN BAWA BAWA RAKYAT,MONYET SONO PELESIRAN...!
    16.06.2012, 20:13 WIB
    Komentator: WA LETOY
    yah..lagi lagi rakyat buat cuci nama,dulu kalian berjuang demi rakyat,begicu berhasil ta* kebo.tuh...lihat si nasdem dalem iklannya di tv uih...demi rakyat demi rakyat.AH...KONTOL SEMUA SUDAH KEGATELAN,HE...HE..HE...SAYA NYARI MAKAN DI GOT SAMPAH NYARI BARANG BEKAS SIAPA PEDULI.
  4. - MEMANG PUNYA KARTU TROEF KOK!
    16.06.2012, 19:49 WIB
    Komentator: DEMOSEKARAT
    Memang Anas punya kartu troef kok. Kalau tidak, sudah dari sejak disebut2 di persidangan Anas sudah disuruh mundur. Bukannya di himbau2. Dipersidangan disebut2 adiknya Andi Malarangeng yaitu Choel Malarangeng menerima uang 20M. Tapi Choel membantahnya dan mengatakan sudah dikembalikan 10M. Lha yang 10M-nya kemana? Itulah kartu troef Anas, jangan2 uang itu mengalir ke tetangga disebelahnya. Itulah kartu troefnya hingga SBY tidak berani memaksa.
  5. - Pengamat komentator
    16.06.2012, 19:06 WIB
    Komentator: Aminah
    @Lebay (komentator paling bwah), judul komen anda "Tidak berguna".
    Betul komen anda memang tdk berguna dan isinya Lebay.
  6. - beye ga bakal brani mcm2 sama si Anus
    16.06.2012, 18:52 WIB
    Komentator: ANakAsu
    Si Anus sangat berperan atas kemenangan sibeye pd pemilu thn lalu..makanya sibeye ga brani mcm2..
  7. KORUPTOR LEBIH JAHAT DARI MALING MOTOR
    16.06.2012, 18:47 WIB
    Komentator: NAZAR
    KPK PERLU MENIRU CARA POLISI DALAM MENGUSUT PERKARA, PANGGIL TERSANGKA, LETAKKAN KAKI MEJA DIATAS KAKI TERSANGKA DAN POLISI BERDIRI SEKALI-KALI DUDUK DIATAS MEJA HE HE HE DIJAMIN TERSANGKA AKAN MEN-IYA-KAN TUDUHAN PENYIDIK TERMASUK AKAN BERCERITA SIAPA YANG TERLIBAT ATAU KALAU TIDAK JANGAN DISAKITI BADANNYA TAPI TARUH KALAJENGKING, TAWON ATAU DIGELITIK SAMPAI TERSANGKA MENG-IYA-KAN HE HE HE SETERUSNYA URUSAN PENGADILAN.
  8. Hiiiii....... takuuut.
    16.06.2012, 18:08 WIB
    Komentator: Akong
    Kalau Bendahara PD (sekarang mantan) sudah jadi terpidana, wakil sekjen PD sudah tersangka. Sudah pasti "patut diduga" sekjen PD juga terlibat, apalagi ketum PD. Nah kalo ketum PD dilibas, pastilah sekjen PD juga harus dilibas juga. itulah sebabnya SBY dan sang permaisuri sekarang sedang ketakutan. Ini analisis yang sangat sederhana dan sangat mudah dipahami.
  9. Tidak berguna
    16.06.2012, 15:44 WIB
    Komentator: Lebay
    Punya kartu truf di antara internal Demokrat, nggak berguna buat NKRI. Penghianat NKRI harus musnah di NKRI. KPK cuma ngomongnya saja tidak bisa diintervensi siapapun. Kalau kerjanya memble sebenarnya menunjukkan bisa diintervensi, jadi sama, jika tidak berguna harus musnah di NKRI. Semuanya penghianat ibu pertiwi, ngomongnya saja beragama, padahal najis.

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Menghidupkan Kembali Ekonomi Pantai Barat


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II