Sheva Masih Yakin, Suporter Pesimis
Sabtu, 16 Juni 2012 , 20:56:00 WIB
![]() RMOL |
RMOL. Harapan tinggi warga Ukraina untuk menyaksikan timnya terus melaju di Euro 2012 memang agak terhambat setelah kalah dari Prancis pada matchday ke dua, kemarin (Jumat, 15/6). Kekalahan itu membuat pasukan Zhovto Blakytni (kuning-biru) tertahan di peringkat 3 Grup D, di bawah dua unggulan, Prancis dan Inggris yang masing-masing punya nilai 4.
Untuk bisa lolos ke perempat final, salah satu tuan rumah Euro bersama Polandia ini harus menang atas Inggris pada pertandingan terakhir penyisihan grup D, Selasa (19/6) lusa. Seri, apalagi kalah, berarti Andriy Shevcenko dan kawan-kawan harus puas jadi penonton di negerinya sendiri.
Padahal, sebelumnya mania bola Ukraina sangat yakin timnya kembali bisa menang, saat tanding lawan Prancis, sekaligus memastikan lolos ke perempat final. Setelah menang 2-1 atas Swedia pada matchday pertama Senin (11/6) lalu, mereka berharap Shevchenko dan kawan-kawan kembali menang.
Koran Kyiv Post, koran berbahasa Inggris di Kiev, memasang headline dengan judul High Hopes pada edisi Jumat (15/6), atau pada hari laga Ukraina vs Prancis. Judul besar itu dilengkapi dengan foto para suporter Ukraina yang tengah merayakan kemenangan atas Swedia, dengan ukuran setengah halaman.
Sebelum laga lawan Prancis itu, warga Ukraina memang berharap timnya tidak kalah dari Prancis. Itu terlihat dari wajah-wajah gembira puluhan ribu suporter yang berbondong-bondong memenuhi Fan Zone di Kiev. Pria wanita, tua muda, remaja, bahkan anak-anak tumplek blek, menguningkan kawasan khusus suporter di Jalan Khreschatyk itu. Mereka terus bernyanyi-nyanyi. Sesekali berteriak: Ukraina .... Ukraina, sambil bertepuk tangan. Malam itu, mereka masih sangat optimistis.
Namun, wajah-wajah ceria itu berubah lesu, ketika akhirnya pertandingan berakhir dengan skor 2-0 untuk Prancis. Meski tidak sampai membuat onar, mereka pulang dengan wajah tidak lagi segembira saat berangkat lagi.
"Jadi sulit. Karena, terakhir kami harus melawan Inggris," kata Alex, warga Ukraina yang bekerja jadai staf di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kiev.
Dia makin pesimistis karena pertandingan lawan Inggris itu digelar di Donetsk. Menurut Alex, timnas Ukraina jarang menang kalau main di kota yang berjarak 700 kilometer dari Kiev itu.
"’Donetsk seolah bukan kandang kami. Kami sering kalah kalau main di sana," katanya.
Menurut dia, banyak fans bola Ukraina yang kecewa saat undian UEFA menetapkan Ukraina main di Donetsk dua kali, sementara di Kiev hanya sekali. Sebaliknya, para pemain timnas Ukraina tetep optimistis. Mereka menganggap Inggris bisa dikalahkan.
"Kami masih punya kesempatan. Jika kami mengalahkan Inggris, kami akan melaju (ke perempat final)," kata Shevchenko, bintang sekaligus kapten Ukraina, dikutip Kyiv Post.
Sementara pelatih Ukraina Oleg Blokhin di koran yang sama mengatakan, akan berusaha keras membawa anak asuhnya menang. "Kami akan ditembak oleh para fans jika gagal," katanya. [dem]







