Dewan Pembina: Tidak Mustahil Demokrat Gagal Jadi Pemenang Pemilu 2014
Minggu, 17 Juni 2012 , 12:17:00 WIB
Laporan: Yessy Artada
 HAYONO ISMAN | |
 |
RMOL. Berdasarkan survei lembaga survei Indonesia (LSI), tingkat elektabilitas Demokrat anjlok dan menyentuh angka 10 persen. Kini, Demokrat tinggal menunggu waktu saja, apakah akan turun dan berada di bawah 10 persen atau tidak.
"Bila hal tersebut terjadi maka kami akan membutuhkan energi besar untuk mendongkrak kembali, dan bukan mustahil gagal menjadi pemenang pemilu 2014," kata anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman, saat dihubungi beberapa saat lalu (Minggu, 17/6).
Karena itu Hayono kembali meminta kader Demokrat yang tersangkut kasus korupsi untuk segera mengundurkan diri saja. Dan Hayono meminta kepada DPP untuk segera menuntaskan persoalan ini.
"Silakan masalah ini dibahas di rapat DPP untuk ambil langkah politik internal untuk selamatkan partai. Kita menunggu sikap kesatria dan kedewasaan DPP," ungkapnya.
Menurut Hayono, DPP jangan hanya sekedar menunggu proses hukum yang sedang berjalan. DPP harus mengambil langkah politik yang tidak mengedepankan kepentingan pribadi demi martabat partai.
"Jangan ragu mengambil langkah drastis yang diperlukan untuk menahan laju turunnya citra partai di hadapan publik," demikian Hayono. [ysa]
-
- PARTAI KORRUP
20.06.2012, 09:36 WIB Komentator: naekgp |
Capek,jenuh muak dan bosan lihat dan dengar ocehan petinggi2 parta Demokrat. Selamat Tinggal...
Capek,jenuh muak dan bosan lihat dan dengar ocehan petinggi2 parta Demokrat. Selamat Tinggal...
Capek,jenuh muak dan bosan lihat dan dengar ocehan petinggi2 parta Demokrat. Selamat Tinggal... |
-
BERSIH-BERSIH JANGAN HANYA DI MULUT DOANG !
18.06.2012, 07:25 WIB Komentator: dogol |
| Pecat Anas, Andi Malarangeng dan Andi Nurpati, insya Allah Demokrat dapat terselamatkan !!! |
-
percuma
17.06.2012, 22:16 WIB Komentator: fuad |
| berbenah pun percuma, rakyat sdh terlanjur muak dan tdk akan memilih lagi............. |
-
PD pecundang 2014
17.06.2012, 21:16 WIB Komentator: Idem Dito |
| Bukan tidak mustahil, sudah pasti pd jadi pecundang 2014. Pemimpinnya sinetron pencitraan, tidak mampu bertindak, lelet bin jawara wacana gombal. Plus pendukung utama pembudidayaan KKN. Lingkaran satunya penuh pengkhayal n idem dito |
-
Sudah Pasti Ancur Lebur
17.06.2012, 16:15 WIB Komentator: PALEGUNDUL |
| Parta* Dongo pasti Ancur Lebur selame Anas Urbaningrum dedemit perampok duduk di kursi DPP parta* dongo.( PD ). |
-
Angan-angan tukang cendol
17.06.2012, 16:06 WIB Komentator: Wan Abud |
| Heran ......, koq masih berambisi saja mau jadi pemenang pemilu lagi. Kalau ngomong itu mikir dong tuan Hayono Isman, apa kau anggap selama ini Demokrat sudah besar jasanya dan membawa banyak kemajuan bagi bangsa ini ?. Dengar omonganmu, orang yang masih waras pikirannya koq kayaknya mau muntah. Sadar nggak sih kau ngomong kayak gitu ?. Ingat ..... !!, negara ini titipan dari anak cucu kita. Bukan hak milik Demokrat, parta* yang dipenuhi oleh orang-orang yang tamak dan serakah. |
-
Bubar yok bubar !
17.06.2012, 15:28 WIB Komentator: Akar rumput Demokrat |
| Bener kata @Markuwat Jangan mau dipecah belah ! tetapi lebih baik dibikin bubar saja! Lihat antara WANBIN dan stuktural DPP sudah saling cakar, tinggal tunggu waktu bubarnya, Yok rame-rame tinggalkan Demokrat. |
-
Demokrat tetap kompak
17.06.2012, 14:52 WIB Komentator: Markuwat |
| Jangan mau dipecah belah ! |
-
bubarkan saja parti demokrat
17.06.2012, 13:50 WIB Komentator: haryanto |
| kalau nanti anas dan andi terbukti terlibat atau dalang mega korupsidi hambalang sebaiknya parta* demokrat dibubarkan saja dan dinyatakan sebagai parta* terlarang di indonesia |
-
selamatkan indonesia dari korupsi sistemik
17.06.2012, 13:19 WIB Komentator: paijo |
| saya berharap demokrat segera bubar..!! partay sampah.. |
-
Demokrat
17.06.2012, 12:43 WIB Komentator: Mala |
| Saya tidqak suka dengan korupsi yang dilakukan siapapun tetapi perryataan Hayono Usman dan SBY yang meminta para kader demokrat yang diduga tersangkut korupsi untuk mundur adalah bagian dari kepanikan yang tidak berdasar. Dimana etika berpolitik yang dari Hayono Usman dan SBY serta anggota2 PD yang berpikir seperti mereka? AD dan ART menyebutkan jika seseorang kader PD menjadi tersangka maka saat itulah baru dia mundur. Kenapa PD malah diam waktu Angelina Sondak menjadi tersangka, kenapa beberapa elit PD malah terkesan membelanya. Kenapa rame-rame menyerbu Nazaruddin padahal waktu itu dia belum tersangka. Sekarang Hayono dan SBY cs seolah-olah telah meyalahkan Anas Urbaningrum mendahului proses hukum kepadanya. Kenapa penghakiman terhadap Anas didasarkan bukan pada fakta Hukum tetapi pada fakta opini atau kata si Anu. Apakah SBY jika dituduh dengan opini sebagai koruptor mau mundur dari ketua Pembina PD walaupun belum ada fakta Hukumnya? Saya tidak suka kepada Anas jika dia terlibat korupsi tetapi marilah kita jangan menghakimi dia sebelum ada fakta hukumnya. Parta* Demokrat adalah parta* yang menjunjung ketaatan kepada hukum, buktikan itu Hai SBY dan Hayono Usman. Para kader Demokrat, hati-hati dengan manuver Hayono Usman, dia kelihatannya seperti Musang berbulu ayam, dia punya agenda menggantikan posisi Anas tapi dia butuh legiimasi. |