Rabu, 20 Juni 2012 , 08:26:00 WIB
![]() MARUARAR SIRAIT/IST |
RMOL. Semua kader PDI Perjuangan harus bersyukur memiliki Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Selain menjadi sosok perekat dan pengayom di internal partai, sosok puteri Bung Karno ini juga masih dipercaya publik untuk memimpin Indonesia.
Kepercayaan publik kepada Megawati ini dapat dilihat dari berbagai survei. Beberapa lembaga survei, seperti Indobarometer, Jaringan Survei Indonesia (JSI) dan Center for Strategic and International Studies (CSIS), misalnya, masih memotret realitas di lapangan bahwa sosok Megawati masih berada di urutan pertama calon presiden yang paling dikehendaki. Bahkan terakhir, survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang digelar pada 2-11 Juni 2012 masih menempatkan nama Megawati di puncak dan masih mengungguli capres lain.
Tentu saja hasil survei ini patut dibanggakan oleh semua kader PDI Perjuangan. Bagaimana tidak, partai lain sudah menetapkan capres masing-masing. Sebut saja misalnya, Golkar sudah menetapkan Aburizal Bakrie, Gerindra sudah memutuskan Prabowo Subianto dan Partai Amanat Nasional (PAN) sudah mengusung Hatta Rajasa. Sedangkan PDI Perjuangan, hingga kini, belum menetapkan capres. Sebab berdasarkan Kongres III PDI Perjuangan, keputusan capres diserahkan kepada ketua umum, dan sampai saat ini belum memutuskan apa-apa.
Hal lain yang menarik dari survei ini terkait dengan capres yang diusung-usung partai masing-masing. Nama-nama sebagaimana disebutkan di atas sudah berkeliling ke berbagai daerah mensosialisasikan diri sebagai capres. Selain berbagai baliho yang terpampang di pojok-pojok jalan di berbagai daerah di Indonesia, mereka juga sering muncul di televisi baik dalam bentuk iklan. Sedangkan Megawati, selain belum pernah declare sebagai capres, juga belum pernah berkampanye.
"Ibu Mega berada di nomor satu, hingga satu setengah tahun ini, di saat Ibu Mega belum nyapres dan pada saat Ibu Mega belum berkampanye. Dan perlu ditegaskan soal survei, lembaga survei itu tidak ada satu pun yang dibiayai Ibu mega. Jadi masak sih kita sebagai kader PDIP tidak bersyukur," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Siarit, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 20/6).
Karena itu, Maruarar meyakini peluang pencapresan Megawati masih terbuka lebar. Apalagi, hal lain juga yang menarik, popularitas Megawati berada di atas PDI Perjuangan sendiri. Sebut saja misalnya hasil survei LSI Denny JA yang menyebutkan bahwa tingkat elektabilitas Megawati berada di level 18,3 persen, sedangkan tingkat keterpilihan PDI Perjuangan berada di level 14 persen. Artinya, figur Megawati tidak hanya didukung oleh pemilih PDI Perjuangan, tapi juga oleh masyarakat luas.
"Ini harus diapresiasi dan disyukuri PDI Perjuangan. Bayangkan, kita punya ketua umum yang diapresiasi cukup tinggi dari masyarakat," ungkap Ara, panggilan Maruarar Sirait.
Untuk memantapkan mesin partai menjelang pemilu 2014, Ara, yang juga Ketua Umum Taruna Merah Putih, menambahkan bahwa saat ini PDI Perjuangan sedang melakukan konsolidasi yang terus menerus dan berkesinambungan. PDI Perjuangan juga akan membuat berbagai program pemberdayaan untuk petani, nelayan, buruh, pemuda dan perempuan. Beragam progam ini dibuat untuk meningkatkan kesejahteran para petani, nelayan, buruh, serta pelaku usaha kecil menengah.
"Saya juga akan membuat kaderasi nasional pemuda tahun ini. Karena kalau partai mau bagus, rekruitmennya harus benar. Ideologi, loyalitas jadi nilai tambah," demikian Ara. [ysa]

- gak bakal menang














