PAN: Menteri Mangindaan Harus Copot Anak Buah
Kamis, 21 Juni 2012 , 20:05:00 WIB
![]() TEGUH JUWARNO/IST |
RMOL. Jatuhnya pesawat Fokker 27 milik TNI AU di Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur siang tadi menambah catatan hitam penerbangan tanah air. Dua bulan lalu, pesawat komersil Superjet100 jatuh menabrak tebing Gunung Salak, Bogor.
Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno, memandang perlunya dilakukan peninjauan ulang sistem penerbangan kita agar kecelakaan serupa tidak lagi terjadi.
"Musibah beruntun di dunia penerbangan ini semakin menegaskan bahwa harus ada audit secara menyeluruh sistem keselamatan penerbangan Indonesia," kata Teguh kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 21/6).
Jatuhnya pesawat Fokker 27 dan menimpa delapan rumah warga di Komplek Perumahan Rajawali, Halim menjadi benar-benar sangat disesalkan di tengah belum habis duka kita terhadap musibah Sukhoi Superjet100.
"Musibah ini sungguh mencoreng dunia penerbangan kita. Untuk itu, pejabat otoritas penerbangan harus dievaluasi," urainya.
Diingatkan dia, apapun penyebab kecelakaan, Menteri Perhubungan EE Mangindaan bertanggungjawab.
"Copot anak buah yang salah," tegasnya.[dem]







