Kamis, 21 Juni 2012 , 20:30:00 WIB
![]() ILUSTRASI | |
RMOL. Pengembangan usaha mandiri dengan dukungan jasa keuangan mikro terbukti mampu mengatasi masalah pengangguran. Karena itu, Pemerintah didesak mendorong perbankan dan lembaga keuangan lainnya memperluas akses permodalan usaha mikro dan kecil.
"Hingga kini, baru sebagian kecil dari sektor usaha kecil dan menengah yang mendapat bantuan modal perbankan," kata Manajer Program Pemberdayaan Ekonomi Kaum Muda Plan Indonesia, Sumarna Abdurahman dalam penandatangan MOU kerja sama implementasi pemberdayaan ekonomi kaum muda di Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, di Jakarta (Kamis, 21/6). Nampak hadir, Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja Bappenas, Rahma Iryanti, serta perwakilan Bank Dunia dan ILO.
Sumarna menambahkan, usaha kecil dan menengah telah menjadi penyelamat perekonomian nasional, dengan kontribusi menyerap lebih dari 96 persen total tenaga kerja di Indonesia. Data BPS menyebutkan, tahun 2010, dari total sekitar 93 juta tenaga kerja, 92,5 persen merupakan tenaga kerja di sektor usaha mikro dan kecil.
Dijelaskannya, sebagai lembaga kemanusiaan yang fokus pada pemenuhan hak anak, Plan Indonesia terus mendorong agar kaum muda khususnya perempuan mengembangkan potensi ekonominya.
Mulai pertengahan tahun ini, Plan Indonesia bekerja sama dengan Bappenas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Rembang memfasilitasi pengembangan usaha mikro dan pendidikan pengelolaan keuangan, dengan target membuka lapangan kerja bagi 4.000 kaum muda.
"Mereka diberikan pilihan untuk menjadi pekerja atau wirausaha," katanya.
Bagi yang memilih memasuki dunia kerja, Plan memfasilitasi training persiapan ke dunia kerja dan pelatihan teknik kejuruan. Sedangkan untuk yang memilih menjadi wirausahawan, diberikan pelatihan kewirausahaan serta akses jasa keuangan mikro.[dem]
















