Jum'at, 22 Juni 2012 , 11:47:00 WIB
![]() | |
RMOL. PDI Perjuangan memiliki mekanisme sendiri dalam menentukan siapa yang akan diusung sebagai calon presiden pada 2014 mendatang.
"Bahwa tidak perlu juga kita ikut-ikut aturan yang ada di partai lain," ujar Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Puan Maharani, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 22/6).
Mekanismenya yaitu, menyerahkan sepenuhnya kepada Sang Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri.
"Bahwa kami bersama-sama Ketum tentu, melihat gelagat politik untuk menetapkan siapa yang maju pada pilpres. Kita harus konsolidasi, baik internal dan eksternal terhadap pemenangan pileg (pemilihan legislatif)," sambung Puan.
Menurut Puan, percuma menyiapkan calon kalau tidak memenuhi syarat untuk mengusung pasangan capres-cawapres.
"Jadi kalau kemudian kita sekarang terburu-buru untuk maju dalam pilpres, ternyata tidak memenuhi persyaratan yang ada untuk apa? Apakah memang kita mencukupi untuk maju atau tidak maju ke pilpres. RUU Pilpres sampai saat ini masih dalam wacana untuk dibahas," urainya.
Meski begitu, Puan mengaku belum tahu mengenai besaran presentase persyaratan yang akan diputuskan dalam pilpres 2014. "Jadi kami (PDIP) tetap fokus pada konsolidasi partai untuk pemenangan pileg," papar Puan.
Wacana revisi UU Pilpres memang mulai santer dibicarakan. Pada Pilpres lalu, partai yang bisa mengajukan capres, adalah partai atau gabungan partai yang mempunyai kursi 20 persen di DPR atau memiliki 25 persen suara sah nasional.
Saat ini berkembang usulan, misalnya dari Hanura dan Gerindra agar partai yang lolos ke DPR hasil Pemilihan Umum 2014 mendatang bisa mengajukan pasangan capres. Syarat untuk lolos ke DPR mengantongi suara 3,5 persen.
Sementara Demokrat dan PAN mengusulkan, syarat mengajukan capres-cawapres diturunkan menjadi cukup mempunyai 15 persen kursi di DPR. Sedangkan PKB malah mengusulkan, agar syaratnya diperberat, yaitu harus mengantongi 25 persen kursi di DPR. [zul]
















