Rakyat Merdeka Online

Home

Share |

Kemana Saja SBY, Kok Baru Bicara Nasionalisme Sih!
Minggu, 24 Juni 2012 , 13:13:00 WIB
Laporan:

PRESIDEN SBY/IST
  

RMOL. Selama memerintah dan menjadi presiden, ada puluhan peraturan dan kebijakan SBY yang mencerminkan semangat de-nasionalisasi alias anti kepentingan nasional. Kebijakan-kebijakan tersebut sangat mendukung kepentingan asing di Indonesia.

"Dalam membuat kebijakan itu, SBY tetap tunduk pada kemauan tuan besar bernama IMF dan tunduk pada politisi dan mafia Berkeley. Bukan hanya di bidang ekonomi, kebijakan SBY yang pro-asing juga terjadi di bidang politik," kata pengamat ekonomi-politik dan kebijakan publik Ichsanuddin Noorsy kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Minggu, 24/6).

Karena itu, Noorsy tidak percaya bila sejumlah kebijakan SBY belakangan ini dianggap sebagai cerminan dari sikap nasionalisme. Di antara kebijakan itu antara lain Peraturan Presiden (Perpres) soal Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah yang bisa mendorong penggunaan produk-produk dalam negeri secara optimal. Kebijakan kedua SBY adalah soal divestasi saham miberba yang tertuang dalam dalam Peraturan Pemerintah (PP) 24/2012, yang mewajibkan perusahaan tambang asing untuk mendivestasikan sahamnya minimal 51 persenĀ  setelah 10 tahun berproduksi. Kebijakan ketiga terkait dengan Peraturan Menteri ESDM 07/2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral, yang mewajibkan pengolahan dan pemurnian hasil tambang dilakukan di dalam negeri sebelum tahun 2014.

"Kemana aja SBY selama ini, kok baru bicara nasionalisme sih. Dan kalau dia sekarang misalnya mengatakan kebijakannya nasionalis, berarti dia sadar bahwa selama ini dia melakukan de-nasionalisai dong," kata Noorsy, yang sering menjadi narasumber ahli dalam rapat Komisi IV, Komisi VI, Komisi VII dan Komisi XI DPR ini.

Noorsy mewanti-wanti bila nanti SBY menuduh pihak yang menolak tigak kebijakan di atas tadi sebagai pihak yang anti-nasionalis. Apalagi faktanya, tiga kebijakan itu hanya untuk mencari muka nasionalisme yang bopeng. Artinya, nasionalisme yang dikembangkan SBY adalah nasionalisme semu, sebab ketiga kebijakan itu masih bertentangan dengan berbagai kebijakan lain yang tetap liberal.

"Selama SBY menjadi presiden, saya sudah bolak-balik ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan dimintai pendapat tentang UU yang pro-asing, seperti UU Migas. Artinya apa? Hampir semua kebijakan SBY itu adalah de-nasionalisasi," demikian Noorsy. [ysa]


Baca juga:
Waspada, SBY Sedang Jualan Nasionalisme!
Kaum Muda Harus Ambil Alih Kepemimpinan Nasional
Anis Baswedan Seru Pemuda Atasi Ketidaktegasan Pemerintah
Hary Tanoe: Pemerintah Bela Asing, Ekonomi Nasional Tidak Maju-maju!
Heru Lelono: Hasto Kristyanto Perburuk Muka PDI Perjuangan!


Komentar Pembaca

Rizal Ramli: Pejabat Asal Njeplak Rusak Citra Indonesia di Dunia

blitz.rmol.co
 

Lily Collins, Kencan Perdana, Pacar Baru Ketemu Bekas Pacarnya

Lily Collins dan Chris Evans sudah dikabarkan berpacaran. Dan ternyata itu ...

 

Viviane Tjeuw, Sibuk Modeling, Alasan Gugat Cerai Okan

Perselisihan Viviane dan Okan semakin meruncing. Komunikasi terhambat kare ...

 

Ratna Listy, Bersyukur Dimudahkan Cepat Menjanda

Proses perceraian Ratna Listy dan Swastiarso Herry berjalan kilat. Kemarin ...

 

Jane Shalimar, Susul Didi Soekarno Pamer Pacar Baru

Jane cuek sama gosip Didi sudah menghamili dan akan menikahi Vanessa Angel ...

 

Celine Dion, Bercucuran Air Mata Curhat Merawat Suami

Dalam waktu dekat, Celine Dion bakal manggung lagi di Las Vegas. Ini aksi ...


Berita Populer

Ketua Komisi XI DPR: Kejatuhan Jokowi Tinggal Tunggu Waktu
Kalau BBM Naik Lagi 1 April Rakyat Makin Sengsara Deh
Eks Stafsus Presiden: Saya Dengar Pak JK Perintahkan agar Denny Tersangka