Rakyat Merdeka Online

Home


LAPORAN RESMI: SITUS GUNUNG PADANG PUNYA 100 UNDAKAN DAN LUASNYA 25 HEKTAR
RABU, 27 JUNI 2012 , 07:16:00 WIB

LAPORAN: TEGUH SANTOSA


SITUS GUNUNG PADANG
  

RMOL. Awalnya, situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, diperkirakan hanya memiliki empat hingga lima undakan. Penelitian lebih lanjut yang dilakukan hampir seratus tahun sejak laporan mengenai situs Gunung Padang ditulis ilmuwan Belanda pada 1914 menemukan fakta baru yang mencengangkan: situs megalitikum itu memiliki setidaknya 100 undakan.

Adalah Tim Bencana Katastropik Purba yang dibentuk Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) yang dalam dua tahun terakhir ini meneliti ulang situs megalitikum itu dengan tingkat keseriusan yang cukup tinggi.

Pengujian yang menggunakan metodologi dan peralatan canggih yang dilakukan tim itu awal tahun 2012 ini menemukan hal menarik. Dari uji geolistrik diperoleh citra benda atau bangunan buatan manusia yang tertimbun di bawahnya.

Pengeboran yang dilakukan bulan Februari lalu mengkonfirmasi citra geolistrik itu. Bahkan uji karbon terhadap materi-materi yang ditemukan dalam pengeboran memperlihatkan indikasi bangunan itu berusia hampir 7 ribu tahun.

Sepanjang akhir pekan lalu, Tim Terpadu Penelitian Mandiri yang diperkuat sejumlah ahli lintas disiplin melakukan eskavasi terbatas pada situs Gunung Padang. Tim terpadu ini melanjutkan pekerjaan tim terdahulu dan dibentuk setelah laporan mengenai penelitian awal situs Gunung Padang diserahkan SKP BSB kepada tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Riset dan Teknologi dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Asisten SKP BSB Erick Rizky kepada Rakyat Merdeka Online menyampaikan secara detil profil bangunan yang tertimbun di Gunung Padang, setelah eskavasi akhir pekan lalu.

Berikut laporannya:

Situs Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, ditemukan pertama kali tahun 1914 dan segera dilaporkan oleh arkeolog Belanda N.J. Krom dalam Rapporten van de Oudheidkundige Dienst. Menurut Krom, situs megalitikum ini memiliki empat teras atau undakan.

Setelah lama tidak ditindaklanjuti, situs ini kembali dilaporkan oleh masyarakat pada tahun 1979 yang menduga ada peninggalan purbakala di Gunung Padang. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional segera mengirim tim dan setelah itu melakukan sejumlah ekskavasi. Penelitian berhasil mengidentifikasi bangunan punden berundak itu terdiri atas lima teras atau undakan.

Penelitian oleh Puslit Arkenas dan Balai Arkeologi Bandung tahun 1980, 1982, 2002, 2004, 2005 umumnya fokus pada kelima teras yang memanjang dari utara ke selatan.

Tim Terpadu Penelitian Mandiri yang mulai meneliti tanggal 15 Mei 2012 menemukan struktur atau bagian bangunan yang spektakuler. Tim ini lebih fokus untuk meneliti lokasi yang berada di luar teras satu sampai lima. Hasilnya, ditemukan struktur bangunan di barat dan timur situs ini.

Survei arkeologi di sisi timur menghasilkan temuan yang cukup mencengangkan. Tim peneliti menemukan tumpukan batu yang selama ini tertutup tanah bahkan dipenuhi semak belukar dan pepohonan. Berdasarkan hasil identifikasi, tumpukan batu tersebut jelas merupakan susunan batu yang sengaja dibuat oleh manusia (manmade).

Susunan batu di sisi timur berupa teras batu (terasering), yakni sejenis konstruksi bangunan untuk mencegah kelongsoran. Masing-masing teras umumnya memiliki ketinggian 2 meter dengan jarak antar teras juga sekitar 2 meter. Panjang sisi miring terasering tersebut mencapai lebih dari 200 meter. Oleh karena itu sedikitnya terdapat 100 tingkat.

Survei di sisi barat juga menemukan teras batu, namun banyak yang hancur dan sebagian masih tertutup semak. Survei di bagian utara yang selama ini dianggap hanya terdapat tangga batu selebar 1,5 meter juga menemukan beberapa terasering.

Dengan demikian bangunan yang selama ini dianggap hanya terdapat pada sisi utara sampai selatan ternyata mempunyai sisi timur dan barat. Luas bangunan dari utara ke selatan mencapai sekitar 4 ribu meter persegi. Dengan sisi timur dan barat yang seperti itu maka bangunan di situs ini dapat mencapai minimal 250 ribu meter atau 25 hektar. Sebagai perbandingan, Candi Borobudur luasnya 15.129 meter persegi atau 1,5 hektar.

Terasering merupakan konstruksi bangunan yang digunakan sebagai penyangga bangunan yang dibuat di sebuah bukit atau gunung. Contoh bangunan yang menggunakan konstruksi terasering untuk bagian sisi dari bangunan adalah Machu Picchu di Peru. [guh]


Baca juga:
ANDI ARIEF DIKAGETKAN HOAX PEMBEBASAN LAHAN
RISET GUNUNG PADANG TAK BISA LAGI DIKONTRASKAN DENGAN OPINI
PINTU GUNUNG PADANG
BNPB: GEMPA ACEH TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI
ACEH DIGUNCANG GEMPA BERKEKUATAN 6,6 SR


Komentar Pembaca
Mengenal Pinjaman Tanpa Agunan Syariah
 

Bank Indonesia mendorong adanya produk kredit tanpa agunan (KTA) dari lembaga syariah. Syarat pengajuan kredit ini hampir sama de ...

Sukseskan Sail of Journalist KRI Makassar 590 Arungi Perairan Lombok
blitz.rmol.co
 

Risty Tagor, Capek Nongol Di TV Tanpa Prestasi

Konflik rumah tangga Risty Tagor dengan Stuart Collin terus berlanjut. Sej ...

 

Beyonce, Single Baru Serang Ras Kulit Putih

Baru-baru ini Beyonce resmi merilis single dan video klip terbarunya berju ...

 

Cindy Crawford, Anggap Richard Gere Cuma Orang Asing

Tak banyak pasangan yang membina silaturahmi usai bercerai. Ada kalanya sa ...

 

Mikaela Calgano, Dikirimi Bunga Dari Manajer Inter

Jurnalis cantik ini belum lama ini mendapat kiriman bunga dari Allenatore ...

 

Kate Winslet, Sengaja Pegang Dada Susan Sarandon

Dalam sebuah talkshow, Kate Winslet buka suara tenĀ­tang fotonya yang bere ...

 
bollywood.rmol.co
 

Salman-Katrina Kepergok Jalan Berdua Hingga Larut Malam

Beberapa saat setelah dikabarkan putus dengan kekasihnya, Ranbir Kapoor, a ...

 

Kalahkan SRK,PM India Menempati Urutan ke 2 dengan Jumlah Followers Terbanyak di India

Perdana Menteri India, Narendra Modi berhasil mengalahkan aktor Bollywood ...

 

Setelah Enam Tahun Pacaran, Ranbir-Katrina Putus!

Kisah cinta dua bintang top Bollywood, Ranbir Kapoor dan Katrina Kaif mema ...

 

Ranveer Singh-Deepika Padukone Aktor-Aktris Terbaik Filmfare Awards 2016

Gelaran pesta malam puncak 'Filmfare Awards' ke 61 Tahun 2016 baru saja di ...

Berita Populer

Komnas HAM Tanggapi Foto Pria Papua Yang Ditelanjangi Dan Dianiaya
Mabes Polri Pelajari Dugaan Pelecehan Burung Garuda Oleh Teten
Ruhut Sindir Yusril Bela Kapal Asing