Sebelum Ngasih Pinjaman ke IMF, Menteri Agus Martowardojo Diminta Ngaca Dulu
Jum'at, 29 Juni 2012 , 17:29:00 WIB
![]() AGUS MARTOWARDOJO/IST | |
RMOL. Utang Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mengatasi krisis hanya akan menguntungkan bank-bank besar penyebab utama krisis di Amerika dan Eropa, sedangkan rakyat di negara penerima utang akan menanggung beban krisis lewat pemotongan anggaran sosial dan pembayaran utang.
Bank-bank swasta Jerman dan Perancis adalah pemilik 70 persen dari total utang Yunani. Sehingga utang IMF kepada pemerintah Yunani pada akhirnya akan digunakan untuk membayar utang kepada bank-bank swasta tersebut. Mobilisasi permodalan yang dilakukan oleh IMF sebenarnya tidak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh IMF ketika terjadi krisis di Asia Tenggara tahun 1997. Tidak jauh berbeda juga dengan 700 miliar dolar AS Troubled Assets Relief Program (TARP) yang digunakan oleh pemerintah Amerika untuk menalangi bank-bank besar di Amerika dari kebangkrutan. Seperti halnya TARP dana yang dikumpulkan untuk menalangi krisis Eropa adalah dana publik yang digunakan untuk membailout bank-bank swasta.
"Krisis ekonomi tahun 1997 yang terjadi di Indonesia juga menunjukkan bahwa resep ekonomi IMF telah menyebabkan beralihnya utang swasta menjadi utang pemerintah, bahkan hingga sekarang, hampir 60 Trilyun setiap tahunnya dana APBN digunakan untuk membayar obligasi rekap tersebut," kata Koordinator Koalisi Anti Utang (KAU), Dani Setiawan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Jumat, 29/6).
D isaat bank-bank besar penyebab krisis keuangan diselamatkan, ungkap Dani, resep IMF yang mendorong anggaran ketat menyebabkan semakin terpuruknya kondisi sosial dan ekonomi di negara debitor IMF. Anggaran sosial dan anggaran untuk kebutuhan dasar rakyat di pangkas, dampak langsung dapat dilihat dengan bertambahnya pengangguran dan dipangkasnya anggaran pensiun.
"Komitmen pemerintah Indonesia untuk terlibat dalam memperkuat cadangan modal IMF sama dengan terlibat untuk menyengsarakan rakyat di Eropa," kata Dani, terkait dengan rencana pemerintah Indonesia membneri bantuan pada IMF sebesar 1 miliar dolar AS.
Menurut Dani, pemerintah tidak belajar dari kesalahan masa lalu ketika masih dalam cengkraman IMF. Resep IMF dalam menyelesaikan krisis ekonomi di Indonesia terbukti justru semakin memperpurukdengan utang yang menggunung. Bank-bank diselamatkan namun rakyat yang menanggung beban pembayaran utang sampai sekarang.
Menteri Keuangan Agus Martowardojo, lanjut Dani, seharusnya berkaca pada kondisi utang Indonesia sebelum memutuskan untuk memberi pinjaman kepada IMF. Indonesia masih menjadi negara pengutang dengan beban pembayaran utang yang memberatkan anggaran negara. Jumlah pembayaran utang pada tahun 2011 mencapai Rp 240,517 triliun, bahkan dalam pagu APBN-P 2012, jumlah pembayaran utang pemerintah sudah mencapai Rp 322,709 triliun. Bila dibandingkan porsi anggaran untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan pertanian, jumlah pembayaran utang telah menghabiskan porsi anggaran negara dalam jumlah yang sangat signifikan.
"Karena itu kami menyerukan kepada anggota DPR untuk menolak komitemen pemerintah tersebut karena hanya akan melegitimasi kebijakan sesat IMF, semua kebijakan masa lalu yang didorong oleh IMF di Indonesia harus dicabut dan mendorong audit komprehensif utang pemerintah sebagai dasar untuk melakukan penghapusan utang.-selesai," demikian Dani. [ysa]
















