Ruhut Sitompul: SBY Benar-benar Sindir Anas Urbaningrum
Kamis, 05 Juli 2012 , 09:21:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
 ANAS URBANINGRUM/IST | |
 |
RMOL. Presiden SBY kembali menyindir Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum. Demikian kesan yang bisa ditarik dari pernyataan SBY saat meninjau peternakan sapi rakyat di ladang savana di Desa Maubokul Kecamatan Pandaiwai Kabupaten Sumba Timur, NTT.
Kesan itu salah satunya dirasakan oleh Ketua DPP Demokrat bidang Komunkasi dan Informasi, Ruhut Sitompul. Ruhut yang mengaku dekat dengan SBY bisa merasakan arah pembicaraan dari Ketua Dewan Pembina Demokrat itu. Bagaimanapun nama Anas terus dibawa-bawa dalam kasus tanah Hambalang.
Menurut Ruhut, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 5/7), Anas bisa saja merasa bahwa pembicaraan SBY itu tidak dimaksudkan kepada dirinya. Ini sah-sah saja. Namun ironis bila semua orang memandang bahwa memang pernyataan SBY itu untuk Anas, namun Anas tetap saja tidak merasakan sindiran.
"SBY beber-benar sindir (Anas) kok. Karena itu, seorang pemimpin harus menggunakan hati dan berbicara dengan hati agar tahu keinginan dan pandangan masyarakat," tegas Ruhut.
Kemarin (Rabu, 4/7), di NTT, SBY mengatakan soal kemungkinan investor Australia membuka peternakan sapi modern. SBY juga mengingatkan pemerintah daerah harus memastikan status lahannya agar tidak menjadi sengketa hukum di masa mendatang.
"Nanti saat akan dikembangkan, pastikan betul semuanya sudah selesai, tidak ada permasalahan apapun dengan lahannya. Jangan sampai dianggarkannya sekian triliun, pemerintah serius, dunia usaha dalam atau luar negeri juga serius, tiba-tiba ada rebutan di bawah karena status tanah. Tidak baik dan kita malu," kata SBY, seperti dikutip dari salah satu media online. [ysa]
-
Si Ruhut konyol
06.07.2012, 19:46 WIB Komentator: Juragan bangkuang |
| Menurut saya seorang Presiden itu mustinya tegas, ngomong langsung ke orangnya. Koq malah menyindir, kaya pembaca puisi saja. Atau si Ruhut "konyol" yang salah menterjemahkan pidato boss besarnya, saking banyak dosa. Hut ... hut, bertobat lu mumpung belum terlambat. |
-
Si Ruhut konyol
06.07.2012, 19:46 WIB Komentator: Juragan bangkuang |
| Menurut saya seorang Presiden itu mustinya tegas, ngomong langsung ke orangnya. Koq malah menyindir, kaya pembaca puisi saja. Atau si Ruhut "konyol" yang salah menterjemahkan pidato boss besarnya, saking banyak dosa. Hut ... hut, bertobat lu mumpung belum terlambat. |
-
wis ndeprok
06.07.2012, 07:56 WIB Komentator: udin |
| mas anas kemaren dah ndeprok di teras KPK, itu simbol dah nyerah....hehehe |
-
ditunggu
06.07.2012, 07:29 WIB Komentator: nitigoro |
| mas anas udah ditunggu nazaruddin....segera datang...ga' baik temen kok jota'an |
-
Pecat Ruhut.
05.07.2012, 12:53 WIB Komentator: nataaa |
| Ruhut ini suka ngomong sembarang dan suka berspekulasi sesuai jidat saja. Sebaiknya Ruhut Sitompul itu dikeluarkan dari parta* Demokrat aja. |
-
kompor
05.07.2012, 11:33 WIB Komentator: rohut sitompel |
| hei ruhut, jangan kau ikut-ikut mendramatisir isi pidato tersebut, malah seharusnya kau membantu penyelesaian masalah intenal kalian, bukan cuap-cuap tidak jelas seperti ini. |
-
Liat caranya Sby memimpin parta* yaa itulah caranya Sby memimpin negara.
05.07.2012, 11:26 WIB Komentator: Nanas. |
| Liat aja keadaan demokrat yg seperti gak ada pemimpinnya. Semua bebas !!! Semua dibiarkan !!!Demikian pula negara ini saat ini. |
-
menambah keruh suasana
05.07.2012, 11:22 WIB Komentator: Denis |
| aduh ruhut ini cuma bisa menambah kisruh parta*nya sendiri, kader yg spt ini yg malah akan menjadi duri di dlm daging. seharusnya sbg kader ya jgn menambah keruh suasana lagi lah. |
-
- siapa takut?
05.07.2012, 11:18 WIB Komentator: anas sembiring |
| Ketum tdk bs dipecat Pembina. Tp pembina bs dipecat Ketum. Bola ditangan Anas kog. |
-
Anas harusnya malu karena terlibat skandal
05.07.2012, 10:45 WIB Komentator: faturahman |
| anas seharsunya malu karena banyak terlibat skandal dan lebih baik nya anas mundur saja dari kepemimpinan ketua umum parta* demokrat dan menjalani proses hukum. |
-
Buah simalakama
05.07.2012, 10:28 WIB Komentator: Al mubarok |
Anas mundur sama saja bunuh diri.
Kepalang tanggung, maju kena mundur kena.
Hidung pesek dan mustafa oon siap membela
Panah nurpati siap dibentangkan
Lanjutkan |
-
Sindir
05.07.2012, 10:03 WIB Komentator: Rakyat |
| Sebaiknya gak usah disindir-sindir....suruh saja mundur kalo masih punya malu !. Karena mungkin saja urat malunya Anas udah putus atau hanya ingin berlindung balik simbol nama parta* saja. |
-
SBY masih perhatian
05.07.2012, 09:50 WIB Komentator: orang baik |
| meski dirundung masalah internal Demokrat, slh satunya yg dtg dr Anas, SBY masih tetap memberikan nasihat kpd Anas, mski akhirnya dianggap sindiran jg,, |
-
Semoga Pak Anas Sadar
05.07.2012, 09:47 WIB Komentator: hajar Anas |
| tuh,, dengerin tuh Nas,, lo tuh udah gk bener,, makanya klo jd org yg kurus-lurus aja, kayak SBY |