Facebooker RAM Bertekad Jadikan Medan Kota Bergengsi
Senin, 09 Juli 2012 , 23:51:00 WIB
Laporan: Ade Mulyana
 ISTIMEWA | |
 |
RMOL. Ratusan anggota Rumpun Anak Medan (RAM) hadir dalam acara silaturrahmi di Jakarta. RAM adalah sebuah komunitas jejaringan sosial Facebook yang berasal dari kota Medan, Sumatera Utara.
"Rumpun anak Medan awalnya dari dunia maya. Kami dan kawan-kawan menjadikan alam nyata dengan bertemu serta silaturahmi," kata Ketua Umum RAM, Baron Nasution, dalam keterangan tertulisnya yang diterima redaksi (Senin, 9/7).
Kini anggota RAM sudah mencapai lebih 3 juta anggota yang berasal dari berbagai wilayah, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pertemuan sendiri digelar Sabtu kemarin (7/6) di Cafe Safari, Jalan KH Ahmad Dahlan, Jakarta Selatan.
Menurut Nasution, RAM berkumpul untuk mengenang kota Medan sebagai tanah keliharan dan dibesarkan. Kota Medan, bagi RAM, adalah kampung halaman bagi siapa saja yang pernah merasakan hidup di ibukota provinsi Sumatera Utara yang terdiri dari berbagai etnis itu.
"Kita berkumpul untuk menjadikan kota Medan menjadi kampung halaman. Kampung halaman Medan harus jadi kota bergengsi. RAM kecewa kota yang duluh bersih kini jorok," katanya.
"Sekarang kalau pergi ke Pasar Pringan sudah jorok, lebih parah lagi kalau pergi ke Pajak Sentral," kata Nasution prihatin.
Nasution menegaskan RAM akan berperan aktif untuk memikirkan perkembangan kota Medan dari perantauan.
"Banyak anak Medan memiliki kecerdasan di atas rata-rata tapi tidak bisa memanfaatkannya karena kurangnya dana untuk sekolah. RAM mencoba memikirkan bagaimana memberikan pendidikan buat anak-anak Medan yang kurang mampu. RAM sangat terbuka dengan gagasan yang baik," kata Ketua Panasehat Prof Lutfi Nasution menambahkan.
Rencananya pada bulan November 2012 mendatang anggota RAM akan ramai-ramai pulang kampung untuk membuat Tugu Anak Medan. [dem]
-
Maju Terus RAM...Kenapa Tidak?Why Not?
10.07.2012, 12:46 WIB Komentator: M.J.Sokartara |
| Wah..senangnya hatiku membaca artikel dengan gagasan dan keinginan untuk menjadi Kota Medan yang BerGENGSI.Di tambah pula bulan yad mau mendirikan sebuah Tugu Anak Medan....!Wow heibat sekali gagasan Rumpun Anak Medan itu.Semoga berhasil apa yang di cita2kan dan terlaksana dengan baik!Memang kota Medan sudah tidak seindah tahun:1950-an atawa sampai ke tahun:1970-an yang masih OK.Paling sedih melihat Kota Medan ....Kereta Apinya Di MATIKAN.Pada Kereta Api itu perlu.Wong Negara2 yang sudah Maju saja seperti:Swiss,Prenacis,Italia, Jerman...dan di Asia kini:China yang telah mempunyai Kereta Api terCepat di Dunia pun memajukan Per-KeretaApian.Konon2 kita Negara yang baru Bebas dari Penjajahan Bangsa Nederland kok mengHAPUSKAN Kereta Api kita.Coba lihat di daerah yang Kereta Apinya sudah di MATIKAN itu...terlihat Gubuk2 yang sangat merusak pemandangannya dan besi2 tuanya di colong dan di jual orang2 yang tidak bertanggung-jawab.Jelek sekali pemandangan yang ku maksud terliat sekitar Jalan:Mahkamah doeloenya dan di daerah Titi Kuning menuju ke arah Pancur Batu serta di sekitar Kampung Baru.Jangan cerita soal Preinggan dan Centraal Pasal yang cara Nederlandse menyebut....kemundian dirumah menjadai Bahasa Indonesia:Pusat Pasar.Bauknya setengah mati dan sudah terang:JOROK bau Kencing dimana mana!Sekianlah dulu komentar dariku Si Anak Medan yang merantau sampai negeri penjajahanku Si Belanda yang bangsa Nederlanden itu...yang kemarin baru saja bertemu dengan Bang:Surya Paloh,mantan Anak Medan.....yang Makan Siang dirumahku beserta Rombongannya.Maju Terus RAM...Why Not?Kenapa Tidak?DOAku/kami sekeluarga dari jauh.Isteriku pun kelahiran kota Medan.Salamku mantan Anak Medan:Jusuf Si Harimau Dari Sumatra.- |