Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Ridwan Saidi: Joko Widodo Mulai "Masuk Angin"
Rabu, 18 Juli 2012 , 20:37:00 WIB
Laporan: Ade Mulyana

RIDWAN SAIDI/IST
  

RMOL. Joko Widodo sukses memoles citra sehingga bisa memenangi putaran pertama Pilgub DKI Jakarta pekan lalu. Namun begitu, peluangnya bisa memenangi putaran dua September nanti cukup sulit seiring sensasinya yang terus "meredup".

"Sensasi Jokowi udah habis, udah "masuk angin". Jangankan pakai baju kotak-kotak, sekarang kalau Jokowi pakai singlet jalan ke Pasar Baru, itu orang-orang udah tidak aneh lagi.Orang juga tidak akan aneh lagi kalau Jokowi dateng ke Jakarta pakai bus dari Solo ke terminal Pulo Gadung," ujar mantan politisi yang juga budayawan Betawi, Ridwan Saidi kepada Rakyat Merdeka Online sesaat tadi (Rabu, 18/7).

Sensasi Jokowi, diingatkan dia, itu terjadi hanya satu kali dan tidak bisa diulang lagi. Apalagi, katanya, Jokowi dan pasangannya, Basuki Tjahja Purnama tidak akan bisa memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memperkuat citra mereka ke publik Jakarta.

"Pertanyaannya, mereka bisa gunakan momentum Ramadhan tidak? Kalau pun memaksakan, itu akan jadi bahan tertawaan saja" katanya.

Pasangan Jokowi-Ahok, lanjut dia, juga sulit menang karena kuatnya penolakan akar rumput. Di lapangan, isu-isu berbau SARA sudah menyebar. Apalagi terhadap Ahok.

Kalau pemilihan putaran dua dilakukan selang beberapa hari setelah putaran pertama kemarin, Ridwan yakin Jokowi masih bisa menang. Sebab sensasi Jokowi masih kuat dan belum tercerabut dari memori pemilih Jakarta.

"Jokowi-Ahok sulit menang. Penolakan di arus bawah kuat. Kita netral tapi realitas di lapangan begitu. Hanya pendukungnya saja yang bilang akan menang lagi," tandas dia.[dem] 


Baca juga:
Bos-bos Partai Golkar Ribut, Alex Noerdin Jadi Kalah
Pengamat LIPI: Warga Sudah Jatuh Cinta pada Joko Widodo
Bang Yos: Jangan Mainkan Isu SARA!
Konstituen PPP Masih Bingung dengan Konsep Perubahan yang Ditawarkan Joko Widodo
Minggu-minggu Ini PPP akan Tentukan Sikap

Komentar (97)

Nama
Judul
Komentar
  1. Ini bukti Ridwan pinplan
    27.07.2012, 13:35 WIB
    Komentator: Ridwan Plin Plan
    hxxp://jakarta.tribunnews.com/ 2012/07/13/ridwan-saidi-jokowi -lumat-fauzi-bowo-di-putaran-k edua >> buka link ini, Ridwan bilang dukung Jokowi. Sekarang di Rakyat Merdeka laen lagi ngomongnya. Jangan percayalah orang kayak beginian!
  2. Ridwan Saidi Kagak Ngerti Ati Lage - Die Udah Pikun.....
    25.07.2012, 15:56 WIB
    Komentator: Cahyo
    nah orang pikun kaya ridwan saidi jangan didengerin - udeh bau tanah....harapan dan angan2 die udeh selese..
  3. Masuk Angin
    25.07.2012, 10:02 WIB
    Komentator: Moh. Yani
    yangmasukan gin itu saya kiran Bpk. Ridwan Saidi. darimana dasarnya Bpk bisa mengatakan itu, saya sedih Bpk buat komentar tapi ga mikir dulu pak karena baru satu minggu selesai pilkada Bpk. ngomong gitu tanpa ada fakta yang dapat mendukung statemen itu. Bravo buat Nahrowi Ramli dan Joko Wid.
  4. Kalau JOKOWI-AHOK nggak jadi pemimpin DKI, orang yang bagimana lagi yang harus memimpin?
    25.07.2012, 09:23 WIB
    Komentator: Gudal Bambang Susilo
    Kisah Hidup Jokowi
    Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.

    Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.

    Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Ia mengumpulkan uang receh demi receh dan ia celengi di tabungan ayam yang terbuat dari gerabah. Kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia jadi kuli panggul. Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat, tapi disini ia menemukan sisi kegembiraannya.

    Ia sekolah tidak dengan sepeda, tapi jalan kaki. Ia sering melihat suasana kota, di umur 12 tahun dia belajar menggergaji kayu, tangannya pernah terluka saat menggergaji, tapi ia senang dan ia gembira menjalani kehidupan itu, baginya “Luwih becik rengeng-rengeng dodol dawet, tinimbang numpak mercy mbrebes mili”. Keahliannya menggergaji kayu inilah yang kemudian membawanya ingin memahami ilmu tentang kayu.

    Lalu ia berangkat ke Yogyakarta, ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, jurusan kehutanan. Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatannya serta teknologinya. Di masa kuliah ia jalani dengan amat prihatin, karena tak ada biaya hidup yang cukup. Kuliahnya disambi dengan kerja sana sini untuk biaya makan, ia sampai lima kali indekost karena tak mampu biaya kost dan mencari yang lebih murah.

    Hidup dengan prihatin membawanya pada situasi disiplin, Jokowi mampu menerjemahkan kehidupan prihatinnya lewat bahasa kemanusiaan, bahwa dalam kondisi susah orang akan menghargai tindakan-tindakan manusiawi, disinilah Jokowi belajar untuk rendah hati.

    Setamat kuliah ia tetap menjadi tukang gergaji kayu, tapi ia sudah memiliki wawasan, ia melihat industri kayu berkembang pesat, ia mendalami mebel. Disini ia pertaruhkan segalanya, rumah kecil satu-satunya bapaknya ia jaminkan ke Bank. Dan ia berhasil, ia bukan saja tapi ia juga pengambil resiko yang cerdas, ia berhasil dari sebuah bengkel mebel dengan gedek disamping pasar yang kumuh berhasil dikembangkan. Ia menangis ketika pekerja-pekerjanya bisa makan.

    Suatu saat ia kedatangan orang Jerman bernama Micl Romaknan, orang Jerman ini kebetulan tidak membawa grader (ahli nilai) kayu, ia ngobrol dengan Jokowi, kata orang Jerman itu : “Wah, di Jepara saya ketemu orang namanya Joko, baiklah kamu kunamakan saja Djokowi, kan mirip Djokovich” akhirnya terciptalah sebuah nickname Jokowi yang melegenda itu.

    Perkembangan bisnisnya bagus, ia dipercaya kerna ia jujur, orang Jerman suka dengan orang yang jujur dan pekerja keras, Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, selebihnya adalah kerja. Ia tak pernah makan uang dari memeras atau pungli, ia makan dari keringatnya sendiri. Dengan begitu hidupnya berkah. Jokowi berhasil mengekspor mebel puluhan kontaner dan ia berjalan-jalan di Eropa.

    Tidak seperti kebanyakan orang Indonesia yang mengunjungi Eropa dengan cara hura-hura atau foto sana, foto sini tanpa memahami hakikat masyarakatnya. Jokowi di Eropa berpikir reflektif. “Kenapa kota-kota di Eropa, kok sangat manusiawi, sangat tinggi kualitasnya baik kualitas penghargaan terhadap ruang gerak masyarakat sampai dengan kualitas terhadap lingkungan” lama ia merenung ini, akhirnya ia menemukan jawabannya “Ruang Kota dibangun dengan Bahasa Kemanusiaan, Bahasa Kerja dan Bahasa Kejujuran”. Tiga cara itulah yang kemudian dikembangkan setelah ia menduduki jabatan di Solo.
    T
    Setelah sukses di bisnis, Jokowi berpikir “Bagaimana ia bisa berterima kasih pada bangsanya” lalu ia mendapatkan jawabannya, bahwa contoh terbaik untuk berterima kasih adalah menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab. Lalu ia masuk ke dalam dunia politik dengan seluruh rasa tanggung jawab. Pertanggung jawaban politiknya adalah pertanggungjawabtan moral bukan karena ia mencari hidup dalam dunia politik, ia ikhlas dalam bekerja, baginya inilah cara berterima kasih pada bangsanya.

    Ia masuk ke dalam dunia politik, awalnya tidak dipercaya, karena sosoknya lebih mirip tukang becak alun-alun kidul tinimbang seorang gagah yang hebat, dalam masyarakat kita, sosok dengan ‘bleger’ yang besar lebih diambil hati ketimbang orang dengan sosok kurus, ceking dan tak berwibawa itulah yang dialami Jokowi, tapi beruntung bagi Jokowi, saat itu masyarakat Solo sedang bosan dengan pemimpin lama yang itu itu saja, mereka mencoba sesuatu yang baru. Akhirnya Jokowi menang tipis.

    Masyarakat mempercayainya dan ia menjawabnya dengan “Kerja” ia siang malam bekerja untuk kotanya, ia datangi tanpa lelah rakyatnya, ia resmikan gapura-gapura pinggir jalan, ia hadir pada selamatan-selamatan kecil, ia terus diundang bahkan untuk meresmikan pos ronda sebuah RW sekalipun. Ia bekerja dari akarnya sehingga ia mengerti anatomi masyarakat.

    Suatu hari Jokowi didatangi Kepala Satpol PP. Kepala Satpol itu meminta pistol karena ada perintah pemberian senjata dari Mendagri. Jokowi meradang dan menggebrak meja “Gila apa aku menembaki rakyatku sendiri, memukuli rakyatku sendiri…keluar kamu…!!” kepala Satpol PP itupun dipecat dan diganti dengan seorang perempuan, pesan Jokowi pada kepala Satpol PP perempuan itu “Kerjalan dengan bahasa cinta, kerna itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya, cinta akan membawa pertanggungjawaban, masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencinta dirinya, lingkungan dan Tuhan. Dari hal-hal inilah Jokowi membangun kota-nya, membangun Solo dengan bahasa cinta….”.

    Apakah di Jakarta ia tak bakalan mampu? banyak yang nyinyir bahwa Solo bukan Jakarta. Tapi apa kata Jokowi “Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan”

    Jokowi berangkat dalam alam paling realistisnya. Kepemimpinan yang realistis, bertanggungjawab dan kredibel. Beruntung Indonesia masih memiliki Jokowi, pada Jokowi : “Merah Putih ada harapan berkibar kembali dengan rasa hormat dan bermartabat sebagai bangsa.

    Prof. DR Sarlito Wirawan terhadap kinerja Jokowi

    Setiap hari saya bekerja di Jakarta, tetapi saya warga Banten, karena KTP saya berlamat di Ciputat. Jadi saya tidak punya hak pilih di Pilkada DKI (Rabu, 11 Juli) lalu. Saya juga bukan simpatisan, apalagi anggota parpol mana pun, termasuk PDIP.

    Juga bukan kerabat atau famili dari Jokowi,walaupun istri saya keturunan Solo.Jadi buat saya tidak penting siapa yang jadi Gubernur DKI, asal bukan Sarlito. Namun, saya kenal Jokowi. Bukan berteman sejak kecil (masa balita sampai ABG saya di Tegal, jauh dari Solo), tetapi pertama kali tahu dari mahasiswa saya,namanya Okky Asokawati (dulu peragawati, sekarang anggota DPR dari Fraksi PPP).

    Waktu dia berpraktik dalam kuliah S-2 Psikologi UI, dia dan timnya mengambil Solo sebagai objek studi dan dia berkenalan dengan Jokowi. Kemudian Okky dan timnya tentu membuat laporan buat suhunya. Setelah saya membaca laporannya, saya berkesimpulan bahwa Jokowi bukan wali kota biasa. Mungkin banget dia manusia fenomenal (maksud saya: unik, langka). Karena itu saya minta Okky mengundang Jokowi ke kampus untuk memberi kuliah kepada mahasiswa saya (kalau tidak salah ada 23 mahasiswa di kelas saya).

    Maka pada hari yang ditentukan Jokowi datang ke Kampus UI, Depok. Langsung dari Solo dan seusai kuliah juga langsung pulang ke Solo. Naik taksi. Okky menjemputnya di depan gedung fakultas,karena takut tidak ada yang mengantar beliau ke lanta atas, karena memang penampilannya tidak bonafid (maksud saya: tidak tampak seperti seorang pejabat sekelas Solo-1),sehingga mungkin sekali dia akan dicuekin satpam.
    Saya pun hampir- hampir salah, karena tidak bisa membedakan mana yang Jokowi dan mana yang ajudan. Untung ada Okky, jadi tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Kemudian kuliah pun berlangsung, dilanjutkan dengan diskusi, selama hampir tiga jam. Materi kuliahnya adalah tentang proses pemindahan PKL (pedagang kaki lima) dari Taman Banjarsari (dulu: Balapan) ke Pasar Klithikan, Notoharjo, Semanggi. Kisahnya sangat kondang dan banyak yang sudah mengetahuinya.

    Tetapi buat yang belum tahu, bisa disampaikan bahwa Taman Banjarsari dulunya taman terbuka, asri, elite, tempat warga Solo berekreasi dengan keluarga mereka. Tetapi sejak krisis moneter tempat itu dijadikan ajang usaha oleh PKL yang jumlahnya makin lama makin meningkat, sehingga taman itu berubah jadi daerah kumuh.
    Kemudian datanglah Wali Kota Jokowi untuk mengembalikan fungsi taman kota itu.Satu- satunya cara adalah dengan memindahkan para PKL. Tetapi Jokowi tidak datang dengan satu kompi Satpol PP untuk mengusir para PKL berdasarkan perda,melainkan diundangnya para PKL itu ke kediamannya untuk makanmakan saja.Ada 52 kali makanmakan mingguan bersama PKL diselenggarakan oleh Jokowi.

    Dengan sendirinya lamalama Jokowi dan stafnya akrab dengan para PKL. Dalam suasana makan-makan yang informal itu semua curhat dan harapan PKL ditampung, sekaligus disiapkan sarana dan prasarana jalan keluarnya. Pada pertemuan-pertemuan terakhir barulah Wali Kota mengumumkan niatnya untuk memindahkan PKL ke Semanggi.

    Tetapi PKL tidak bisa protes lagi, karena bangunan pasar sudah disiapkan, pihak bank sudah menyiapkan pinjaman dana dengan cicilan hanya beberapa ribu rupiah per hari, perizinan semua digratiskan, bahkan sudah dikeluarkan perda yang mengatur jalur angkot untuk melalui Pasar Klithikan. Singkatnya, para PKL tinggal memboyong barang-barang mereka ke lokasi yang baru.

    Pada hari boyongan pun disiapkan kirab yang diawali dengan pembesar-pembesar Keraton Mangkunegaran dan para pejabat Kota Solo (termasuk wali kota) yang menunggang kuda, diiringi oleh barisan pusakapusaka keraton dan tentara tradisional keraton,gamelan yang bertalu-talu, diakhiri dengan barisan para PKL. Arak-arakan yang terjadi tanggal 26 Juli 2006 ini menjadi peristiwa yang menarik wisatawan domestik dan asing— dan tentu saja media massa dalam dan luar negeri.
    keraton dan tentara tradisional keraton,gamelan yang bertalu-talu, diakhiri dengan barisan para PKL. Arak-arakan yang terjadi tanggal 26 Juli 2006 ini menjadi peristiwa yang menarik wisatawan domestik dan asing— dan tentu saja media massa dalam dan luar negeri.

    Gegap gempita.Semua bergembira. Proyek pemindahan PKL Taman Banjarsari hanya awal dari gebrakan Jokowi untuk membangun Kota Solo. Program- program Jokowi dan wakilnya (Hadi Rudyatmo) berlanjut terus sehingga Solo menjadi kota wisata yang nyaman dan menyenangkan. Taman Banjarsari sudah kembali ke fungsinya sebagai taman kota yang asri.

    Seusai kuliah itu saya terus mengikuti kiprah Jokowi, pernah sekali atau dua kali bertemu dengannya dalam acaraacara tertentu di Solo dan kisah pemindahan PKL Banjarsari pernah saya jadikan contoh dalam beberapa tulisan maupun kuliah saya. Kesimpulan saya, Jokowi memang fenomenal. Walaupun tidak pernah mempelajari ilmu sosial, apalagi psikologi (kuliahnya dulu di Fakultas Kehutanan, UGM, Yogyakarta), Jokowi menerapkan kaidah-kaidah intervensi sosial dengan sangat tepat,hanya berdasarkan akal sehatnya dan komitmennya pada tugas (saya tidak mau menyebut “hati nurani”, karena istilah itu sudah jadi pasaran, malah malah murahan).
    Ketika saya menulis artikel ini, sambil menonton televisi saya melihat Jokowi diwawancara di televisi.Pertanyaan reporter di layar kaca itu, seperti biasa, pasaran juga,“Pada putaran kedua nanti Anda akan berkolaborasi dengan siapa?” Maksud reporter tentu dengan yang mana di antara empat calon gubernur yang sudah gugur. Tetapi jawaban Jokowi di luar dugaan, “Aaah,tidak.Yang terbaik adalah berkolaborasi dengan masyarakat DKI, dengan rakyat Jakarta.” Luar biasa.
    Ini adalah jawaban yang cerdas,keluar dari akal sehat. Dalam kesempatan paparan DPR,Jokowi dan pasangannya, Ahok,menyampaikan fakta Banjir Kanal Timur yang dibangun oleh pemerintah pusat, bukan dari dana Pemprov DKI, dan bahwa Gubernur Sutiyoso bisa membangun 10 jalur Busway, tetapi Gubernur Foke hanya bisa menambah satu jalur saja. Maka Jokowi-Ahok akan memprioritaskan angkutan umum, termasuk meneruskan pembangunan monorel.
    Selain itu Jokowi-Ahok merencanakan Kartu Sehat (berobat gratis) dan Kartu Pintar (sekolah gratis) untuk warga tidak mampu. Yang perlu diperhatikan di sini bukan janji pelayanan kesehatan dan pendidikan gratisnya (ini merupakan janji semua calon gubernur di mana pun, tidak hanya di Jakarta), tetapi cara dia memberi nama kepada dua pelayanan itu.

    Dengan menggunakan istilah “kartu”, setiap warga yang kurang mampu nantinya akan mengantongi dua kartu (sehat dan cerdas) yang bisa dibawa ke mana-mana dan bisa digunakan sewaktu-waktu (tidak usah minta surat ke RT atau lurah dulu, dan sebagainya). Jokowi tidak menjanjikan membangun rumah sakit atau memberi fasilitas kepada sekolah- sekolah (seperti bantuan operasional sekolah alias BOS yang bukan boss), melainkan menjanjikan kartu buat setiap warga yang memerlukan.
    Maka jelas sasarannya adalah hati warga DKI sebagai perorangan yang sudah penuh unek-unek. Suatu pemecahan yang benar-benar cerdas, yang keluar dari akal sehat. Masyarakat Jakarta tidak semuanya cerdas, apalagi berpendidikan, terlebih pendidikan tinggi.Tetapi rakyat yang paling jelata pun bisa membedakan antara akal sehat dan akalakalan. Berpuluh tahun bangsa kita terlatih untuk akal-akalan (menggunakan akal untuk sesuatu yang tidak masuk akal).

    Di zaman Soeharto dana reboisasi diakali, sehingga hutan- hutan malah makin gundul. Perjalanan dinas dua hari diakali sehingga jadi lima hari, sehingga sisa dana perjalanan dan akomodasi bisa masuk kantong sendiri. Di zaman sekarang ada akalakalan proyek Hambalang,ada Gayus yang mengakali pajak dan sebagainya. Masyarakat yang sudah capai dengan akalakalan ini langsung melihat peluang pada diri Jokowi yang berakal sehat.

    Jokowi akan berhasil sebagai gubernur DKI,bukan karena dia manusia ber-okol (berotot) yang didukung oleh parta besar atau birokrasi atau militer (seperti Hosni Mubarak, Khadafi,atau Saddam Husein), melainkan karena dia didukung oleh rakyat Jakarta. Insya Allah, dengan rahmat- Nya,Jokowi akan bergeser dari Solo-1 menjadi Jakarta-1.

    ARLITO WIRAWAN SARWONO
    Guru Besar Fakultas Psikologi UI,
    Dekan Fakultas Psikologi
    Universitas Persada Indonesia

    ttg ahok
    saya merinding membaca ini :
    Ketika Ahok menjadi bupati, bukan masyarakat muslim yang protes dengan kebijakannya sebagai bupati. Malah umat yang seagama dengannya. Basuki dituduh tidak memperhatikan pembangunan gereja, malah mempermudah dan menyumbang pembangunan masjid2. Ahok berang,menurutnya gereja tidak perlu dibantu. “Kalian saweran aja, gereja udh jadi. Kalau masjid memang harus disokong.” Jelas Basuki. Masyarakat Muslim jumlahnya 93% dan masjid butuh banyak. Gereja cuma butuh sedikit dan umat kristen lebih baik ekonominya. Selain membangun mesjid, Ahok juga menaik-hajikan ustad dan ulama-ulama yang belum bergelar haji. Lebih dari 100 orang dihajikan. Ahok bahkan ikut safari ramadhan ketika bulan ramadhan tiba. Meski Ia harus menunggu saja di parkiran sampai selesai.

    Ahok tidak membedakan orang, timses lawan politiknya di Belitung ada yg memiliki kinerja bagus dijadikan bagian dari jajaran pemerintahannya. Teringat ketika ke belitung, ada seorang pendeta yang datang menemui Ahok. Intinya ingin meminta sumbangan berupa mobil. Mobil itu konon katanya dipakai untuk antar jemput jemaat. Waktu itu pembicaraan Pak Ahok dan pendeta didepan saya. Ahok langsung menolaknya. Karena yang Kristen di desa Gantung (desa Ahok) hanya sedikit dan jaraknya sempit. Kalo tiap minggu ke gereja kata Ahok masih bisa jalan kaki. Si pendeta gak terima dan marah-marah ke Ahok sambil bilang “Kamu hanya sumbangkan ke masjid-masjid saja, agamamu tidak disumbang”. Ahok jawab ; “Aku sumbangkan gereja juga, Tapi tidak banyak karena disini mayoritas lebih banyak yang memakai mesjid”. Pendeta pun pulang
  5. Kalau JOKOWI-AHOK nggak jadi pemimpin DKI, orang yang bagimana lagi yang harus memimpin?
    25.07.2012, 09:23 WIB
    Komentator: Gudal Bambang Susilo
    Kisah Hidup Jokowi
    Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.

    Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.

    Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Ia mengumpulkan uang receh demi receh dan ia celengi di tabungan ayam yang terbuat dari gerabah. Kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia jadi kuli panggul. Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat, tapi disini ia menemukan sisi kegembiraannya.

    Ia sekolah tidak dengan sepeda, tapi jalan kaki. Ia sering melihat suasana kota, di umur 12 tahun dia belajar menggergaji kayu, tangannya pernah terluka saat menggergaji, tapi ia senang dan ia gembira menjalani kehidupan itu, baginya “Luwih becik rengeng-rengeng dodol dawet, tinimbang numpak mercy mbrebes mili”. Keahliannya menggergaji kayu inilah yang kemudian membawanya ingin memahami ilmu tentang kayu.

    Lalu ia berangkat ke Yogyakarta, ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, jurusan kehutanan. Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatannya serta teknologinya. Di masa kuliah ia jalani dengan amat prihatin, karena tak ada biaya hidup yang cukup. Kuliahnya disambi dengan kerja sana sini untuk biaya makan, ia sampai lima kali indekost karena tak mampu biaya kost dan mencari yang lebih murah.

    Hidup dengan prihatin membawanya pada situasi disiplin, Jokowi mampu menerjemahkan kehidupan prihatinnya lewat bahasa kemanusiaan, bahwa dalam kondisi susah orang akan menghargai tindakan-tindakan manusiawi, disinilah Jokowi belajar untuk rendah hati.

    Setamat kuliah ia tetap menjadi tukang gergaji kayu, tapi ia sudah memiliki wawasan, ia melihat industri kayu berkembang pesat, ia mendalami mebel. Disini ia pertaruhkan segalanya, rumah kecil satu-satunya bapaknya ia jaminkan ke Bank. Dan ia berhasil, ia bukan saja tapi ia juga pengambil resiko yang cerdas, ia berhasil dari sebuah bengkel mebel dengan gedek disamping pasar yang kumuh berhasil dikembangkan. Ia menangis ketika pekerja-pekerjanya bisa makan.

    Suatu saat ia kedatangan orang Jerman bernama Micl Romaknan, orang Jerman ini kebetulan tidak membawa grader (ahli nilai) kayu, ia ngobrol dengan Jokowi, kata orang Jerman itu : “Wah, di Jepara saya ketemu orang namanya Joko, baiklah kamu kunamakan saja Djokowi, kan mirip Djokovich” akhirnya terciptalah sebuah nickname Jokowi yang melegenda itu.

    Perkembangan bisnisnya bagus, ia dipercaya kerna ia jujur, orang Jerman suka dengan orang yang jujur dan pekerja keras, Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, selebihnya adalah kerja. Ia tak pernah makan uang dari memeras atau pungli, ia makan dari keringatnya sendiri. Dengan begitu hidupnya berkah. Jokowi berhasil mengekspor mebel puluhan kontaner dan ia berjalan-jalan di Eropa.

    Tidak seperti kebanyakan orang Indonesia yang mengunjungi Eropa dengan cara hura-hura atau foto sana, foto sini tanpa memahami hakikat masyarakatnya. Jokowi di Eropa berpikir reflektif. “Kenapa kota-kota di Eropa, kok sangat manusiawi, sangat tinggi kualitasnya baik kualitas penghargaan terhadap ruang gerak masyarakat sampai dengan kualitas terhadap lingkungan” lama ia merenung ini, akhirnya ia menemukan jawabannya “Ruang Kota dibangun dengan Bahasa Kemanusiaan, Bahasa Kerja dan Bahasa Kejujuran”. Tiga cara itulah yang kemudian dikembangkan setelah ia menduduki jabatan di Solo.
    T
    Setelah sukses di bisnis, Jokowi berpikir “Bagaimana ia bisa berterima kasih pada bangsanya” lalu ia mendapatkan jawabannya, bahwa contoh terbaik untuk berterima kasih adalah menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab. Lalu ia masuk ke dalam dunia politik dengan seluruh rasa tanggung jawab. Pertanggung jawaban politiknya adalah pertanggungjawabtan moral bukan karena ia mencari hidup dalam dunia politik, ia ikhlas dalam bekerja, baginya inilah cara berterima kasih pada bangsanya.

    Ia masuk ke dalam dunia politik, awalnya tidak dipercaya, karena sosoknya lebih mirip tukang becak alun-alun kidul tinimbang seorang gagah yang hebat, dalam masyarakat kita, sosok dengan ‘bleger’ yang besar lebih diambil hati ketimbang orang dengan sosok kurus, ceking dan tak berwibawa itulah yang dialami Jokowi, tapi beruntung bagi Jokowi, saat itu masyarakat Solo sedang bosan dengan pemimpin lama yang itu itu saja, mereka mencoba sesuatu yang baru. Akhirnya Jokowi menang tipis.

    Masyarakat mempercayainya dan ia menjawabnya dengan “Kerja” ia siang malam bekerja untuk kotanya, ia datangi tanpa lelah rakyatnya, ia resmikan gapura-gapura pinggir jalan, ia hadir pada selamatan-selamatan kecil, ia terus diundang bahkan untuk meresmikan pos ronda sebuah RW sekalipun. Ia bekerja dari akarnya sehingga ia mengerti anatomi masyarakat.

    Suatu hari Jokowi didatangi Kepala Satpol PP. Kepala Satpol itu meminta pistol karena ada perintah pemberian senjata dari Mendagri. Jokowi meradang dan menggebrak meja “Gila apa aku menembaki rakyatku sendiri, memukuli rakyatku sendiri…keluar kamu…!!” kepala Satpol PP itupun dipecat dan diganti dengan seorang perempuan, pesan Jokowi pada kepala Satpol PP perempuan itu “Kerjalan dengan bahasa cinta, kerna itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya, cinta akan membawa pertanggungjawaban, masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencinta dirinya, lingkungan dan Tuhan. Dari hal-hal inilah Jokowi membangun kota-nya, membangun Solo dengan bahasa cinta….”.

    Apakah di Jakarta ia tak bakalan mampu? banyak yang nyinyir bahwa Solo bukan Jakarta. Tapi apa kata Jokowi “Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan”

    Jokowi berangkat dalam alam paling realistisnya. Kepemimpinan yang realistis, bertanggungjawab dan kredibel. Beruntung Indonesia masih memiliki Jokowi, pada Jokowi : “Merah Putih ada harapan berkibar kembali dengan rasa hormat dan bermartabat sebagai bangsa.

    Prof. DR Sarlito Wirawan terhadap kinerja Jokowi

    Setiap hari saya bekerja di Jakarta, tetapi saya warga Banten, karena KTP saya berlamat di Ciputat. Jadi saya tidak punya hak pilih di Pilkada DKI (Rabu, 11 Juli) lalu. Saya juga bukan simpatisan, apalagi anggota parpol mana pun, termasuk PDIP.

    Juga bukan kerabat atau famili dari Jokowi,walaupun istri saya keturunan Solo.Jadi buat saya tidak penting siapa yang jadi Gubernur DKI, asal bukan Sarlito. Namun, saya kenal Jokowi. Bukan berteman sejak kecil (masa balita sampai ABG saya di Tegal, jauh dari Solo), tetapi pertama kali tahu dari mahasiswa saya,namanya Okky Asokawati (dulu peragawati, sekarang anggota DPR dari Fraksi PPP).

    Waktu dia berpraktik dalam kuliah S-2 Psikologi UI, dia dan timnya mengambil Solo sebagai objek studi dan dia berkenalan dengan Jokowi. Kemudian Okky dan timnya tentu membuat laporan buat suhunya. Setelah saya membaca laporannya, saya berkesimpulan bahwa Jokowi bukan wali kota biasa. Mungkin banget dia manusia fenomenal (maksud saya: unik, langka). Karena itu saya minta Okky mengundang Jokowi ke kampus untuk memberi kuliah kepada mahasiswa saya (kalau tidak salah ada 23 mahasiswa di kelas saya).

    Maka pada hari yang ditentukan Jokowi datang ke Kampus UI, Depok. Langsung dari Solo dan seusai kuliah juga langsung pulang ke Solo. Naik taksi. Okky menjemputnya di depan gedung fakultas,karena takut tidak ada yang mengantar beliau ke lanta atas, karena memang penampilannya tidak bonafid (maksud saya: tidak tampak seperti seorang pejabat sekelas Solo-1),sehingga mungkin sekali dia akan dicuekin satpam.
    Saya pun hampir- hampir salah, karena tidak bisa membedakan mana yang Jokowi dan mana yang ajudan. Untung ada Okky, jadi tidak sampai terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Kemudian kuliah pun berlangsung, dilanjutkan dengan diskusi, selama hampir tiga jam. Materi kuliahnya adalah tentang proses pemindahan PKL (pedagang kaki lima) dari Taman Banjarsari (dulu: Balapan) ke Pasar Klithikan, Notoharjo, Semanggi. Kisahnya sangat kondang dan banyak yang sudah mengetahuinya.

    Tetapi buat yang belum tahu, bisa disampaikan bahwa Taman Banjarsari dulunya taman terbuka, asri, elite, tempat warga Solo berekreasi dengan keluarga mereka. Tetapi sejak krisis moneter tempat itu dijadikan ajang usaha oleh PKL yang jumlahnya makin lama makin meningkat, sehingga taman itu berubah jadi daerah kumuh.
    Kemudian datanglah Wali Kota Jokowi untuk mengembalikan fungsi taman kota itu.Satu- satunya cara adalah dengan memindahkan para PKL. Tetapi Jokowi tidak datang dengan satu kompi Satpol PP untuk mengusir para PKL berdasarkan perda,melainkan diundangnya para PKL itu ke kediamannya untuk makanmakan saja.Ada 52 kali makanmakan mingguan bersama PKL diselenggarakan oleh Jokowi.

    Dengan sendirinya lamalama Jokowi dan stafnya akrab dengan para PKL. Dalam suasana makan-makan yang informal itu semua curhat dan harapan PKL ditampung, sekaligus disiapkan sarana dan prasarana jalan keluarnya. Pada pertemuan-pertemuan terakhir barulah Wali Kota mengumumkan niatnya untuk memindahkan PKL ke Semanggi.

    Tetapi PKL tidak bisa protes lagi, karena bangunan pasar sudah disiapkan, pihak bank sudah menyiapkan pinjaman dana dengan cicilan hanya beberapa ribu rupiah per hari, perizinan semua digratiskan, bahkan sudah dikeluarkan perda yang mengatur jalur angkot untuk melalui Pasar Klithikan. Singkatnya, para PKL tinggal memboyong barang-barang mereka ke lokasi yang baru.

    Pada hari boyongan pun disiapkan kirab yang diawali dengan pembesar-pembesar Keraton Mangkunegaran dan para pejabat Kota Solo (termasuk wali kota) yang menunggang kuda, diiringi oleh barisan pusakapusaka keraton dan tentara tradisional keraton,gamelan yang bertalu-talu, diakhiri dengan barisan para PKL. Arak-arakan yang terjadi tanggal 26 Juli 2006 ini menjadi peristiwa yang menarik wisatawan domestik dan asing— dan tentu saja media massa dalam dan luar negeri.
    keraton dan tentara tradisional keraton,gamelan yang bertalu-talu, diakhiri dengan barisan para PKL. Arak-arakan yang terjadi tanggal 26 Juli 2006 ini menjadi peristiwa yang menarik wisatawan domestik dan asing— dan tentu saja media massa dalam dan luar negeri.

    Gegap gempita.Semua bergembira. Proyek pemindahan PKL Taman Banjarsari hanya awal dari gebrakan Jokowi untuk membangun Kota Solo. Program- program Jokowi dan wakilnya (Hadi Rudyatmo) berlanjut terus sehingga Solo menjadi kota wisata yang nyaman dan menyenangkan. Taman Banjarsari sudah kembali ke fungsinya sebagai taman kota yang asri.

    Seusai kuliah itu saya terus mengikuti kiprah Jokowi, pernah sekali atau dua kali bertemu dengannya dalam acaraacara tertentu di Solo dan kisah pemindahan PKL Banjarsari pernah saya jadikan contoh dalam beberapa tulisan maupun kuliah saya. Kesimpulan saya, Jokowi memang fenomenal. Walaupun tidak pernah mempelajari ilmu sosial, apalagi psikologi (kuliahnya dulu di Fakultas Kehutanan, UGM, Yogyakarta), Jokowi menerapkan kaidah-kaidah intervensi sosial dengan sangat tepat,hanya berdasarkan akal sehatnya dan komitmennya pada tugas (saya tidak mau menyebut “hati nurani”, karena istilah itu sudah jadi pasaran, malah malah murahan).
    Ketika saya menulis artikel ini, sambil menonton televisi saya melihat Jokowi diwawancara di televisi.Pertanyaan reporter di layar kaca itu, seperti biasa, pasaran juga,“Pada putaran kedua nanti Anda akan berkolaborasi dengan siapa?” Maksud reporter tentu dengan yang mana di antara empat calon gubernur yang sudah gugur. Tetapi jawaban Jokowi di luar dugaan, “Aaah,tidak.Yang terbaik adalah berkolaborasi dengan masyarakat DKI, dengan rakyat Jakarta.” Luar biasa.
    Ini adalah jawaban yang cerdas,keluar dari akal sehat. Dalam kesempatan paparan DPR,Jokowi dan pasangannya, Ahok,menyampaikan fakta Banjir Kanal Timur yang dibangun oleh pemerintah pusat, bukan dari dana Pemprov DKI, dan bahwa Gubernur Sutiyoso bisa membangun 10 jalur Busway, tetapi Gubernur Foke hanya bisa menambah satu jalur saja. Maka Jokowi-Ahok akan memprioritaskan angkutan umum, termasuk meneruskan pembangunan monorel.
    Selain itu Jokowi-Ahok merencanakan Kartu Sehat (berobat gratis) dan Kartu Pintar (sekolah gratis) untuk warga tidak mampu. Yang perlu diperhatikan di sini bukan janji pelayanan kesehatan dan pendidikan gratisnya (ini merupakan janji semua calon gubernur di mana pun, tidak hanya di Jakarta), tetapi cara dia memberi nama kepada dua pelayanan itu.

    Dengan menggunakan istilah “kartu”, setiap warga yang kurang mampu nantinya akan mengantongi dua kartu (sehat dan cerdas) yang bisa dibawa ke mana-mana dan bisa digunakan sewaktu-waktu (tidak usah minta surat ke RT atau lurah dulu, dan sebagainya). Jokowi tidak menjanjikan membangun rumah sakit atau memberi fasilitas kepada sekolah- sekolah (seperti bantuan operasional sekolah alias BOS yang bukan boss), melainkan menjanjikan kartu buat setiap warga yang memerlukan.
    Maka jelas sasarannya adalah hati warga DKI sebagai perorangan yang sudah penuh unek-unek. Suatu pemecahan yang benar-benar cerdas, yang keluar dari akal sehat. Masyarakat Jakarta tidak semuanya cerdas, apalagi berpendidikan, terlebih pendidikan tinggi.Tetapi rakyat yang paling jelata pun bisa membedakan antara akal sehat dan akalakalan. Berpuluh tahun bangsa kita terlatih untuk akal-akalan (menggunakan akal untuk sesuatu yang tidak masuk akal).

    Di zaman Soeharto dana reboisasi diakali, sehingga hutan- hutan malah makin gundul. Perjalanan dinas dua hari diakali sehingga jadi lima hari, sehingga sisa dana perjalanan dan akomodasi bisa masuk kantong sendiri. Di zaman sekarang ada akalakalan proyek Hambalang,ada Gayus yang mengakali pajak dan sebagainya. Masyarakat yang sudah capai dengan akalakalan ini langsung melihat peluang pada diri Jokowi yang berakal sehat.

    Jokowi akan berhasil sebagai gubernur DKI,bukan karena dia manusia ber-okol (berotot) yang didukung oleh parta besar atau birokrasi atau militer (seperti Hosni Mubarak, Khadafi,atau Saddam Husein), melainkan karena dia didukung oleh rakyat Jakarta. Insya Allah, dengan rahmat- Nya,Jokowi akan bergeser dari Solo-1 menjadi Jakarta-1.

    ARLITO WIRAWAN SARWONO
    Guru Besar Fakultas Psikologi UI,
    Dekan Fakultas Psikologi
    Universitas Persada Indonesia

    ttg ahok
    saya merinding membaca ini :
    Ketika Ahok menjadi bupati, bukan masyarakat muslim yang protes dengan kebijakannya sebagai bupati. Malah umat yang seagama dengannya. Basuki dituduh tidak memperhatikan pembangunan gereja, malah mempermudah dan menyumbang pembangunan masjid2. Ahok berang,menurutnya gereja tidak perlu dibantu. “Kalian saweran aja, gereja udh jadi. Kalau masjid memang harus disokong.” Jelas Basuki. Masyarakat Muslim jumlahnya 93% dan masjid butuh banyak. Gereja cuma butuh sedikit dan umat kristen lebih baik ekonominya. Selain membangun mesjid, Ahok juga menaik-hajikan ustad dan ulama-ulama yang belum bergelar haji. Lebih dari 100 orang dihajikan. Ahok bahkan ikut safari ramadhan ketika bulan ramadhan tiba. Meski Ia harus menunggu saja di parkiran sampai selesai.

    Ahok tidak membedakan orang, timses lawan politiknya di Belitung ada yg memiliki kinerja bagus dijadikan bagian dari jajaran pemerintahannya. Teringat ketika ke belitung, ada seorang pendeta yang datang menemui Ahok. Intinya ingin meminta sumbangan berupa mobil. Mobil itu konon katanya dipakai untuk antar jemput jemaat. Waktu itu pembicaraan Pak Ahok dan pendeta didepan saya. Ahok langsung menolaknya. Karena yang Kristen di desa Gantung (desa Ahok) hanya sedikit dan jaraknya sempit. Kalo tiap minggu ke gereja kata Ahok masih bisa jalan kaki. Si pendeta gak terima dan marah-marah ke Ahok sambil bilang “Kamu hanya sumbangkan ke masjid-masjid saja, agamamu tidak disumbang”. Ahok jawab ; “Aku sumbangkan gereja juga, Tapi tidak banyak karena disini mayoritas lebih banyak yang memakai mesjid”. Pendeta pun pulang
  6. Engkong Saidi
    24.07.2012, 21:29 WIB
    Komentator: Jampang
    Engkong gak usah ikut komen dah tua,ntar kambuh bengeknya. Mending bagi bagi tanah dah sama cucu kalau masih ada juga wakafkan buat rumah yatim piatu,mengingat engkong kan udah tua bentar lagi diabsen malaikat.
  7. kampanye hitam,cume kerjaan orang TOLOL
    24.07.2012, 20:36 WIB
    Komentator: si dogol
    di tempat ane tinggal para betawi ribut ,katenye : " kalo jokowi menang speker di masjid bakalan dilarang". Black campaign yang menjijikkan,para betawi bodoh itu kacian ane ngeliatnye,buat nyang betreak cina nguasain ekonomi ,tanye knape ?.....si ridwan bangkotan ,jagoan lu si gub sumsel kalah noooh,kemaren menang besok mudah2an jokowi menang lagi,Jakarte kudu berobah
  8. RIDWAN SAIDI : JOKO WIDODO MULAI "MASUK ANGIN"
    24.07.2012, 20:28 WIB
    Komentator: abahudin
    Bismillaahirrohmaanirrohiiim

    Bismillaahirrohmaanirrohiiim
    D engan menyebut Nama Allaah SWT Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang !!!

    Segala puja dan puji hanyalah kepunyaan Allaah SWT semata sebagai Penguasa, Pemilik, Pengatur alam jagat raya ini beserta seluruh isinya baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh manusia dan makhluk lain !!!

    Allaah SWT adalah :

    Rabb-nya manusia
    Raja-nya manusia
    Sembahan-nya manusia

    Allaah SWT Yang Maha Ahad, Tempat bergantungnya seluruh makhluk, Tidak beranak dan tidak diperanakkan dan Tidak ada sesuatupun yang dapat menyerupai-Nya, siapapun dan di manapun serta sampai kapanpun !!!

    Maha Suci Allaah SWT yang hanya di tangan-Nya-lah semata kekuasaan seluruh kerajaan yang ada di langit dan di bumi baik yang dapat dilihat maupun yang tidak dapat dilihat oleh seluruh makhluk !!!

    Allaah SWT-lah yang telah menjadikan mati dan hidup untuk seluruh makhluk-Nya baik yang terlihat maupun yang tidak dapat terlihat oleh seluruh makhluk, untuk menguji siapa di antara kalian yang paling baik amal shalehnya !!!

    Allaah SWT-lah yang telah menjadikan seluruh alam jagat raya ini beserta seluruh isinya baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat oleh seluruh makhluk !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke neraka jahnam bagi seluruh makhluk yang mengganggap bahwa alam semesta ini sebagai sembahan, seperti kelakuan orang-orang musyrikin pada zaman dahulu !!!

    Allaah SWT-lah yang telah menjadikan Nabi Adam AS dan Siti Hawa serta para anak dan cucunya di alam jagat raya ini !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke neraka jahnam bagi seluruh makhluk yang mengganggap bahwa Nabi Adam AS dan Siti Hawa serta anak cucunya sebagai sembahan seperti kelakuan orang-orang musyrikin pada zaman dahulu !!!

    Allaah SWT-lah yang telah menjadikan para malaikat dan memberi tugas mereka sesuai dengan tugasnya masing-masing mulai dari Malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Izrail, Munkar, Nakir, Raqib, Atid, Malik, Ridwan !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke nerakan jahnam bagi seluruh makhluk yang mengganggap bahwa para malaikat sebagai sembahan dan putri Allaah SWT seperti kelakuan orang-orang musyrikin pada zaman dahulu !!!

    Allaah SWT-lah yang telah menjadikan para nabi dan rasul mulai dari Nabi Adam AS s/d Nabi Muhammad SAW serta telah memberi tugas kepada mereka untuk mengemban risalah kepada ummatnya masing-masing yaitu agar hanyalah kepada Allaah SWT semata yang wajib disembah !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke neraka jahnam bagi seluruh makhluk yang mengganggap bahwa para nabi dan rasul adalah sembahan dan anak Allaah SWT seperti kelakuan orang-orang musyirikin dan Nashrani pada zaman dahulu !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke neraka jahnam bagi seluruh makhluk yang mengganggap bahwa Azar anak nabi Ibrahim AS sembahan dan anak Allaah SWT seperti kelakuan orang-orang musyrikin dan Yahudi pada zaman dahulu !!!

    Allaah SWT-lah yang telah menjadikan seluruh manusia yang ada di muka bumi ini dan mengangkat derajat mereka lebih mulia dibandingkan dengan makhluk yang lainnya karena aqal fikirannya !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke neraka jahnam bagi seluruh makhluk yang mengganggap bahwa manusia dan aqal fikirannya serta idiologinya ( libralis, sosialis komunis dan lain sebagainya termasuk nasiolisme ) termasuk sebagai sembahan seperti kelakuan orang-orang musyrikin pada zaman dahulu !!!

    Tidak ada sesuatupun yang wajib disembah dan diibadahi serta ditaati seluruh perintah dan larangan-Nya kecuali hanyalah Dzat Allaah SWT semata Pemilik, Penguasa, Pengatur langit dan bumi beserta seluruh isinya termasuk di dalamnya benda-benda mati dan benda-benda hidup.

    Allaah SWT telah mengutus Nabi dan Rasul terakhir sampai akhi zaman yaitu hanyalah Nabi Muhammad SAW semata, Ibunya bernama Siti Aminah, Bapaknya adalah Abdullaah, Kakeknya bernama Abdul Muthalib, Pamannya bernama Abu Thalib, Istri pertamnya adalah Siti Khadijah, di kota Mekah lahirnya dan di kota Medinah wafatnya. 12 Rabiul Awwal dan tahun Gajah lahirnya !!!

    Allaah SWT telah mengutus Nabi dan Rasul terakhir sampai akhir zaman yaitu Nabi Muhammad SAW adalah sebagai Rahmat bagi seluruh alam jagat raya ini !!!!

    Allaah SWT telah mengutus Nabi dan Rasul terakhir sampai akhir zaman yaitu Nabi Muhammad SAW sebagai suri tauladan dan contoh terbaik bagi seluruh ummat di dalam mengarungi seluruh kehidupan di dunia yang fana ini jika seluruh ummat ingin bahagia lahir dan bathin di dunia serta akhirat juga terhindar dari adzab api neraka Allaah SWT !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke neraka jahnam bagi seluruh makhluk yang mengganggap bahwa Roh Nabi Muhammad SAW, Para Wali dan Para Imam sebagai sembahan seperti kelakuan orang-orang musyrikin pada zaman dahulu !!!

    Allaah SWT akan melaknat, menyiksa dan memasukkannya ke neraka jahnam bagi seluruh makhluk yang mengaku nabi dan rasul setelah Nabi Muhammad SAW, siapun dia baik yang bergelar kyai maupun orang biasa !!!

    Semoga Allaah SWT senantiasa mencurahkan shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW, Keluarganya, para Shahabatnya, para Thabiin dan para pengikut yang mengikuti ajarannya (Al Qur’an dan Al Hadits) sampai akhir zaman, semoga kita semua termasuk di dalamnya !!!!! Aamiiin

    Sebagaiman Allaah SWT telah memberikannya kepada Imam seluruh alam dan Bapak semua nabi yaitu Nabi Ibrahim AS dan Para Keluarganya serta Para Pengikutnya !!!

    Berbicara tentang kepemimpinan baik di mulai dari diri pribadi sampai tingkat yang lebih atas semuanya tidak akan terlepas dari tanggung jawab sebagai seorang pemimpin.

    Dan seluruh makhluk yang merasa manusia semuanya adalah pemimpin.

    Hal tersebut di atas telah dijelaskan secara jelas di dalam Al Qur’an dan Al Hadits yang artinya sebagai berikut :

    ” Dan Ingatlah ketika Rabb-mu ( Allaah) berfirman kepada para Malaikat, ” Sesungguhnya Aku (Allaah) hendak menjadikan seorang Khalifah (Penguasa / Pemimpin) di muka bumi”.
    ( Al Qur’an surat Al Baqarah : 30)

    ” Setiap diri adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya “. ( Al Hadits )

    Dari kedua penjelasan di atas kita harus sadar diri bahwa tanpa diperebutkanpun pertanggung jawaban tentang kepemimpinan itu akan datang kepada kita yang membedakannya adalah selain pemimpin diri juga pemimpin di masyarakat (RT, RW, Lurah, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur, Presiden, Pemimpin ASEAN, Pemimpin Eropa dan ketua PBB ).

    Jika kita hanya seorang diri berarti tanggung jawabnya hanya satu orang, jika kita memiliki keluarga berarti selain mempertanggung jawabkan diri juga keluarga kita yang di dalamnya ada anak dan istri.

    Jadi semakin tinggi posisi kita maka semakin besar pula tanggung jawabnya !!!

    Yang seharusnya difikirkan para balon yang akan maju untuk menjadi pemimpin tidak hanya sekedar duduk manis, tanda tangan dapat gaji, diberi vasilitas yang memadai oleh yang memberi jabatan tersebut akantetapi hal yang paling penting yang harus difikirkan adalah tanggung jawabnya di dunia dan di akhirat di hadapan Allaah SWT dan masyarakat yang dimimpinnya !!!!

    Jika kita salah memimpin diri tanggung jawabnya hanya satu orang, jika berkeluarga ditambah anak dan istri, semakin atas posisi kita maka tanggung jawabnya semakin berat !!!!!!!

    Dan jangan lupa jika kita salah memimpin orang-orang yang kita pimpin akan berdoa’ kepada Allaah SWT supaya kita sebagai pemimpinnya diadzab berlipat-lipat ganda dengan siksaan yang sangat dahsyat !!!!!!!!

    Sebaliknya jika kita memimpin masyarakat yang kita pimpin sehat lahir maupun bathin bahagia dunia dan akhirat maka pemimpin tersebut pada hari kiamat mendapatkan tempat perlindungan khusus dari Allaah SWT Yang Merajai Hari Kiamat / Pembalasan.

    Akantetapi untuk menjadi pemimpin seperti itu sangat berat sekali kecuali bagi orang-orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allaah SWT dengan bukti selalu taat kepada aturan-aturan Al Qur’an dan Al Hadits.

    Dan ketaatan itu sudah dicontohkan oleh Nabi dan Rasul terakhir sampai akhir zaman yaitu Nabi Muhammad SAW.

    Sebagaimana Allaah SWT telah berfirman di dalam Al Qur’an yang artinya :

    ” Sungguh telah ada pada diri Rasul (Muhammad) suri tauladan / contoh terbaik bagi kalian ”

    Berbicara tentang cagub jabar yang akan diusung oleh para parta sudah sepantasnyalah dibicarakan sedini mungkin agar calon yang akan diusung itu benar-benar kredible baik dari segi akhlaq dan kemampuan !!!!!!

    Maka penyaringan harus mulai dari sekarang agar hasil yang diharapkan sesuai keinginan. Untuk pencalonan bakal calon Gubernur Jabar 2013-2018 jangan hanya mengandalkan orang parta saja akantetapi orang-orang dari luar partapun diajak supaya calon-calon yang diusung itu benar-benar berkualitas baik secara lahir maupun bathin serta siap bertanggung jawab di dunia dan akhirat di dalam mengemban amanah tersebut juga siap untuk lengser, dihujat, dilaknat, diadzab oleh Allaah SWT manakala gagal di dalam membawa masyarakat adil, makmur sejahtera lahir dan bathin di dunia dan di akhirat !!!!!!!!

    Dan adanya keinginan dari pimpinan DPD-DPD parta yang ada di Jawa Barat yang KEUKEUH ingin mengusung para kandidatnya masing-masing adalah hal yang sangat wajar sekali !!!

    Akantetapi sebelumnya harus dibicarakan secara sungguh-sungguh dengan seluruh elemen para parta yang ada di seluruh Jawa Barat agar suara para parta Jawa Barat bulat memilih kandidat yang akan diusung oleh para parta !!!

    Jika hasil dari pembicaraan itu belum ada kesepakatan yang bulat maka segenap pimpinan DPD-DPD para parta harus legowo mengadakan pembicaraan kembali dan mencari titik temu agar seluruh elemen anggota parta yang ada di Jawa Barat sepakat bisa dengan cara mencari alternatif lain untuk bakal calon yang akan diusung bisa dari internal maupun ekternal parta !!!

    Ingatlah wahai saudara-saudaraku bahwa yang memilih Calon Gubernur itu bukan para pimpinan DPD-DPD parta yang ada di Jawa Barat akan tetapi masyarakat / rakyat Jawa Barat ( dari tingkatan sudra s/d kaum ningrat ) sehingga di dalam mengusung bakal calon tersebut harus benar-benar maksimal dihitung untung ruginya agar kejadian kekalahan paket pasangan DAI yaitu Dani Setiawan ( Mantan Gubernur Jabar yang akhirnya di penjara karena kasus Damkar ) dan Iwan Sulanjana ( Mantan Pangdam Siliwangi ) tidak terulang kembali kecuali jika parta Golkar ingin kalah lagi seperti PEMILUKADA periode 2008 – 2013 !!!

    Padahal jika kita analisis paket DAI ini luar biasa yang satu Jabar 1 yang satu lagi Siliwangi 1 akantetapi hasilnya kalah telak sampai jutaan suara di bawah paket yang tidak diperhitungkan yaitu paket HADE padahal mereka adalah paket Jakarta-Jakarta yaitu Kang AHER dari anggota DPRD DKI Jakarta sedang Kang Dayus dari anggota DPR RI komisi VI ??????????????????

    Mereka dua-duanya sangat pesimis sekali takhala mau maju akantetapi karena hanya pertolongan Allaah SWT semata mereka bisa menang bukan karena kehebatannya karena jika mau jujur setelah terpilihnya menjadi Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Barat Kursi PKS cuma 13 kursi dan PAN hanya berapa ??

    Orang banyak yang bicara bahwa kemenangan itu karena Dayus ???

    Jika kita mau jujur apa yang sudah dilakukan oleh Dayus pada waktu di komisi VI DPR RI, apakah ada prestasi yang signifikan tentang kepeduliannya terhadap masyarakat Jawa Barat ???

    Jawabannya tidak ada !!!

    Jawaban ini cukup jelas !!!

    Paket ini menang karena Allaah SWT dan secara syariat adanya janji tentang program kesehatan dan pendidikan dan kemiskinan ( lapangan pekerjaan 1 juta ) ???

    Dan janji itu bakal di uji pada PEMILUKADA periode 2013-2018 ???

    Saudara-saudaraku bisa menilainya di lapangan terhadap program tersebut ???

    Baik urusan pendidikan dari tingkatSD / Perguruan Tinggi maupun urusan kesehatan serta kemiskinan ???

    Itulah sekelumit perjananan paket HADE !!!

    Pertanyaannya adalah kenapa bisa terjadi paket DAI seperti itu ???

    Cing kinten-kinten ku naon tah ???

    Jawabannya adalah karena KEUKEUH atawa GURAT BATU atau keras kepala tidak mau menerima masukkan dari pihak luar !!!

    Ingat sebelum mencalonkan Gubernur, Mantan Gubernur Jabar pada saat itu sudah dibidik beberapa kasus dan akhirnya kena juga !!!

    Hal ini satu bukti bahwa sepandai-pandai tupai melompat pada akhirnya akan jatuh juga !!!

    Agar kejadian yang dialami oleh paket yang gagal tersebut tidak terulang lagi maka sudah seharusnyalah para parta mau sharing dan mau menerima masukan dari seluruh elemen masyarakat yang ada di Jawa Barat dari mulai tingkat masyarakat bodoh sampai tingkat profesesor !!!

    Oge kanggo bakal calon anu masih ngurus kabupaten / aktif jadi Bupati / walikota !!!

    Cing atuh instropeksi diri !!!

    Sampai sejauhmana kalian sudah membahagiakan rakyat yang ada di daerah masing-masing secara lahir maupun bathin di dunia serta di akhirat serta terhindarnya dari siksa api neraka Allaah SWT !!!

    Mani KEUKEUH hayang nyalonkeun Gubernur !!!

    Sementara sakumaha disebutkeun ku BPS yen di wilayah daerah Jawa Barat teh puluhan juta anu malarat / marariskin ???

    Lamun ngurus daerah wae teu mampu komo ngurus wilayah anu leuwih lega yaeta wilayah Jawa Barat ???

    Rek kumaha masyarakat Jawa Barat kadituna lamun nu pimpinna teh urut pamimpin anu gagal di daerahna ???

    Cing atuh sing karunya ka masyarakat anu balalangsak / malarat / marariskin !!!

    Hiji contoh masalah kasehatan :

    Jelema miskin lamun rek uubar ka rumah sakit ngan saukur ngandeulkeun SKTM mun teu boga Jamkesmas atawa Jamkesda di tolak, ieu kasus kajadianana di setiap daerah di Jawa Barat !!!

    Tiap walikota jeung bupati teu bisa walakaya nyanghareupan anu kitu, komo ieu urusanana anu leuwih lega deui ???

    Anu kadua urusan pendidikan :

    Lamun jelema miskin di lapangan teuteup diperes ku lembaga pendidikan, dina urusan seperti rek – abus ka sakola,
    - rek nyokot raport
    - daftar ulang
    - aya dana Bos ngan saukur keur bayaran ari buku jeung anu sejenna mah anggeur mayar
    - jeung sajabana

    Anu Katilu :
    - aya bank rek BUMN atawa bank daerah daerah seperti BJB
    Teuteup jaminan dijadikeun syarat mutlak keur nu nginjeum antukna nu balangsak / marariskin / malarat mah kacangreud ku rentenir anu ngaranna koperasi jeung anu terang-terangan renteun !!!

    Tah eta sok fikiran ku anu keur jadi GUbernur atawa ku par bupati jeung walikota nu rek nanjeur deui !!!

    Lain penghargaan ti lembaga-lembaga pemerintah atawa swasta anu dijadikeun ukuran rek nyalonkeun teh da ari penghargaan kitu mah bisa direkayasa !!!

    Tapi mun masalah anu geus di omongkeun di luhur mah bukti nyata pikeun ngukur kualitas jelema anu rek nyalonkeun incumbent atawa para pimpinan daerah tadi !!!

    Mun kitu mah nepi ka mana perjuangan para kandidat dina raraga merjuangkeun masyarakat anu dipimpinna nya !!!

    Jadi garapan pamimpin teh geuning jelas pisan yaeta masalah-masalah anu disanghareupan ku masyarakat anu dipimpinna lain diukur ku lembaga survei, ku pakar dina fit and proper test komo deui ku KAMMI atawa ku LSI nya !!!

    Anu kudu difikiran ku KAMMI, LSI mah sok fokuskeun kana kumaha carana meresan KKN !!!

    Eta kakara masalah anu wajib diurus ku intelektual nya !!!

    Sehebat apapun orangnya untuk memberantas penyakit yang bernama KKN itu susah sekali kecuali hanya dengan pertolongan Allaah SWT semata segala urusan bisa selesai !!!

    KKN bisa kena ka sasaha kaasup di antarana anu disebutkeun di handap ieu !!!

    Korupsi, numutkeun survei badan legislatif anu paing korup teh ti mimiti legislatif pusat nepika daerah ari baheula mah anu korupsi teh keluarga cendana wungkul ayeuna sakabehna pajabat legislatif bisa korupsi, kumaha ari eksekutif eta ge saru bae, ari Yudikatif kumaha sarua eta oge euweu bedana ???

    Kolusi, aya perusahaan anu nyogok DPR RI supaya nyieun UU anu mihak ka marahanana, supaya izin usaha mulus para pengusaha ngalobi DPR, DPRD termasuk rek mayar pajak oge seperti kitu anu akhirna kapararangih ???

    Nepotisme, Jiga kajadian di Indramayu Bupati nu kapilih bojona mantan Bupati, jagana lamun dipanjangkeun umur anu ngaganti indungna bisa anakna nu ngaganti anakna incunya, dan sajabana kaasup anu rek gawe jadi PNS di lingkungan eksekutif sarua jiga kitu ???

    Rek kumaha bangsa urang kahareupna, apan anu kitu peta teh anu pinter gelarna oge DR ???

    Acan engke di pusat anu rek nyalonkeun Presiden teh apan sidik anu boga perusahaan anu aya sangkut pautna jeung kasus Lapindo !!!

    Anu nepi ka ayeuna masyarakat anu jadi korban geus kaditu kadieu menta kaadilan euweuh anu ngadenge ???

    Tapi KEUKEUH anjeuna rek nyalonkeun jadi Presiden ???

    Rek kumaha nagara Indonesia kahareupna ???

    Rating GOLKAL naek teh lain karena jelema-jelema anu aya di GOLKAR hebat gawena tapi kahayang rakyat daripada kondisi jiga kieu mening keur zaman SUHARTO !!!

    Lain kulantaran Demokrat turun ratingna, rek naek turun oge ari jelema anu aya di demokrat mah geus pada apal rakyat oge, saha maranehanana teh ???

    Kulantaran sok mere raskin, BLT jeung sajabana lain kulantaran kahebatan SBY jeung partana da geuning ayeuna ku Allaah SWT dibukakeun pangeusina teh kitu nya ???

    Matak Allaah SWT dina Al Qur ‘an ngukur jelema teh lain ku gelar, ku kayaan, ku pangalaman, ku katenaran, ku kakasepan, ku kapinteran, jeung sajabana tapi kataqwaan !!!

    Beuki loba nu palalinter di Jawa Barat oge Indonesia akibatna bencana teu reureun-eureun !!!

    Cing atuh palikiran ku LSI, KAMMI jeung sajabana kumaha carana supaya bisa ngahindarkeun dina bencana eta !!!

    Rek meresan babaturanana anu teu bisa mayar ka kampusna oge teu mampu mantuan komo rek ilu biung masalah milih anu rek mimpin Jawa Barat !!!

    Sakumaha dina Al Qur ‘an surat Al Hujurat anu hartina teh :
    ” Jelema anu paling mulia di sisi Allaah SWT teh yaeta Jelema anu paling taqwa ”

    Jika kita mau jujur ketidak adilan merajalela dalam segala urusan dari mulai hukum, ekonomi dan sebagainya !!!!!!

    Masih banyak sekali masalah-masalah yang harus dibenahi !!!!!!!!!!!!!!!!

    Jika tidak sanggup untuk mempertanggung jawabkan itu semua maka lebih baik amanah tersebut diberikan kepada orang beriman dan bertaqwa kepada Allaah SWT yang sanggup untuk mengemban amanah itu.

    Jangan sampai amanah tersebut tidak mau diberikan kepada orang lain sementara anda sendiri tidak sanggup untuk mengembannya !!!!!

    Kasihan orang-orang lemah yang terdzolimi dalam segala urusan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Adanya bencana alam yang bertubi-tubi itu adalah bukti-bukti ketidakmampuan anda sekalian wahai saudaraku di dalam mengelola negara ini ???
    Dan merajalelanya korupsi di negara ini adalah bencana moral yang lebih membahayakan untuk kelangsungan hidup bangsa ini. Kedua bencana itu adalah tanggung jawab dari pemimpin dan orang-orang yang sekola !!!!! karena maju mundurnya suatu bangsa sangat ditentukan oleh pemimpin bangsa dan orang-orang yang sekola !!!!!!!!!!!!!!!

    Dan Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an yang artinya :

    ” Barangsiapa yang bersyukur maka Allaah SWT akan menambah nikmatnya dan barangsiapa yang kufur sesunguhnya adzab Allaah SWT itu sangat pedih ”

    ” Jika penduduk suatu tempat itu beriman dan bertaqwa maka akan dibukakan oleh Allaah SWT pintu keberkahan baik dari langit maupun dari bumi ”

    Mungpung masih belum berkuasa bertobatlah kemudian meminta ampun kepada Allaah SWT dan berlakulah dengan kelakuan yang sesuai dengan aturan-aturan Allaah SWT yang telah dicontohkan Nabi dan Rasul terakhir Nabi Muhammad SAW di dalam Al Qur’an dan Al Hadits !!!!!

    Semoga Allaah SWT selalu menerima tobat kita dan memaafkan segala dosa kita semua serta selalu memberi petunjuk ke jalan yang lurus yaitu seperti jalannya orang-orang telah diberi nikmat oleh Allaah SWT kepada mereka Yaitu para rasul termasuk Nabi Muhammad SAW, para Shahabatnya, para Syuhada dan lain-lain bukan golongan orang-orang yang telah dimurkai Allaah SWT seperti orang-orang Yahudi pada zaman dahulu dan bukan pula golongan orang-orang yang sesat seperti orang-orang Nashrani pada zaman dahulu !!!!!!!! Aamiiin
  9. Gue setuju ama engkong
    24.07.2012, 14:59 WIB
    Komentator: Hirar
    Betul kong, gua benci foke, tapi gua lebih benci Ahok.hok.hok. makanya putaran dua gua pilih foke. hidup bukan urusan perut aja. gimana kalau jokowi nyapres atau wafat. Ahok lah yang jadi gub.DKI. Ekonomi sdh dikuasai cina, politik diembat cina juga, lama kelamaan RI di jajah Cina. Sadar wahai bangsa RI.
  10. Jokowi masuk angin, Foke diberangus Tsunami
    24.07.2012, 12:38 WIB
    Komentator: Ario Kamamdanu
    Ya udah.....nggak apa2x kalau cumen masuk angin masih bisa dikerokin , daripada si FOKE yang terberangus SUNAMI , siapa yg mau nolong, Ente Beh....? sana ikut kelaut saja.
  11. Ridwan momong cucu ajalah
    24.07.2012, 10:05 WIB
    Komentator: Bijaksono
    Buat Bang Ridwan Saidi, sudahlah ente momong cucu aja dirumah ajalah, pensiun sudah berumur juga.

    Yangmasuk angin tuh abang itulah, udah sepuh, udah nggak ngaruh sih ngomong apa aja, jangan komentari JOKOWI, dia itu sudah ada dihati masyarakat Jakarta dan pasti akan jadi Gubernur DKI. Emang Bang Ridwan udah disamperin si Kumis itu tuh, dan udah dikasih THR sama Foke kok udah nyerang-nyerang Jokowi.

    Sudahlah momong cucu dirumah, bercocok tanam apa kek, komentarmu sudah nggak laku. Syukur kamu masih dipanggil di TVone untuk ngomong, jadi dapet penghasilan, kalo ngggak? bisa - bisa dagang sayur asem loe... Bang Ridwan
  12. Engkong payah dasar mental penjilat
    23.07.2012, 22:52 WIB
    Komentator: Engkong Penjilat
    2007 ente mati-matian bela Adang, sekarang balik arah bela foke..

    dibayar berape kong ame foke?
  13. istigfar kong
    23.07.2012, 19:03 WIB
    Komentator: maman
    nyebuttt kongg nyebutt...uda mo d absen malaekat itu masi ribut aja bukannye k mesjid sono.
  14. - busungkan dadamu Jokowi
    23.07.2012, 13:35 WIB
    Komentator: r-four
    Om Jokowi adalah orang yang sabar,taat pd agama dan selalu memandang visi ke depan dgn harapan meningkatkam taraf hidup rakyatnya dan dia selalu mengedepankan kepentingan rakyat daripada pribadinya,dan dia mempunyai wibawa dan keteduhan terhadap siapapun.dia didera berbagai isu yang memojokkan dia,tapi dia menghapinya dgn kepala dingin dan tidak dendam dgn siapapun jadi apa yang dikatakan Yang Mulya Ridwan saidi ngak ada pengaruhnya.lebih baik pengaruhnya Yang Mulya Ridwan saidi utk kemajuan budaya betawi
  15. negara-ideologi-agama
    23.07.2012, 09:41 WIB
    Komentator: nana
    IDEALNYA NEGARAWAN MEMELUK “agama” APA ?

    Sepertinya masih banyak WARGA bangsa yang bingung akan konsep hubungan NEGARA-IDEOLOGI-AGAMA. Masih banyak terjadi simpang siur dalam memahami hubungan di antara ketiganya. Tulisan singkat ini mencoba ngudari pemahaman yang belum pas. Berangkat dari pertanyaan, “di mana agama diletakkan, apa itu spiritual, dan apa saja peran negara terhadap agama ? Kebetulan tetangga saya seorang ahli pijat urut, menanyakan beberapa hal berkaitan dengan wacana politik mutakhir di negeri ini. Kami bertiga, sambil wedangan kopi, leyeh-leyeh di “gazeboo hampir roboh” di samping rumah. Ditemani angin sepoi rada sejuk dan suara katak sawah bersautan. Dimulailah guneman ringan masih seputar negara dan agama, berikut ini hasil petikan obrolan tsb saya up load. Mungkin ada sedikit manfaat untuk semua sahabat di manapun berada.

    T: jika agama diletakkan di bawah negara, apakah negara menjadi sekuler ?

    J: Tidak, negara tetap saja memiliki landasan spiritual yang betul-betul kuat. Dan yang mengatasi negara dan negarawan bukanlah agama, melainkan spirituality.

    T: apa beda spiritual dengan agama ?

    J: Spiritualitas bukanlah lembaga, ia merupakan seperangkat tindakan atas dasar kesadarannya akan nilai kebaikan. Spiritual tidak sekedar kesadaran rasio/akal budi semata, ia dipahami sebagai suatu bentuk KESADARAN tinggi (higher consciousness) yang melibatkan kesadaran batin (intelegensia) tentang kebaikan dan konsep keTuhanan. Kesadaran spiritual idealnya mencakup upaya menyatukan hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan sebagai satu kekompakan tindak. Sedangkan agama merupakan LEMBAGA-LEMBAGA, berfungsi mendidik atau mengajarkan tentang kebaikan dan ke-Tuhan-an (spirituality). Singkatnya bahwa spiritual adalah HASIL, yang berhubungan dengan kesadaran, sementara agama adalah salah suatu CARA (proses) yang bertujuan menciptakan kesadaran tsb. Banyak sekali CARA atau JALAN SETAPAK untuk mencapai kesadaran spiritualitas tinggi, di antaranya ya semua agama yang ada di planet bumi ini. Tapi, entah saya sedang mimpi atau tidak ya, saat ini kok rasanya banyak sekali orang-orang yang tampak AGAMIS, namun miskin PENCAPAIAN SPIRITUAL. Tampak dari ucapanya, pakaiannya, jalan pikirannya, seseorang begitu alim dan saleh, tapi kok ya terlibat korupsi…!

    T: jika bukan agama, lantas apakah yang pantas di letakkan di atas Negara, yang bisa menjadi acuan SPIRITUAL negara dan bangsa Indonesia ?

    J: mungkin Anda lupa ? Konsep spiritual yang bersifat universal bagi bangsa Indonesia bukankah sudah dibakukan dengan nama besar PANCASILA, ia sebagai IDEOLOGI BANGSA, dan menjadi acuan spiritual yang menjadi dasar dalam menjalankan sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila bukanlah Islam, bukan Hindu dan Budha, bukan Kristen dan Katolik. Namun Pancasila mencakup nilai-nilai universal semua agama tersebut. Pancasila tidak bertentangan dengan agama manapun. Tidak berlebihan bila saya katakan, jika semua agama di dunia ini dikuliti, di dalamnya akan ditemukan “isi” yang sesuai dengan apa yang tercantum dalam 5 sila itu. Hebat kan !!

    T: apa dasar argumen Anda, bahwa agama tidak boleh diletakkan di atas negara ?

    J: Agama adalah bagian dari sistem budaya, yakni sistem kepercayaan yang sudah menjadi LEMBAGA. Agama menjadi lembaga sosial non politik dan non profit oriented. Sedangkan Negara merupakan lembaga POLITIK, mencakup di dalamnya lembaga-lembaga tinggi negara. Maka tidak ada lembaga yang boleh lebih tinggi dari negara.

    T: bukankah agama adalah urusan di luar negara ?

    J: pertanyaan yang tidak tepat, seharusnya kata-kata negara diganti politik. Secara politik AGAMA HARUS BERADA DI LUAR POLITIK itu sendiri. Dalam arti, agama tidak boleh dicemari kepentingan politik. Menjadi perbuatan tidak senonoh bila Anda mempolitisir agama, atau agama menjadi kendaraan politik. Sementara itu, agama jelas merupakan bagian dari kehidupan masyarakat warga bangsa. Otomatis agama hidupnya berada di dalam wilayah suatu negara. Tak ada agama apapun di zona internasional laut. Kecuali Anda sedang mengarungi di lautan sana.

    T: apa yang akan terjadi di Indonesia bila agama secara kelembagaan diletakkan di atas OTORITAS NEGARA ?

    J: pertanyaan yang cerdas ! Jika AGAMA secara KELEMBAGAAN melebihi OTORITAS negara, maka jadilah negara agama misalnya : Negara Islam Indonesia, Negara Hindu Indonesia, Negara Budha Indonesia, Negara Katolik Indonesia, negara Kong Hu Chu Indonesia, atau Negara Kristen Indonesia. Dengan begitu bubarlah negara kesatuan Republik Indonesia di atas slogan BHINNEKA TUNGGAL IKKA.

    T: tidak menutup kemungkinan, para tokoh politik kita ingin mencapai kekuasaan tertinggi dengan mengendarai suatu agama tertentu ? Bagaimana langkah ideal yang seyogyanya dilakukan para elit politik kita ?

    J: jika Anda sebagai politikus lalu kebelet menaruh agama yang Anda peluk di atas OTORITAS LEMBAGA negara, Anda harus memenuhi syarat sebagai seorang NEGARAWAN yakni: TANGGALKAN lembaganya atau “BAJUNYA”, KUPAS KULITNYA, AMBIL ISI HAKEKATNYA. Singkatnya, ambil saja RUH dari setiap agama yang ada di Nusantara ini. Carilah nilai-nilai agama yang bisa melebur dalam nilai spiritual yang UNIVERSAL dan ESENSIAL. Namun kita sebagai generasi penerus bangsa TAK PERLU LAGI PUSING-PUSING MIKIRIN PEKERJAAN ITU, karena BUKANKAH PARA PENDAHULU KITA SUDAH MENUNTASKAN TUGAS ITU SEMUA, sehingga terwujudlah PANCASILA sebagai barang jadi yang tinggal pakai.

    T: Ok, jika lembaga agama diletakkan di bawah otoritas negara, sejauh mana kewenangan NEGARA terhadap AGAMA ?

    J: Tentu saja negara tidak boleh MENCAMPURI URUSAN INTERNAL agama apapun, yang mencakup dakwah
  16. si pikun
    22.07.2012, 14:03 WIB
    Komentator: si pikun
    pasti besok2 dukung si foke.....
  17. Bang Ridwan Omongannya Ngga Bisa Dipegang
    22.07.2012, 11:51 WIB
    Komentator: Himawan
    Waktu ditanya wartawan, ada rekamannya nih. Bang Ridwan bilang pilih aja mantan walikota dan mantan bupati. Ini JELAS arahnya Jokowi-Basuki(Ahok). Ehhh sekarang malah dukung Alex-Nono. Payah ente.............
  18. Jokowi pilihan Tuhan
    22.07.2012, 11:26 WIB
    Komentator: Momo
    Saya pikir, JOkowi menang bukan karena pencitraan. Dia sukses di Putaran 1 karena PRESTASI yang telah diukirnya.Saya doakan Jokowi menang di Putaran 2. Tuhan telah memilihmu, maka walaupun seluruh dunia merintangimu. Tiada yang dapat menghalangimu.
  19. Suku SARA
    22.07.2012, 08:14 WIB
    Komentator: afandi
    berdasarkan hasil pemilukada dki, ternyata etnis yg masih berfikir sara adalah etnis tionghoa...karena hampir 90% memilih pasangan jokowi ahok. etnis lainnya sudah bisa bersikap bhineka tunggal ika....jad, bicara sara...etnis manakah yg masih bersikap sara...pemilukada daerah lain jadi bukti.
  20. ENGKONG RIDWAN.
    21.07.2012, 21:41 WIB
    Komentator: ONDEL ONDEL
    Engkong kita yang satu ini hebat pengamatannya,tapi sayang anaknya Bang KUMIS dikalahkan orang Jawa. Ngenes tapi mau gimna lagi. Udahlah kong,udah dari sononya orang Jawa itu mesti pemimpin. Udah kong tidur aja. Menang nggak dapat apa2, kalah timbang ngenes.
  21. KISAH HIDUP JOKOWI
    20.07.2012, 11:08 WIB
    Komentator: bimolintang
    Terima kasih untuk penjelasannya, itulah kenyataan yang ada semoga semua bisa melihat dengan jernih, tidak perlu saling menghujat. karena kita manusia biasa yang bisa salah pandang dan berbeda kepentingan, ada yang suka pemimpin kalem, santun, ada yang suka keras, tegas, berwibawa, ada yang suka perpaduan dari itu. Tapi sekali lagi yang kita pilih adalah yang memimpin dengan hati nurani dan kemanusiaan. silahkan memilih siapa. buku favorit saya adalah : dibawah Bendera revolusi, Tahta Untuk Rakyat, Panglima Besar Jenderal Sudirman, kita merindukan pemimpin2 seperti itu' memimpin untuk rakyat rencanakan bersama rakyat, nikmati hasilya bersama2 rakyat.
  22. ridwan saidi dasar bangpak
    20.07.2012, 11:02 WIB
    Komentator: parno
    JANGAN KARENA ORANG BETAWI LALU KAMU SI BANGPAK RIDWAN JELEK2IN JOKOWI,LIHAT NANTI BULAN SEPTEMBER SI KUMIS BAPLANG FOKE AKAN BABAK BELUR DI GILES OLEH JOKOWI.
    DAN KAMU SI GEBLEG RIDWAN MUKAMU AKAN DITARUH DIMANA????
    DI JEMBATAN ANCOL????
    HIDUP JOKOWI!!!!
  23. - JOKOWI
    20.07.2012, 02:05 WIB
    Komentator: Prihatin
    Kisah Hidup Jokowi
    Masa kecil Jokowi bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.

    Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian. Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.

    Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Ia mengumpulkan uang receh demi receh dan ia celengi di tabungan ayam yang terbuat dari gerabah. Kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia jadi kuli panggul. Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat, tapi disini ia menemukan sisi kegembiraannya.

    Ia sekolah tidak dengan sepeda, tapi jalan kaki. Ia sering melihat suasana kota, di umur 12 tahun dia belajar menggergaji kayu, tangannya pernah terluka saat menggergaji, tapi ia senang dan ia gembira menjalani kehidupan itu, baginya “Luwih becik rengeng-rengeng dodol dawet, tinimbang numpak mercy mbrebes mili”. Keahliannya menggergaji kayu inilah yang kemudian membawanya ingin memahami ilmu tentang kayu.

    Lalu ia berangkat ke Yogyakarta, ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, jurusan kehutanan. Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatannya serta teknologinya. Di masa kuliah ia jalani dengan amat prihatin, karena tak ada biaya hidup yang cukup. Kuliahnya disambi dengan kerja sana sini untuk biaya makan, ia sampai lima kali indekost karena tak mampu biaya kost dan mencari yang lebih murah.

    Hidup dengan prihatin membawanya pada situasi disiplin, Jokowi mampu menerjemahkan kehidupan prihatinnya lewat bahasa kemanusiaan, bahwa dalam kondisi susah orang akan menghargai tindakan-tindakan manusiawi, disinilah Jokowi belajar untuk rendah hati.

    Setamat kuliah ia tetap menjadi tukang gergaji kayu, tapi ia sudah memiliki wawasan, ia melihat industri kayu berkembang pesat, ia mendalami mebel. Disini ia pertaruhkan segalanya, rumah kecil satu-satunya bapaknya ia jaminkan ke Bank. Dan ia berhasil, ia bukan saja tapi ia juga pengambil resiko yang cerdas, ia berhasil dari sebuah bengkel mebel dengan gedek disamping pasar yang kumuh berhasil dikembangkan. Ia menangis ketika pekerja-pekerjanya bisa makan.

    Suatu saat ia kedatangan orang Jerman bernama Micl Romaknan, orang Jerman ini kebetulan tidak membawa grader (ahli nilai) kayu, ia ngobrol dengan Jokowi, kata orang Jerman itu : “Wah, di Jepara saya ketemu orang namanya Joko, baiklah kamu kunamakan saja Djokowi, kan mirip Djokovich” akhirnya terciptalah sebuah nickname Jokowi yang melegenda itu.

    Perkembangan bisnisnya bagus, ia dipercaya kerna ia jujur, orang Jerman suka dengan orang yang jujur dan pekerja keras, Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, selebihnya adalah kerja. Ia tak pernah makan uang dari memeras atau pungli, ia makan dari keringatnya sendiri. Dengan begitu hidupnya berkah. Jokowi berhasil mengekspor mebel puluhan konta*ner dan ia berjalan-jalan di Eropa.

    Tidak seperti kebanyakan orang Indonesia yang mengunjungi Eropa dengan cara hura-hura atau foto sana, foto sini tanpa memahami hakikat masyarakatnya. Jokowi di Eropa berpikir reflektif. “Kenapa kota-kota di Eropa, kok sangat manusiawi, sangat tinggi kualitasnya baik kualitas penghargaan terhadap ruang gerak masyarakat sampai dengan kualitas terhadap lingkungan” lama ia merenung ini, akhirnya ia menemukan jawabannya “Ruang Kota dibangun dengan Bahasa Kemanusiaan, Bahasa Kerja dan Bahasa Kejujuran”. Tiga cara itulah yang kemudian dikembangkan setelah ia menduduki jabatan di Solo.
    T
    Setelah sukses di bisnis, Jokowi berpikir “Bagaimana ia bisa berterima kasih pada bangsanya” lalu ia mendapatkan jawabannya, bahwa contoh terbaik untuk berterima kasih adalah menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab. Lalu ia masuk ke dalam dunia politik dengan seluruh rasa tanggung jawab. Pertanggung jawaban politiknya adalah pertanggungjawabtan moral bukan karena ia mencari hidup dalam dunia politik, ia ikhlas dalam bekerja, baginya inilah cara berterima kasih pada bangsanya.

    Ia masuk ke dalam dunia politik, awalnya tidak dipercaya, karena sosoknya lebih mirip tukang becak alun-alun kidul tinimbang seorang gagah yang hebat, dalam masyarakat kita, sosok dengan ‘bleger’ yang besar lebih diambil hati ketimbang orang dengan sosok kurus, ceking dan tak berwibawa itulah yang dialami Jokowi, tapi beruntung bagi Jokowi, saat itu masyarakat Solo sedang bosan dengan pemimpin lama yang itu itu saja, mereka mencoba sesuatu yang baru. Akhirnya Jokowi menang tipis.

    Masyarakat mempercayainya dan ia menjawabnya dengan “Kerja” ia siang malam bekerja untuk kotanya, ia datangi tanpa lelah rakyatnya, ia resmikan gapura-gapura pinggir jalan, ia hadir pada selamatan-selamatan kecil, ia terus diundang bahkan untuk meresmikan pos ronda sebuah RW sekalipun. Ia bekerja dari akarnya sehingga ia mengerti anatomi masyarakat.

    Suatu hari Jokowi didatangi Kepala Satpol PP. Kepala Satpol itu meminta pistol karena ada perintah pemberian senjata dari Mendagri. Jokowi meradang dan menggebrak meja “Gila apa aku menembaki rakyatku sendiri, memukuli rakyatku sendiri…keluar kamu…!!” kepala Satpol PP itupun dipecat dan diganti dengan seorang perempuan, pesan Jokowi pada kepala Satpol PP perempuan itu “Kerjalan dengan bahasa cinta, kerna itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya, cinta akan membawa pertanggungjawaban, masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencinta* dirinya, lingkungan dan Tuhan. Dari hal-hal inilah Jokowi membangun kota-nya, membangun Solo dengan bahasa cinta….”.

    Apakah di Jakarta ia tak bakalan mampu? banyak yang nyinyir bahwa Solo bukan Jakarta. Tapi apa kata Jokowi “Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan”

    Jokowi berangkat dalam alam paling realistisnya. Kepemimpinan yang realistis, bertanggungjawab dan kredibel. Beruntung Indonesia masih memiliki Jokowi, pada Jokowi : “Merah Putih ada harapan berkibar kembali dengan rasa hormat dan bermartabat sebagai bangsa.
  24. Apa yang di Citrakan Jokowi
    19.07.2012, 23:29 WIB
    Komentator: bimolintang
    Apa jokowi punya citra? dia enggak pernah berpenampilan seperti piala citra... rakyatnyalah yang mencitrakan dia. Dalam dunia ini siapa yang harus dilindungi lebih dari yang lain? yaitu orang2 yang tidak beruntung hidupnya yang mencari nasi di ganti keringat se ember. Kalau orang sudah berjiwa menolong mereka gak usah citra2 an itulah orang yang mengajarkan kebajikan agama.
  25. harap rasional
    19.07.2012, 23:20 WIB
    Komentator: gpm
    yg pd komen rasional aja isu sara kan mang strategit timses jokowi-ahak [jawa/cina] kong ridwan tuh bintang iklan gerindra tuk jokowi-ahok..perbandingkan dulu solo[ma kecamatan kemayoran aja luas wilayah/jml penduduknya kalah] jgn tertipu pencitraan dong kalian hrs cermati knp elite dendam banget sih ama Foke yg th 2007 didukung hbs [sorry ini biasanya soal proyek]
  26. ISU SARA dan Pribadi
    19.07.2012, 23:04 WIB
    Komentator: bimo
    Sungguh tidak pantas mengungkapkan ISO sara di acara JLC untuk orang yang duduk di ketua DPP dan wakil rakyat. Bagaimana mungkin dia bisa seenakknya memprovokasi manusia dengan perbedaan agama dan kepentingan. Tidakkah dia melihat dengan nurani yang memilih JOKOWI-AHOK itu banyak muslimnya yaang tidak memandang agamanya. Tetapi kemanusiaannya. Apa yo kita tega kalau tetangga kita kristen hidup kelaparan, sedangkan kita muslim hidup berkecukupan, atau ebaliknya. Itu hakekat kemanusiaan. Islam itu untuk rahmat bagi seluruh alam, Kristen itu menyebarkan cinta kasih, buda cinta kasih, hindu juga cinta kasih. Apa bedanya? semua tergantung pada sisi kemanusiaannya bukan agamanya. orang2 yang membunuhi manusia itulah orang2 yang mungkar dari ajaran agama. Apakah Panglima besar kita Jenderal Sudirman orang yang terpandang? dia adalah guru SR yang berjuang dengan teguh demi bangsanya? siapa yang ngajari dia jadi jenderal besar? ya Nuraninya. Dia tidak setegap jenderal2 NICA atau KNIL dia klemak klemek sakit2an tapi dialah Jenderal terbesar kita yang menanamkan Spirit perjuangan sampai wafatnya. Apa ada yang salah dari JOKOWI. Jangan bicara fisik dan kemampuan awal, tapi bicaralah potensi tekad, keteguhan dan sisi kemanusiaan dia.
  27. ISU SARA dan Pribadi
    19.07.2012, 23:04 WIB
    Komentator: bimo
    Sungguh tidak pantas mengungkapkan ISO sara di acara JLC untuk orang yang duduk di ketua DPP dan wakil rakyat. Bagaimana mungkin dia bisa seenakknya memprovokasi manusia dengan perbedaan agama dan kepentingan. Tidakkah dia melihat dengan nurani yang memilih JOKOWI-AHOK itu banyak muslimnya yaang tidak memandang agamanya. Tetapi kemanusiaannya. Apa yo kita tega kalau tetangga kita kristen hidup kelaparan, sedangkan kita muslim hidup berkecukupan, atau ebaliknya. Itu hakekat kemanusiaan. Islam itu untuk rahmat bagi seluruh alam, Kristen itu menyebarkan cinta kasih, buda cinta kasih, hindu juga cinta kasih. Apa bedanya? semua tergantung pada sisi kemanusiaannya bukan agamanya. orang2 yang membunuhi manusia itulah orang2 yang mungkar dari ajaran agama. Apakah Panglima besar kita Jenderal Sudirman orang yang terpandang? dia adalah guru SR yang berjuang dengan teguh demi bangsanya? siapa yang ngajari dia jadi jenderal besar? ya Nuraninya. Dia tidak setegap jenderal2 NICA atau KNIL dia klemak klemek sakit2an tapi dialah Jenderal terbesar kita yang menanamkan Spirit perjuangan sampai wafatnya. Apa ada yang salah dari JOKOWI. Jangan bicara fisik dan kemampuan awal, tapi bicaralah potensi tekad, keteguhan dan sisi kemanusiaan dia.
  28. - rakyat ken tau
    19.07.2012, 21:09 WIB
    Komentator: nanas ngurba ningkrum
    Masyaraket jakarta udah tau kage mempan diobrolin nyang busuk2 aje, warga maunya ngeganti gubernur nyang kemaren udah cukup dah...
  29. Lihat saja nanti
    19.07.2012, 20:04 WIB
    Komentator: anto
    apapun alasanya yang penting lihatlah nanti,,, ok kong,,,
  30. Ocehan Picisan Ridwan Saidi
    19.07.2012, 18:41 WIB
    Komentator: Timmy Christian Warouw
    Ridwan Saidi ini sebetulnya orangnya sudah tenggelam, tapi dengan adanya LCI dia bangkit dan mulailah keluar berbagai ocehan-ocehan picisannya!! Mana orrang mauprcaya sama yang satu ini, rakyat juga tau kok siapa yang hendak dipilih untuk PILGUB Putara Kedua nanti, pasti Jokowi/Basuki!!
  31. ttg ahok
    19.07.2012, 18:05 WIB
    Komentator: jkrt br
    saya merinding membaca ini :
    Ketika Ahok menjadi bupati, bukan masyarakat muslim yang protes dengan kebijakannya sebagai bupati. Malah umat yang seagama dengannya. Basuki dituduh tidak memperhatikan pembangunan gereja, malah mempermudah dan menyumbang pembangunan masjid2. Ahok berang,menurutnya gereja tidak perlu dibantu. “Kalian saweran aja, gereja udh jadi. Kalau masjid memang harus disokong.” Jelas Basuki. Masyarakat Muslim jumlahnya 93% dan masjid butuh banyak. Gereja cuma butuh sedikit dan umat kristen lebih baik ekonominya. Selain membangun mesjid, Ahok juga menaik-hajikan ustad dan ulama-ulama yang belum bergelar haji. Lebih dari 100 orang dihajikan. Ahok bahkan ikut safari ramadhan ketika bulan ramadhan tiba. Meski Ia harus menunggu saja di parkiran sampai selesai.

    Ahok tidak membedakan orang, timses lawan politiknya di Belitung ada yg memiliki kinerja bagus dijadikan bagian dari jajaran pemerintahannya. Teringat ketika ke belitung, ada seorang pendeta yang datang menemui Ahok. Intinya ingin meminta sumbangan berupa mobil. Mobil itu konon katanya dipakai untuk antar jemput jemaat. Waktu itu pembicaraan Pak Ahok dan pendeta didepan saya. Ahok langsung menolaknya. Karena yang Kristen di desa Gantung (desa Ahok) hanya sedikit dan jaraknya sempit. Kalo tiap minggu ke gereja kata Ahok masih bisa jalan kaki. Si pendeta gak terima dan marah-marah ke Ahok sambil bilang “Kamu hanya sumbangkan ke masjid-masjid saja, agamamu tidak disumbang”. Ahok jawab ; “Aku sumbangkan gereja juga, Tapi tidak banyak karena disini mayoritas lebih banyak yang memakai mesjid”. Pendeta pun pulang
  32. - Dasar sdh Tua Bongkok
    19.07.2012, 17:41 WIB
    Komentator: Takkuluk
    Si Kakek bongkok Ridwan Saidi ini asal ngomong dan plintat plintut, tidak ada kata kalah utk Jokowi Ahok, kami tdk dibayar, kami butuh perubahan, dan ini betawi anda mesti bela habis2an, spy jangan terkuras hartanya oleh tikus2 biadab...
  33. Budayawan gendeng.
    19.07.2012, 17:33 WIB
    Komentator: achdan sudrajat
    Inilah contoh budayawan yang tidak punya budaya (budaya malu) calonnya ko di babak awal,duitnya belum di terima sudah kalah duluan,payah...anda sudah menunggu ajal dan menghitung hari ngomongnya yang baik2 yah.
  34. Alhamdulillah di ingatkan....
    19.07.2012, 16:48 WIB
    Komentator: Puma
    Jakarta itu milik Rakyat indonesia, dan perlu diingat sejarah suku betawi banyak keturunan dari orang" chines,,,
    Dan kami berdo'a smg orang" yang menghembuskan isu" sara segera mendapatkan azab illahi,,, dan kami akan selalu mengcounter isu" yg gk benar itu.
  35. Alhamdulillah di ingatkan....
    19.07.2012, 16:48 WIB
    Komentator: Puma
    Jakarta itu milik Rakyat indonesia, dan perlu diingat sejarah suku betawi banyak keturunan dari orang" chines,,,
    Dan kami berdo'a smg orang" yang menghembuskan isu" sara segera mendapatkan azab illahi,,, dan kami akan selalu mengcounter isu" yg gk benar itu.
  36. Nasihat Jitu..( mudah mudahan )
    19.07.2012, 15:35 WIB
    Komentator: cah solo
    Makasih kong..saya yakin anda sangat berharap dan mendukung pasangan Joko wi A hok untuk menang dan jdi Gubernur DKI, makanya anda beberkan langkah apa yang harus ditempuh Joko Wi Ahok dan mesin pemenangannya untuk ditindak lanjuti....
  37. Membela yg bayar
    19.07.2012, 13:22 WIB
    Komentator: okim
    Engkong kite ini dibayar berapa sih ? Pasti mottonya MEMBELA YANG BAYAR LEBIH GEDE .
  38. Engkong Ridwan udah pikun
    19.07.2012, 12:42 WIB
    Komentator: Sa Idi
    Engkong...Engkong semakin pikun aja nih, kemarin lagi di TV One katanya Engkong ngompol ya ????
  39. Engkong Ridwan udah pikun
    19.07.2012, 12:41 WIB
    Komentator: Sa Idi
    Engkong...Engkong semakin pikun aja nih, kemarin lagi di TV One katanya Engkong ngompol ya ????
  40. jangan esmosi kakek
    19.07.2012, 11:47 WIB
    Komentator: Mangcuap
    kek kalau jagoanmu udah terkapar jangan esmosi, apalagi serang Jokowi-Ahok dengan sentilan sentilun isu SARA. Arus bawah yang mana yang kakek maksudkan? Arus bawah justru yang memenangkan Jokowi-Ahok. Arus atas (Tuhan)juga mendukung Jokowi-Ahok! Gitu kek! jangan SARA2an kek. Itu cara jadul-dul. jakarta kota pintar. kagak bisa kakek paksakan isu2 SARA. Indonesia ancor karena masih berpola pikir kakek yang SARA2an itu. Indonesia bisa dipimpin oleh seorang bergama apapun. Tidak wajib dipimpin oleh satu agama tertentu. Percuma beragama kalau korup. jangan orang beragama, ateis saja kalau dia bersih, transparan, profesional, takut korup, dia pantas memilih jakarta bahkan Indonesia. Gitu kek cara berpikir yang benar. bahkan set*n pun bisa memimpin Indonesia kalau set*n itu tidak ememrkaya diri sendiri dan tidak korup. kakek perlu masuk TK lagi belajar banyak sebagai bekal menghadap sang Ilahi!!!
  41. MUNAFIK...!!!
    19.07.2012, 11:43 WIB
    Komentator: markuwat
    kong Ridwan ente macam Tuhan aja...Laknattullah ente...klo kate ruhut di ILC, kong Ridwan banyak mintanye....tengsin deh...mending urusin akhirat kong klo mau nasehatin anak sm cucu ente aja karena ente bukan khalifah...
  42. pusiiiiing
    19.07.2012, 11:26 WIB
    Komentator: Mtri
    Gimana ya orang itu, begini salah , begitu salah, ah pusiiiiiiiiing
  43. Jokowi yang santun, rendah hati, apa adanya, jauh dari pencitraan,
    19.07.2012, 10:33 WIB
    Komentator: Syafril
    Sebagai bangsa Indonesia kita diajarkan berbicara santun dan bertingkah laku baik, rendah hati, saling menghargai dan menghormati sesama,,,,,,,,, ya seperti JOKOWI lah contohnya ,,' setuju',,,,,,,,,
  44. Jokowi yang santun, rendah hati, apa adanya, jauh dari pencitraan,
    19.07.2012, 10:33 WIB
    Komentator: Syafril
    Sebagai bangsa Indonesia kita diajarkan berbicara santun dan bertingkah laku baik, rendah hati, saling menghargai dan menghormati sesama,,,,,,,,, ya seperti JOKOWI lah contohnya ,,' setuju',,,,,,,,,
  45. hadeuuuhhh....
    19.07.2012, 09:57 WIB
    Komentator: Leena 90d3
    ampuuuunn dweh..budayawan itu kan harusna bijaksana cara bicaranya loh kok??? sebelumnya jor2an milih siapa tiba2 skarang brubah haluan haiyaahhh....ketauan dwehhhh odong2nyaahh :((
  46. Selamat untuk pemilih warga Jakarta
    19.07.2012, 09:33 WIB
    Komentator: bowo
    Untuk pemilih warga Jakarta, selamat anda telah menunjukkan kemampuan memilih tanpa terpengaruh opini yang di bangun oleh para elit politik atau tokoh masyarakat. Semoga bisa di tiru oleh warga lain, biarkan elit dan tokoh berbicara, rakyat yang memutuskan.
  47. Tua - tak berbobot
    19.07.2012, 09:28 WIB
    Komentator: Koneroha
    Tua Tarakal, itu pas di sadangkan untuk pemuka Betawi ini. Seringkali saya dengar koment2nya di TV hampir semuanya Kosong ...mungkin sudah terlalu tua untuk di tokohkan.
  48. ENTE DIBAYAR BERAPA???
    19.07.2012, 09:14 WIB
    Komentator: warga betawi asli
    KONG, ENTE KAN UDAH BAU TANAH...NGAK USAH SOK URUSIN DUNIAWI...ENTE SIAP-SAIAP AJA UNTUK DIsholatKAN..!!
  49. budayawan?
    19.07.2012, 08:58 WIB
    Komentator: amin
    budayawan (ngakunya) satu ini pendukung alex-nono, dah diem aja kong, elu udah tua, zikir aja yang intens, doakan saja yang muda, ikhlas, pintar, sederhana menjadi gub jakarta, Insya Allah jokowi-ahok gak lupa sama yang namanya ridwan saidi.
  50. kayaknya engkong ridwan yang masuk "angin"
    19.07.2012, 08:57 WIB
    Komentator: airef
    Kayaknya engkong ridwan deh yang masuk angin. Jokowi itu tidak memakai topeng untuk membangun citra, tapi begitulah dia apa adanya, yang engkong lihat itulah jokowi sesungguhnya, jokowi dalam kesehariannya. Provokasi engkong gak akan ngaruh bagi pemilih cerdas dengan hati nurani. Engkong udah masuk angin deh kayaknya, ngomong-ngomong engkong dibayar berapa oleh tetangga sebelah untuk ngomongin ini?
  51. kata2 orang tua yg frustasi
    19.07.2012, 08:55 WIB
    Komentator: penjol
    Bang saidi ini kan sdh dapet duwit dr fok,, jangan sok bersih bang sudah tua bentar lagi menghadap yg kuasa,, yang jelas rakyat dki dah pinter,, dan dah muak dengan fok,, abang kalo ngomong kaya org bener aja,, ngaca bang sdh tuaaaaaa
  52. yang masuk angin tuh engkong
    19.07.2012, 08:46 WIB
    Komentator: wong jowo
    Kong,....ngomong aja kalau lu gk suka ma JOKOWI -AHOK, aku yakin lu pasti jago si FOKE - NARA makanye lu ngomongnya belepotan ....kong ni dah deket puasa mendingan engkong Istighfar aja khan uadh tua jangan malah memelintir kekuatan yang sudah jelas arahnya......emange ngkang ......ni mau pa sih.......biarlah dijakarta ini ada perubahan yang lebih baik.....ingat kong BHINNEKA TUNGGAL IKA..........udeh berpuluh tahun kita perjuangkan untuk kemakmuran bangsa...knapa lu nodai kong ....
  53. Sudahlah pak....
    19.07.2012, 08:25 WIB
    Komentator: Voice
    Ya tinggal mau status quo atau mau perubahan gitu aja kok repot.....

    Kalau milih No. 1 yang pro status quo tinggal nunggu ancur aje Jakarta....
  54. OMDONG
    19.07.2012, 08:18 WIB
    Komentator: AYO JO
    SEBENARNYA YANG MASUK ANGIN SI ENGKONG INI !!!!!.......
    TERLALU BANYAK NGOMONG.
  55. Ga salah kan, komentar endukung Jokowi sangan santun dan islami.
    19.07.2012, 08:18 WIB
    Komentator: Rojali
    Sebentar lagi komentar2 yg santun dan islami akan bermunculan dari pendukung2 Jokowi Ahok
    18.07.2012, 20:48 WIB
    Komentator: Rojali
    Kite tunggu aje kemunculannye.
    kam on @pois.
  56. Ga salah kan, komentar endukung Jokowi sangan santun dan islami.
    19.07.2012, 08:18 WIB
    Komentator: Rojali
    Sebentar lagi komentar2 yg santun dan islami akan bermunculan dari pendukung2 Jokowi Ahok
    18.07.2012, 20:48 WIB
    Komentator: Rojali
    Kite tunggu aje kemunculannye.
    kam on @pois.
  57. YANG MASUK ANGIN CANG RIDWAN
    19.07.2012, 08:16 WIB
    Komentator: Dodol
    Cang Ridwan Katanya Orang Betawi Asli, mane mau membantu orang betawi asli yang tanahnye digusur dan dipinggirkan oleh gubernur-gubernur setelah Bang Ali, cuma ngomong aje gede, ane anak betawi asli dari Condet akan memilih gubernur yang bisa melindungi warganye dari penggusuran terutama warge betawi asli,
    PERUBAHAN HARGE MATI................
  58. jakarta dan KPK
    19.07.2012, 08:08 WIB
    Komentator: oliz
    mohon yaa calon gubernur untuk meninjau pembangunan gedung dipagar hijau itu tadinya gedung batalyon polisi militer. Info terbaru apa iya tuh markas marinir pun akan dipindahkan atau disewakan apa iya persis yang dialami batalyon polisi militer.
  59. Ngaku budayawan, sesepuh Betawi .. tapi blo'on ..
    19.07.2012, 07:50 WIB
    Komentator: Cogito
    Kasian sekali engkong Saidi ini.
    Ngaku budayawan, sesepuh Betawi, tapi polahnya menjatuhkan citranya sendiri.
    Mau jadi bintang iklan kampanye TV dari Alex-Nono.
    DIBAYAR BERAPA 'KONG????

    Udah Kong, jangan bebacot mulu
    Aye udah pingin muntah liat tampang engkong.
    Bujur buneng dah
  60. Ngaku budayawan, sesepuh Betawi .. tapi blo'on ..
    19.07.2012, 07:50 WIB
    Komentator: Cogito
    Kasian sekali engkong Saidi ini.
    Ngaku budayawan, sesepuh Betawi, tapi polahnya menjatuhkan citranya sendiri.
    Mau jadi bintang iklan kampanye TV dari Alex-Nono.
    DIBAYAR BERAPA 'KONG????

    Udah Kong, jangan bebacot mulu
    Aye udah pingin muntah liat tampang engkong.
    Bujur buneng dah
  61. Ngaku budayawan, sesepuh Betawi .. tapi blo'on ..
    19.07.2012, 07:50 WIB
    Komentator: Cogito
    Kasian sekali engkong Saidi ini.
    Ngaku budayawan, sesepuh Betawi, tapi polahnya menjatuhkan citranya sendiri.
    Mau jadi bintang iklan kampanye TV dari Alex-Nono.
    DIBAYAR BERAPA 'KONG????

    Udah Kong, jangan bebacot mulu
    Aye udah pingin muntah liat tampang engkong.
    Bujur buneng dah
  62. gak ada kerjaan
    19.07.2012, 07:46 WIB
    Komentator: revo
    gue prediksi org-org seperti engkong saidi, ruhut, dll yg cuma bisa komentar ngawur nantinya gak akan laku lagi kalo Jokowi - ahok jadi gurbernur. Coba deh liat track record si engkong ( mantan angggota DPR era suharto ).
  63. - Sdh gila orang-orang tua ini
    19.07.2012, 07:02 WIB
    Komentator: Bobi anak Betawi
    Kasihan si engkong,pilkada lalu dia bilang golput & tidak akan jd jurkam,,pilkada tahun ini jd jurkam alex noerdin dan masuk tipi"3 thn bisa". Alex kalah bilang Jokowi masuk angin & terindikasi dukung foke.Kong,jadilah orang betawi yg dihormati,jgn ikut2an menyerang Jokowi dgn melemparkan pernyataan yg aneh2.Kong liat sendirikan warga Jakarta sdh cerdas kong,ngga ngaruh sm isu SARA,cuma org2 tol*l yg terpengaruh.Gw sbg anak betawi asli malu liat sikap engkong yg akhirnya mirip politisi bayaran.Cukuplah engkong duduk manis sbg budayawan & nikmati aja kajatuhan si Poke itu...Paham kong??????
  64. yg pilih ahok sudah tidak beragama
    19.07.2012, 06:51 WIB
    Komentator: mugiana yogi sm
    masa ahok lebih menuhankan ayat2 konstitusi daripada ayat2 suci ? setiap bicara dimana2 bisanya bawa ayat2 konstitusi.he...sepertinya ada agama baru di negeri ini.agama pancasila yg berkitabkan ayat2 konstitusi.koruptor oke lah kita basmi,tapi harus sesuai hukum,bukan berdasarkan opini publik.koruptor jelas ada penegak hukum nya di inegeri ini.tapi,pemurtadan belum ada penegak hukum nya,terus siapa yg menegakan nya.yah kita semua sebagai pemeluk agama ! jangan pilih pemimpin korup ( sudah berkekuatan hukum) dan jangan pilih pemimpin yg melakukan pemurtadan umat !
  65. yg pilih ahok sudah tidak beragama
    19.07.2012, 06:51 WIB
    Komentator: mugiana yogi sm
    masa ahok lebih menuhankan ayat2 konstitusi daripada ayat2 suci ? setiap bicara dimana2 bisanya bawa ayat2 konstitusi.he...sepertinya ada agama baru di negeri ini.agama pancasila yg berkitabkan ayat2 konstitusi.koruptor oke lah kita basmi,tapi harus sesuai hukum,bukan berdasarkan opini publik.koruptor jelas ada penegak hukum nya di inegeri ini.tapi,pemurtadan belum ada penegak hukum nya,terus siapa yg menegakan nya.yah kita semua sebagai pemeluk agama ! jangan pilih pemimpin korup ( sudah berkekuatan hukum) dan jangan pilih pemimpin yg melakukan pemurtadan umat !
  66. sadar kong
    19.07.2012, 06:37 WIB
    Komentator: fauzi jaksel
    gue hanya berharap mudah2an engkong cepat waras supaya masih punya muka di belakang hari sbg budayawan-politisi senior. kami pasti gak akan milih gerombolan koruptor dan calon penghuni kerangkeng KPK. membenahi kehidupan warga jakarta hanya bisa dilakukan oleh orang2 jujur, sederhana, mau membaktikan hidupnya bagi orang lain, tak korupsi dan FOKE gak punya bakat ini, kong.
  67. NONTON ONLY !
    19.07.2012, 06:30 WIB
    Komentator: Kang Mamat
    Sebagai warga Jabar, Pilgub DKI ini jadi bahan tontonan yg seru buat sayahmah. Para pendukung dari masing" calon bener" penuh semangat bahkan saking semangatnya mereka sdh lupa etika dan tatakrama. Caci maki dan kata-kata tak pantas terhambur begitu saja seakan dulunya waktu mereka kecil tak pernah diajarin sopan santun oleh emak n bapaknya. Tapi GPP yg penting jangan sampe anarkis kyk di Pulau sebrang sana, Peace ah !
  68. Jokowi Pasti
    19.07.2012, 06:22 WIB
    Komentator: Markus Siholo
    Tadinya memang saya menjagokan Jokowi - Ahok. Tapi lama kelamaan setelah melihat berita2 dimedia, membaca komentar2 pendukung Foke-Nara dan mencari2 di internet tentang Foke yg diberitakan sukses.......ternyata saya jadi ragu dan semakin takut, Jakarta ini terlalu besar, terlalu rumit, terlalu kompleks dan terlalu kuat untuk ditangani Foke - Nara. Jakarta butuh orang kuat yang didukung orang-orang kuat baik ditingkat elit maupun ditingkat akar rumput. Saya ragu memberikan tanggung jawab itu pada Foke - Nara. Pembangunan tidak akan berjalan ditangan mereka, karena saya lihat jakarta butuh pemimpin yang selalu hadir di tengah pasar, selalu menjawab kalau di sms masyarakat, dan selalu nongkrong ditengah kerumaunan masyarakat kecil agar bisa mendengar keluhan rakyat scr langsung. Jakarta butuh pemimpin kuat, tegas, bermental baja dan mau bekerja Untuk itu, pada putaran 2 ini saya akan mengalihkan dukungan saya dan mendukung Jokowi - Ahok untuk memimpin Jakarta.
  69. - sangat kecewa
    19.07.2012, 06:14 WIB
    Komentator: musafir
    Sy sbagai org islam sngt2 kecewa atas pernytaan IBLIS AHOk bhwsny.
    Konstitusi lebih hebat daripada kitab suci.
    Sy pilih Fauzi bowl..
  70. Jurus mentok RUHUT lempar isu SARA Antek SBY Cs yg PeDe DUSTA!
    19.07.2012, 04:42 WIB
    Komentator: FOKE dilaporkan Prijanto ke KPK calon TSK bakal Penghuni sel KPK!
    trik SARA = Basi kuno jahiliyah purbakala kadaluarsa picik kerdil sesaat sempit culas dari kepentingan orang-orang yg IRI, BENCI dan DENGKI bukti ciri tanda TAK MAMPU apalagi yg KALAH, Awas jgn TERJEBAK PERANGKAP = MUNAFIKUN!
  71. Gak apa2.
    19.07.2012, 02:11 WIB
    Komentator: Cang Ato
    Isue SARA atau Black Campain yg di lontarkan tokoh Betawi mana Bakalan mempan, Zaman sdh berubah bung.Semakin di Sudutkan dgn Isue SARA, Warga semakin simpati dgn Jokowi dan Ahok.Gak Usah bangga dgn Status Putra Betawi kalau anda tdk bisa ngaji (ngerti Agama).
  72. Budayawan Tua yang Tolol
    19.07.2012, 01:06 WIB
    Komentator: Iwan
    Maklum, karena nggak kepake oleh Jokowi cs
  73. Kaya gini tah steatment POLITISI BUDAYAWAN..?
    19.07.2012, 00:58 WIB
    Komentator: gudel
    Steatment anda tidak menonjolkan anda seorang POLITISI dan BUDAYWAN.
    Anda justru MEMBAKAR isu SARA,menyemangati ISU SARA.Seakan2 smua warga DKI pasti termakan ISU SARA.

    Anda berarti emmang menginginkan KEHANCURAN NKRI.Menginingkan kami perang saudara.Menghilangkan KeBHINEKAAN ..

    sangat memalukan..
  74. Jakarta adalah Jakarta yang heterogen dan multikultural.
    19.07.2012, 00:44 WIB
    Komentator: Rahmat
    Pak Ridwan Saidi mungkin tidak sadar, bahwa Jayakarta (sekarang Jakarta) memang asalnya kota Batavia (Betawi). Tapi sekarang Jakarta adalah Jakarta yang heterogen dan multikultural.
    Jadi sebaiknya untuk Jakarta, begitu juga daerah lain di INDONESIA, janganlah memakai isyu suku, agama, ras, profesi dan gender untuk kepentingan politik.
    Tetapi jadikanlah politik yang bisa memakmurkan, mensejahterakan dan memberi keadilan untuk warga Jakarta khususnya dan rakyat Indonesia pada umumnya.
  75. 1 langkah menuju F menang
    19.07.2012, 00:19 WIB
    Komentator: wawan s
    Langkah yang paling nalar hanya satu yaitu CERAIKAN cawagub nya Nachrowi pilih wakil dari PKS atau lain nya.. Lha wong parta lagi jeblok2 begini dua2 nya dari parta jeblok ya bakalan jeblok2 lagi.... percayalah.
    Kalau pilih dari PKS ya pasti anggauta PKS akan mendukung lah.... cepat banting setir belum terlambat...
  76. gua islam tapi ngak sara
    18.07.2012, 23:46 WIB
    Komentator: rojali
    hanya yg punya analisa kerdil yaitu ridwan s n konco2nya. Udah pakai jurus mobuk yg ngkong, mabuk itu hukumnya haram kong.
  77. - komentar ridwan malah menjerumuskan foke
    18.07.2012, 23:07 WIB
    Komentator: Denny JA (konsultan politik foke-nara)
    Ridwan ini tim sukses alex-nono.hasilnya apa?alex-nono tersungkur di putaran pertama!itulah hasil kerja keras ridwan saidi.beda dengan sy, Denny JA (konsultan politik foke-nara),konsultan politik nomor wahid di seluruh Indonesia.sy telah berperan memenangkan banyak pemilihan bupati/walikota,gubernur bahkan presiden.tag line foke menang 1 putaran dan survey ilmiah yg memenagkan foke adalah ide brilian dr sy.tanpa ide brilian dari sy,foke tidak akan pernah melaju ke putaran kedua.ridwan saidi?dia hanya pengamen politik,tanpa cukup bekal ilmu politik, sehingga posisinya justru menjadi 'racun yg mematikan' bagi orang yg membayarnya.sy sdg sarankan foke utk tidak menerima ridwan saidi sebagai tim suksesnya,karena komentar ridwan yg serampangan justru akan membahayakan foke.maklum, ridwan hanya pengamen politik, beda dg sy,Denny JA, konsultan politik nomor 1 di Indonesia.
  78. - dosa, beh...
    18.07.2012, 23:03 WIB
    Komentator: mpok Rhonda
    Dosa, Beh... ikut2an sara, namanya fitnah.., kalo mau nyanyi sama yuni sara sih boleh aje...,tapi beh..di jakarte ude gak ade yg namanye akar rumput.., adanye akar beton hehehe..., aye tetep pilih Jokowi-Basuki...dagh Babeh...!
  79. - asal jeplak
    18.07.2012, 22:57 WIB
    Komentator: darr
    Hoy sampean tuh tau politik apa tdk?isu Sara yg maná jawa-betawi apa islam-non?coletehan anda ditv & koran sprti anak Tk yg baru bljr ngeja...klo mau tau putarán 2 foke 35%-jokowi 65%
  80. Jokowi Masuk Angin
    18.07.2012, 22:56 WIB
    Komentator: Markus Siholo
    Tadinya memang saya menjagokan Jokowi - Ahok. Tapi lama kelamaan setelah melihat berita2 dimedia, membaca komentar2 pendukung Jokowi dan mencari2 di internet tentang Jokowi dan Ahok yg diberitakan sukses.......ternyata saya jadi ragu dan semakin takut, Jakarta ini terlalu besar, terlalu rumit, terlalu kompleks dan terlalu kuat untuk ditangani Jokowi - Ahok. Jakarta butuh orang kuat yang didukung orang-orang kuat baik ditingkat elit maupun ditingkat akar rumput. Saya ragu memberikan tanggung jawab itu pada Jokowi - Ahok. Pembangunan tidak akan berjalan ditangan mereka, karena saya lihat jakarta tidak butuh pemimpin yang selalu hadir di tengah pasar, selalu menjawab kalau di sms masyarakat, atau selalu nongkrong ditengah kerumaunan masyarakat kecil agar terlihat bersahaja. Jakarta butuh pemimpin kuat, tegas dan bermental baja! Untuk itu, kemungkinan saya kembali akan mendukung Foke-Nara untuk menuntaskan pekerjaannya yg belum selesai di 5 tahun mendatang.
  81. BETAWI GEBLEK !
    18.07.2012, 22:45 WIB
    Komentator: SARASEHAN PANJAITAN
    wah,ini mahluk yg sering di tv0n... ya? kmrin dukung alex,sekarang dukungannya kalah,jilatin FB, wah wah wah,iilah BETAWI geblek yg kaga ada pendirian,ngomongin akar rumput, rumput yg mana be? yg dibawah dekat paha ibu2 itu,hehehehehehe..... kalau yg itu jelas milih FB be, orang baunya sama koq.bau mesum.lama2 saya kaga suka lihat wajah dgn rambut panjangnya babe nich ! termasuk yg bisa di SUAP ! NGAKUNYA SIH KAGA,MANE TAU, MAU AJE KALI YE. KESEMPETAN BE,AMBIL AJA DUITNYA KALAU DISODORIN,ntr di km mandi merenung deh ! malu,malu,malu.....jadi bangsa spt ini be. asslmwkum.
  82. sudah kehabisan tenaga
    18.07.2012, 22:41 WIB
    Komentator: edi sitanggang
    untuk pilkada putaran ke 2 pasangan ini terlihat sudah kehabisan tenaga alias mulai lemas, boleh2 saja orang mengatakan dia akan menang pada putaran ke 2, ini hanya untuk sesaat saja. isu2 sara mulai bergaung kemana2 dan ini tidak bisa dipungkiri lagi.
    wakil dari pasangan ini pernah berkata KONSTITUSI LEBIH HEBAT DARIPADA KITAB SUCI, ini ucapan gila kali, hebat benar orang ini. untuk kemajuan jkt ke depan, lebih baik pilih lagi foke-nara.
  83. - Jijik lihat tokoh yg ngomong ngasal
    18.07.2012, 22:41 WIB
    Komentator: Si santun
    Keliatan bnget ada nada serang jokowi,tokoh tuh ya yg bijak gitu lgian mending evaluasi ngapa calon yg diiklankan dia kalah...
  84. Be..aku Maluw
    18.07.2012, 22:28 WIB
    Komentator: Ridwan Saidi Junior
    doh babe jangan komen ngasal dong jadi malu kan ananda bacanya,nape babe skr 'dukung' si kumis, babe lupe udah pernah di zholimi ma si kumis mangkanye kemaren dukung si alex nurdin, pls deh bee plsss, biar babe dukung si kumis atau ngaku 'netral' tapi ane tetep pegang Mas Jokowi ma koh Ahok, udah paten be, sueerrr
  85. Ridwan Saidi: Joko Widodo mulai masuk angin
    18.07.2012, 22:25 WIB
    Komentator: Deka
    Saya tidak mengerti yang dimaksud Pak Raidwan Saidi tentang akar rumput.Siapa? sebab biasanya bahasa akar rumput adanya di jajaran Parta*,Insyaallah pamilih di putaran 1 akan bertambah nantinya pada Pemilihan putaran 2 karena kami punya cara sendiri untuk Pemenangan Jokowi-Basuki.
  86. Budayawan Bego Nggak NetraL
    18.07.2012, 22:25 WIB
    Komentator: Gito Gati
    Inikah seorang budayawan ?? nggak lebih kayak Kernet Metromini, sadar Kong, sudah bau tanah, tobat dan insyaf, kagak usah bawa2 isu SARA, KALAH Ya KALAH nggak usah kakehan bacot !!!!!!
  87. Kirain si Babe ini orang yang bijaksana.. taunya... tidak tahu malu!
    18.07.2012, 21:51 WIB
    Komentator: ahok
    iya babe... bakalan FOKE MENANG JADI GUBERNUR...

    HORE.. DKI PUNYA GUBERNUR YANG SARA...!!!
    menangnya hanya karena SARA. Apa ga malu? ane yg masih muda aja kaga sudi kalo terpilih jadi Gubernur karena SARA. Mau apa jadinya DKI Jakarta? setiap JAKARTA diucapkan, identik dengan SARA. FOKE = SARA. PD=SARA. GUBERNUR = SARA... TOKOH BETAWI (baca Babe)= SARA. ckckck...
  88. Tokoh apa tokek
    18.07.2012, 21:31 WIB
    Komentator: Domba
    Ridwan Saidi tidak netral, dia termasuk yg mendukung Foke, syah2 saja, tapi jangan ngomporin yg gak bener, pake bawa akar rumput segala dan secara tidak langsung ikut menyebar issu SARA, itu namanya mengadu domba.
  89. kecewa
    18.07.2012, 21:17 WIB
    Komentator: agus
    Sebelumnya saya adalah orang yg berharap Foke bakal jadi gubernur Jakarta... Tapi suatu saat saya mendengar sebuah pernyataan Foke yg membuat saya kecewa dan sekarang saya sangat anti pada Foke...Putaran kedua nanti saya pasti pilih Jokowi
  90. Kok ga mencotoh cara kampanyenya Hidayat Nurwahid ya...
    18.07.2012, 21:13 WIB
    Komentator: Rojali
    Misalnya kontes mirip Jokowi.
    Kalau ada kontes tersebut, Riyan si jagal dari Jombang tak suruh ikut, aku yakin dia bisa jadi pemenangnya.
  91. cugito
    18.07.2012, 21:08 WIB
    Komentator: Markuwat
    ah si engkong ini macem2 aje.. ekong.... engkong pan tdinye dukung alex...... dibayar berape sama tvo'on... agar bisa muncul tiap acaranye karni......

    kong... jakarte itu udh 3 kali dipimpin pejabat dari solo.... 2 walikota solo.... satu residen solo..... dan klo jokowi jadi die nyang ke 4.....

    pertama... samsurizal wali kota solo.... dari fraksi masyumi.... sdrnya ki hajar dewantoro dan suryo pranoto dari kraton pakualaman.....

    die diangkat bung karno setelah penyerahan konprensi meja bundar.... dia berhasil mengatasi pegawai kota jkt yg pro belanda.... mendata kaum gelandangan... membuat pltu muara karang......

    kedua.... sudiro residen solo..... dia berhasil membuat masterplan kota jakarta.....

    ketiga.... sumarno walikota solo.... dia berhasil bikin konsep banjir kanal timur ... yg sekarang diklaim si kumis.....

    keempat insyaallah... jokowi walikota solo.... dia akan mengatasi kemacetan.... banjir.... korupsi..... dan batakisasi dipemda dki...... menata pedangang kakilima... pedagang pasar........ orang2 miskin... menata masyarakat adat betawi......

    jadi ngkong jangan takut sama jokowi..... mending takut sama si kumis yg engkong jatuh2in kemarin ketika engkong dukung alex.........
  92. kumis.
    18.07.2012, 21:04 WIB
    Komentator: den bagus.
    biasa aja napa ngomongnya. kayak dukun aja lama2 ni manusia.
    nanti klo gak cocok dengan kenyataanya mau di taro ni mana muka ente tong.
  93. kecewa
    18.07.2012, 21:01 WIB
    Komentator: agus
    Sebelumnya saya adalah orang yg berharap Jokowi bakal jadi gubernur Jakarta atau bahkan Presiden RI... Tapi suatu saat saya mendengar sebuah pernyataan Jokowi yg membuat saya kecewa dan sekarang saya sangat anti pada Jokowi...
  94. 'Harapan"
    18.07.2012, 21:00 WIB
    Komentator: Adirman Tananbe
    Salah satu Faktor pendorong urbanisasi masy.desa kekota karena Harapan hidup lebih baik di kota.Begitu pula salah satu pendorong suara pemilih JokoWi hingga 43% pada putaran pertama karena Harapan pada walikota terbaik didunia.(Sebenarnya JokoWi sbg nominator 25 besar kandidat wali kota terbaik dunia yg nanti akan digelar The City Mayors Foundation)Bagaimana pada putaran kedua, apa ada harapan?.
  95. hanya pendukung foke yang bilang jokowi akan kalah
    18.07.2012, 20:56 WIB
    Komentator: Rojali
    ...
  96. Ngomong yang jelas
    18.07.2012, 20:55 WIB
    Komentator: Cukong gentong
    Ente kaya peramal saja, dibayar si Foke berapa ? Gua kalau jadi orang kaya ente bisa saja ngomong sembarang, tinggal panggil wartawan RMOL dan suruh muat di situs on line nya. Beritanya apa ? Si Foke tiap malam kalo tidur suka mengigau teriak-teriak sendiri:" woi orang jakarte, tolongin gua belum mau pensiun.Gua kan masih dibutuhkan." Gampang kan ?
  97. Sebentar lagi komentar2 yg santun dan islami akan bermunculan dari pendukung2 Jokowi Ahok
    18.07.2012, 20:48 WIB
    Komentator: Rojali
    Kite tunggu aje kemunculannye.
    kam on @pois.

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II