Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Pembantaian Etnis Rohingya Ancam Perdamaian Dunia
Rabu, 25 Juli 2012 , 11:12:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

WARGA ROHINGNYA/IST
  

RMOL. Sebelum pembantaian terjadi belakangan ini, kekerasan dan penindasan terhadap etnis Rohingya di Myanmar dalam beberapa dekade telah menyebabkan banyak warga Rohingya  tewas dan rumah tinggal mereka dibakar. Selain menahan dan menyiksa, pemerintah dan kelompok mayoritas di Myanmar juga terus mengkampanyekan anti-rohingya dan anti-muslim,

Sebagaimana disampaikan oleh Pusat Informasi dan Advokasi Rohingya-Arakan (PIARA) yang dikelola oleh Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (Paham) Indonesia dalam keterangan tertulis kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 25/7), wanita-wanita Rohingya diperkosa. Selain itu, pemerintah juga membatasi gerak warga Rohingya untuk keluar dari wilayah Rakhine, dan membatasi pernikahan, pendidikan, pekerjaan, kesehatan, dan berbagai macam pelayanan publik lainnya.

Padahal, dalam konteks hukum HAM Internasional,  hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kebebasan pribadi, pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dan persamaan di hadapan hukum merupakan hak yang tidak bisa dikurangi oleh siapapun dan pihak manapun termasuk negara (derogable rights) yang diakui dan diatur di dalam Universal Declaration of Human Rights tahun 1948. Sementara berdasarkan Statuta Roma tentang International Criminal Court, tindakan yang dilakukan terhadap etnis Rohingya selama berpuluh-puluh tahun adalah bentuk pelanggaran HAM berat terhadap kemanusiaan berupa genocide dan crime against humanity.

Perlu dicatat, pelanggaran HAM yang dialami oleh warga Rohingya tidak hanya mengancam eksistensi etnis Rohingya tetapi juga mengancam perdamaian dunia. Pembiaran yang dilakukan atas tindakan kejahatan yang dilakukan secara massif dan sistematis tersebut merupakan wujud ketidakpedulian dunia atas nasib Rohingya. Entah kemana negara-negara pengagung HAM, entah dimana peran ASEAN, dan entah dimabna Dewan Keamanan PBB. [ysa]


Baca juga:
Priyo Budi Santoso Patut Digelari Tokoh Ancaman Kemanusiaan
Pernyataan Priyo Budi Santoso Soal Penuntasan Kasus HAM Diprotes
UMUMKAN KASUS PETRUS
SOLIDARITAS MUSLIM ROHINGNYA
Etnis Muslim Rohingnya Sudah Ditindas Sejak Myanmar Merdeka

Komentar (1)

Nama
Judul
Komentar
  1. - pembanta*an etnis rohingya
    25.07.2012, 13:32 WIB
    Komentator: nidu_rz
    Knpa kalian tdk melawan? Kalian muslim, haram hukum'a kl kalian diam saja. Lebih baik mati terhormat dr pd mati tersiksa.

Githok

blitz.rmol.co
 

Raffi & Luna Pedekate?

Restu didapat asal Luna sayang sama ibu dan keluarga Raffi. Namun umur jad ...

 

Beredar, Foto Bugil Mirip Sefty Sanustika

Sefty Sanustika bikin heboh. Pasalnya, telah beredar di internet, beberapa ...

 

Aishwarya Rai, Cuek Dihujat Gemuk

Aishwarya Rai memukau di red carpet Festival Film Cannes ke-66 di Paris, P ...

 

Venna Melinda, Minta 40 Juta Per Bulan, Venna Kesal Di-bully

Venna Melinda disebut-sebut membahas empat persyaratan agar bisa rujuk den ...

 

Kiki Beberkan Foto Markus & WIL Di Ranjang

Wanita lain itu-itu aja. Patut diduga ada perselingkuhanGugatan perceraian ...

 

Miranda Kerr, Underwear Dicolong ABG Badung

Pakaian dalam Miranda Kerr dicuri. Para pelakunya, The Bling Ring, istilah ...

 

Eva Longoria, Organ Intim Kejepret Fotografer

Eva Longoria mengalami wardrobe malfunction yang sangat memalukan saat men ...

 

Pevita Pearce, Payudaranya Dipuji Dunia

Pevita Pearce dikenal memiliki tubuh yang seksi. Ternyata pujian ini ada j ...

 

Fairuz Dan Suami 6 Bulan Tak Bertemu

Di Twitter, Fairuz berkicau sakit hati seperti diselingkuhi. Dia berharap ...

www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II