Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
PMI Siap Hadapi Krisis Kantong Darah
Kamis, 26 Juli 2012 , 16:35:00 WIB
Laporan: Aldi Gultom

ILUSTRASI/RM
  

RMOL. Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta berkomitmen meningkatkan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Unit Transfusi Darah PMI DKI Jakarta, Dr. Salimar Salim, menyatakan, pelayanan terbaik untuk seluruh masyarakat DKI Jakarta terbukti dari tahun 2010 ada 290.000 kantung darah, 2011 ada 330.000 kantung darah. Sedangkan, untuk 2012 sampai Juni lalu ada 151.932 kantung darah.

"Artinya, pelayanan kami meningkat," ucap Salimar kepada JakartaBagus.Com, Rabu (26/7).

Salimar memperkirakan, pada pekan ketiga di bulan puasa dan pekan kedua setelah Lebaran, pihak PMI DKI Jakarta akan kesulitan mengumpulkan banyak kantung darah. Pada saat itu, selain melaksanakan ibadah puasa, pendonor darah sedang mudik.

"Biasanya kita kalau di bulan puasa dan sehabis bulan puasa agak kesulitan dan merasa kekurangan hingga 70 persen, yang biasanya per hari kita dapat hampir kurang lebih seribu kantong, di bulan Ramadhan hanya 80 sampai 100 kantong darah perhari," sambung Salimar.

Kendati demikian, PMI DKI Jakarta akan terus melakukan upaya-upaya demi tugas melayani keselamatan masyarakat. Dia ingatkan, mendonorkan darah di bulan puasa adalah salah satu bentuk ibadah.

"Di bulan puasa ini kita tetap akan mengumpulkan kantung darah, dan memberikan keyakinan pada masyarakat. Menurut fatwa MUI tahun 2000, mendonor di bulan puasa tidak akan membatalkan puasa," jelasnya. [ald]


Baca juga:
Awas, Jalur Alternatif Mudik Lebih Banyak Telan Korban
Habib Selon: Sudah Tiga Tahun FPI Tidak Sweeping di Jakarta
Polri Anjurkan Pemudik Motor Gunakan Kapal Laut
SBY Harus Minta TNI AL Kerahkan Kapal Perang untuk Angkut Pemudik
SBY Diminta Turun Tangan Atasi Mudik Lebaran

Komentar (0)

Nama
Judul
Komentar

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Menghidupkan Kembali Ekonomi Pantai Barat


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II