Senin, 30 Juli 2012 , 11:20:00 WIB
![]() ILUSTRASI/IST |
RMOL. Tak seperti biasanya, pelayanan di pusat pemerintahan Jawa Barat Gedung Sate hari ini terasa over-protektife. Bahkan, para jurnalis yang tergabung di pokja Gedung Sate Bandung harus menelan pil pahit Senin pagi ini (30/7).
Selain menanyakan tujuan para pengunjung, satpam yang menjaga Gedung Sate menyuruh semua tamu dan wartawan untuk mengisi buku tamu kunjungan jika meliput di area gedung sate Bandung setiap harinya. Bahkan tempat parkir kendaraan roda dua pun di samakan dengan tempat parkir kendaraan roda empat (mobil) serta bus dinas pemprov Jabar di area sebelah timur Gedung Sate.
Hal ini sontak saja membuat pengunjung dan wartawan harus mengelus dada. Salah seorang wartawan dari Harian Republika, Arie menyatakan sangat tidak efektif bila setiap hari wartawan harus mengisi buku tamu jika akan meliput ke Dedung Sate Bandung. Karena di Gedung Sate sudah disediakan pressroom bagi ruang wartawan.
"Saya merasa aneh dengan sikap pemprov yang memproteksi seperti ini, karena tidak efektif," papar Arie sembari kesal.
Lain halnya dengan yang dialami wartawan Bisnis Indonesia, Wage. Wage harus berputar-putar saat masuk ke Gedung Sate, karena tempat parkir kendaraan bermotor disatukan dengan parkir bis besar.
"Padahal penataan parkir kemarin sudah sangat bagus, motor disimpan di belakang tepat depan kantin karyawan Gedung Sate. Namun kini malah terlihat amburadul dan berantakan karena disatukan dengan bus dinas serta mobil pribadi lainnya," papar Wage
Pihak humas Pemprov Jabar yang diwakili Staf khusus Humas Gubernur Jabar Chaeron mengatakan sangat menerima keluhan sejumlah wartawan yang dipersulit masuk ke Gedung Sate serta areal parkir yang berubah-ubah.
"Pada intinya, ini demi kemanan di gedung sate, namun kita coba cari solusi terbaik bila kondisi parkir malah membuat semrawut akan kita tata kembali, serta proteksi oleh satpam terhadap wartawan dan pengunjung akan dievaluasi," tandas Chaeron. [ysa]







