Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Anggaran Pensiun PNS Sudah Di Atas 50 Triliun
Dibeberin Menteri Keuangan
Rabu, 01 Agustus 2012 , 08:38:00 WIB

ILUSTRASI, PNS
  

RMOL.Anggaran untuk para pensiunan PNS, TNI/Polri terus meningkat. Tahun ini anggarannya sudah di atas Rp 50 triliun.

Pemerintah berencana mela­ku­kan perbaikan, karena sistem pem­bayaran pensiun saat ini mem­bebani keuangan negara.

“Sistem pembayaran pensiun perlu direformasi, perlu diper­bai­ki supaya lebih sehat, karena kita menganut sistem yang sifatnya man­faat pasti,” kata Menteri Ke­u­angan Agus Martowardojo di Jak­arta, kemarin.

Pemerintah sedang meng­­kaji sistem define contri­bution atau kontribusi pasti. Mak­sud­nya, pemerintah diberi ke­we­nangan menentukan jum­lah tetap yang harus dibayar pemberi kerja setiap periode.

Jelas sangat berbeda dengan sis­tem yang diterapkan selama ini, yakni konsep manfaat pasti. Di mana jumlah pensiun yang akan dibayarkan di masa datang ditetapkan dalam perjanjian dan besarannya sangat dipengaruhi variabel tidak pasti.

Dengan sistem manfaat pasti ini, beban pensiun sangat besar ditanggung negara. Apalagi de­ngan tambahan kenaikan dana pensiun tiap tahunnya.

“Pemerintah cenderung me­ne­rapkan sistem define con­tri­bu­tion, karena diakui sebagai sistem terbaik di dunia. Kemenkeu dan Ke­men PAN & RB sedang memperbaiki,” je­las­nya.

Menurutnya, ang­garan jumlah per tahun bayaran pen­siun saat ini sudah di atas Rp 50 triliun. Hal itu di­sebabkan sistem peng­gajian dan pen­siun meng­gunakan  ketentuan yang sama,­ yakni jika gaji naik maka pensiun juga naik.

“Kalau melihat angka sekarang mungkin masih bisa dikatakan rendah. Tapi, kalau tidak hati-hati akan membawa beban yang cu­kup besar dalam fiskal,” tan­das­nya.

Perhitungan Menteri Pen­daya­gunaan Aparatur Ne­gara dan Re­formasi Biro­krasi (Menpan) Az­war Abu­bakar, beban pensiun saat ini di atas Rp 50 triliun per tahun, dengan tam­bahan pegawai pen­siun sekitar 3 per­sen per tahun atau men­capai 130 ribu pe­gawai, beban biaya pensiun bisa mem­bengkak menjadi Rp 160 triliun. “Kita me­mi­­kirkan ba­gai­mana membuat sis­tem pensiun baru. De­ngan sis­tem se­ka­rang, bila di­per­hitungkan be­las­an tahun lagi bisa men­ca­pai Rp 160 triliun. Ma­ka­nya orang mau jadi PNS ka­rena dapat pensiun, dan kerjanya tidak rajin-rajin,” ujarnya.

Azwar menjelaskan, aturan pembayaran pensiun yang sedang dikaji pemerintah saat ini bisa menyerupai pembayaran pensiun seperti swasta. Cara ini me­mung­kinkan para PNS mendapatkan pensiun hanya sekali.

“Ke depan, pensiun bisa seperti di swasta. Salah satu pola kan, pensiun kan bisa macam-macam. Misalnya, pay as you go atau dibayar sekaligus,” tukasnya.

“Yang penting pemerintah menyusun kembali pensiunnya. Membuat orang sejahtera tapi tidak memberatkan pemerintah,” tan­dasnya.

Masalah Utamanya Kenaikan Gaji Pokok

Ikhsan Tualeka, Pengamat Kebijakan Publik Universitas Paramadina

Para pensiunan PNS sudah semestinya hidup layak, adil dan sejahtera. Namun, gaji pen­siunan terus membengkak dan membebani APBN.

Kalau melihat perhitungan di APBN tiap tahunnya anggaran untuk pensiunan terus naik. Rp 40,8 triliun pada 2009, Rp 46,5 triliun tahun 2010, dan pada 2011 mencapai Rp 51,5 triliun dan tahun ini bertambah men­capai Rp 59 triliun.

Masalah utamanya, seb­e­tulnya bukan pada anggaran pen­siun. Tapi, sistem gaji pokok naik sangat cepat, 10-15 persen. Tunjangan hari tua ini ber­da­sarkan gaji pokok terakhir, sebelum masa pensiun.

Makanya perlu ada evaluasi dalam sistem pengajian. Jangan sampai gaji PNS naik terus se­tiap tahunya tapi tidak ber­banding lurus dengan kualitas pelayanan publik.

Rasio belanja gaji pegawai idealnya berada di level 10 per­sen dari APBN. Saat ini, rasio belanja pegawai mencapai 16,68 persen.

Untuk mengatasi masalah itu pemerintah bisa melakukan rek­rutmen pegawai oleh ma­sing-masing instansinya sesuai dengan kebutuhan.

Jika satu instansi yang pensiun 10 pe­gawai, tidak perlu pegawai baru sebanyak yang pensiun.

Ada Yang Usulkan Pelatihan Wirausaha

Abdul Hakam Naja, Anggota Komisi II DPR

DPR dan pemerintah meng­ingin­kan pensiunan tetap men­dapatkan kesejahteraan namun tidak membebani keuangan negara.

Pemerintah mengusulkan agar dilakukan model golden shake hand. Maksudnya, saat pensiun PNS diberikan dana pensiun dalam jumlah yang men­cukupi, tapi setelah itu tidak lagi mendapatkan gaji dengan harapan uang itu pen­siunan bisa memulai usaha.

Direncanakan, sebelum me­ma­suki masa pensiun akan dila­ku­kan pelatihan wirausaha. Pe­la­tihan ini melibatkan per­usa­haan-perusahaan, sehingga me­reka bisa menjalin kemitraan dengan perusahaan tersebut. Itulah yang menjadi usulan pe­merintah.

DPR juga sudah memanggil Tas­pen sebagai alternatif usulan dari pemerintah itu. Taspen mem­berikan masukan sistem pen­siun bisa dilakukan dengan pembiayaan patungan antara PNS dengan pemerintah. Mak­sud­nya, PNS membayarkan se­macam iuran yang bisa diambil saat pensiun. Untuk menambah besaran pensiunan dengan sis­tem ini, pemerintah mem­be­rikan kontribusi sehingga dana pensiun yang didapat bisa lebih besar.

Alternatif ketiga, kedua pola di atas diterapkan. PNS dibe­ri­kan kebebasan memilih di antara dua sistem di atas. Ten­tunya, jika memilih semacam golden shake hand, dana pen­siun yang didapat jauh lebih besar dibanding yang kon­ven­sional.  [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Dari 8 Juta Produk Makanan, Hanya 1% Bersertifikat Halal
Demo Di Istana, Aktivis ‘Kamisan’ Tak Takut Diusir Aparat Polisi
3.000 Lokasi Ujian Jadi Sasaran Boikot
12 Hakim Kena Sanksi, 2 Hakim Telah Dipecat
14.560 Lowongan CPNS Tersedia Di 14 Lembaga


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Velove Vexia, Langsung Menghindar Saat Ditanya Kumpul Kebo

Velove Vexia menghadiri resepsi pernikahan mantan pacarnya, Raffi Ahmad di ...

 

Cut Tary, Cium Pipi Kevin Di Parkiran

Kedekatan antara Cut Tary dan Richard Kevin sepertinya mulai terjawab. Set ...

 

Brett Rossi, Gagal Dinikahi Charlie Sheen

Brett Rossi harus gigit jari. Model dan eks bintang film porno ini gagal d ...

 

Lady Gaga, Baru Ngartis, Sering Diajak "Bobok"

Sang Mother Monster lagi galau. Ia masih menyimpan kekesalannya dimanfaatk ...

 

Bila Sakiti Gigi, Raffi Janji Siap Dicerai

Image prosesi pernikahan sangat mahal dan wah. Sebagian masyarakat menyind ...


Berita Populer

Wartawan Kaget dengan Arogansi Putra Tertua Jokowi
Putra Tertua Jokowi Kesal Disebut Anak Haram
Bukan Syukuran Rakyat, Tapi Pesta Pendukung Jokowi-JK