Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
WAWANCARA
Julian Aldrin Pasha: SBY Mendukung KPK Tuntaskan Kasus SIM
Jum'at, 03 Agustus 2012 , 10:09:00 WIB

JULIAN ALDRIN PASHA
  

RMOL. “Presiden mendukung pem­berantasan korupsi. Ini artinya, mendukung KPK tuntaskan ka­sus dugaan korupsi mesin simu­lator SIM,’’ kata Juru Bicara Pre­si­den, Julian Aldrin Pasha, kepa­da Rakyat Merdeka, kemarin.

Seperti diketahui, KPK telah menggeledah kantor Satkor­lan­tas, di Jakarta Selatan sejak Se­nin (30/7) hingga Selasa (31/7) ter­kait kasus dugaan korupsi me­sin Simulator Surat Izin Menge­mudi (SIM).

KPK menetapkan bekas Kor­lantas Irjen Pol Djoko Susilo se­ba­gai tersangka pengadaan si­mulator untuk pembuatan SIM di Korlantas Polri. Pengadaan simu­lator tersebut untuk tahun ang­garan 2011. Akibat penyalah­gu­naan wewenang itu negara di­du­ga rugi Rp 100 miliar.

Julian Aldrin Pasha selanjut­nya mengatakan, Presiden ber­harap pihak-pihak ter­kait bisa menjelaskan ke publik menge­nai kasus ini, sehingga ti­dak menim­bulkan persepsi ma­cam-macam.

“Presiden minta semuanya men­taati prosedur hukum. Jalan­kan sesuai ketentuan. Sia­pa pun yang bersalah harus mem­per­tanggungjawabkan kesala­han­nya.,” paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:


Apa itu saja harapan SBY?

Pak SBY terus mengikuti per­kem­bangan kasus tersebut. Pre­siden meminta hukum be­nar-benar ditegakkan agar ma­sya­rakat bisa melihat secara obyektif penanganan kasus itu.


Apa Kapolri sudah melapor ke Presiden?

Nggak. Kapolri nggak melapor ke Presiden soal kasus tersebut. Ta­pi Presiden sudah tahu bahwa semua berjalan sesuai kesepaka­tan yang dibuat.

    

Apa yang dilakukan Presi­den?

Ini kan sudah masuk ke ranah hu­­kum. Biarkan diproses sesuai atu­­ran hukum yang ada. Semua­nya ha­rus patuh terhadap hukum.

Ji­ka hukum ditegakkan, maka ma­­­sya­rakat bisa melihat secara obyektif apa yang sebenarnya ter­jadi.

Polri dan KPK sudah menjelas­kan ke publik terkait duduk per­soalannya. Sudah ada kesepa­ka­tan.  Itu sudah baik.

   

Banyak yang menilai ini me­ru­pakan kasus cicak vs buaya jilid II, apa tanggapan SBY?

Saya tidak familiar soal cicak dan buaya. Silakan tanyakan lang­sung ke orang yang pertama kali menyuarakan istilah tersebut. Saya tidak bisa memberikan ko­mentar soal cicak dan buaya itu.

   

SBY tidak memberikan arahan sama sekali?

Arahan Presiden adalah jika ada perbedaan pandangan terkait sebuah kasus, meskipun KPK bu­kan di bawah pemerintah, hendak­nya bisa dicarikan solusi terbaik.

   

Apa solusi terbaik itu?

Sesuai dengan aturan yang ber­laku, semua harus mentaati hu­kum. Tidak ada persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Semua­nya kembali kepada aturan dan pro­sedur yang ada. Dengan demi­kian, hal-hal yang tidak sepen­dapat bisa diselesaikan.

   

Apa SBY menyesalkan terja­dinya kasus korupsi itu?

Presiden SBY sudah cukup je­las memberikan ruang kepada pe­negak hukum, baik kepo­li­sian, KPK, maupun Kejaksaan Agung untuk menjalankan tu­gas sesuai kewenangannya ma­sing-masing.

Presiden tidak melihat kasus per kasus. Tapi lebih kepada upa­ya me­reka dalam memberantas ko­rup­si, menegakkan keadilan, dan memberikan rasa adil kepada ma­syarakat. Jangan direduksi seolah-olah pada kasus per kasus atau ma­sing-masing individu. [Harian Rakyat Merdeka]


Baca juga:
Suryadharma Ali: Kami Belum Putuskan JK Sebagai Capres...
Dita Indah Sari: Awal 2013, Semua Klaim Asuransi TKI Diselesaikan
M Nuh: Uji Kompetensi Guru Kenapa Dicurigai...
Aburizal Bakrie: Saya Jalankan Amanat Partai, Tetap Maju Sebagai Capres
Humphrey Djemat: Menakertrans Tak Peduli Klaim Asuransi TKI...

Komentar (30)

Nama
Judul
Komentar
  1. - SIBUAYA RAJANYA dari PARA BANJINGAN YANG NGURAS UANG RAKYAT
    05.08.2012, 00:37 WIB
    Komentator: MAFIA
    Mana mungkin Sibuaya berani bertindak tegas loh dia rajanya dari para bajingan terutama polisi.
  2. didukung seluruh bangsa ini
    04.08.2012, 16:01 WIB
    Komentator: waluyo
    Memang seharusnya seluruh bangsa ini mendukung institusi2 hukum unutk menjalankan tugas dan wewenangnya dengan baik dan benar sesuai peraturan dan UU yg ada. Jangan permasalahan kesalahpahaman atau kurangnya komunikasi dan koordinasi dibesar2kan dan didramatisir. Mereka2 yg membesar2kan permasalahan ini jelas2 memanfaatkannya untuk kepentingannya sendiri dan ingin membuat kisruh bangsa dan negara serta yg paling ekstrem adalah mengadudomba bangsa ini. Yang pasti presiden mendukung semua upaya dan tindakan untuk memberantas dan mencegah korupsi oleh siapapun asal sesuai aturan dan UU.
  3. - di gerbag mabes polri ada spanduk "selamat datanng kpk, kami mendukug kerja anda
    04.08.2012, 12:41 WIB
    Komentator: aak poilisi, paman polisi, kAKek poloSi
    KeteGangan antara kpk dan polri justru menguatkan pandangan bw polri tdk bersih, polri tak rela anakbuah dan bapak buahnya yg terlibat di dilibas kpk. Kalo polri peduli citra baiknya, pastilah justru menyambut dg baik kerja kpk ini dan di dpn pintu gerbangnya terpampang spanduk berbunga2 bertulis "selamat datang kpk, selamat ngobok2 jeroan kami. Inilah dada kami..."
  4. Lagu lama
    04.08.2012, 06:42 WIB
    Komentator: Mang Ujang
    Basi, lagu lama. Mending ente nggak usah banyak omong, rakyat udah capek tunggu meledaknya saja. Heran, nggak habis-habisnya orang "dungu" di republik ini. Seenaknya saja ngomong, memang kita-kita dianggap orang bodoh apa ?.
  5. Hukuman untuk koruptor.................
    04.08.2012, 04:25 WIB
    Komentator: ortu
    Hukuman untuk koruptor tidak memberi efek jera. Bagaimana mau membrantasnya? Kalau diluar negeri, seperti di Cina koruptor ditembak mati.Orang gila hanya yang berani korupsi di Cina. Kalau di INDONESIA semua orang yang mempunyai posisi dan kekuasaan pada korupsi, padahal gajihnya sdh. cukup besar tetapi masih serakah. Orang semacam ini kalau dihukum 30 tahun penjara apa salahnya, kan dia sdh melaratkan 90 juta rakyat miskin. Orang cakalele di AMBON yang membentang bendera RMS dihukum seumur hidup.
  6. Bukan dengan berwacana yg tak bermutu dan memalukan.
    04.08.2012, 01:43 WIB
    Komentator: Bung Sikat
    Kalau memang benar mendukung KPK,yg coba menghalangi harus di copot,bukan dengan berwacana yang tak bermutu dan memalukan.
  7. Garong berkedok penegak hukum, ojo gumun!
    04.08.2012, 01:18 WIB
    Komentator: Bebek lelet
    Negara carut marut. Korupsi makin mengganas. Penegak hukum aka polisi, jaksa dan hakim, hanyalah gerombolan maling yg bersatu menjungkir-balikkan dan merobek keadilan.

    Mulai dari kasus2 mega-raksasa, macam polisi gendut, sampai rekayasa2 yg terjadi se-hari2 pada pencari keadilan, seperti kasus Prita, dan kasus iPad.

    Pada saat yg sama, presiden berdalih tidak mau mengintervensi hukum, biarlah hukum dijalankan oleh garong2 berkedok pejabat penegak hukum .......
  8. Hukuman utk. koruptor terlampau.............................
    03.08.2012, 23:35 WIB
    Komentator: ortu
    Hukuman tidak ada efek jera bagi koruptor. Indonesia akan tetap sibuk dengan kasus korupsi,karena hukuman terlampau rendah.
  9. carut marut negeri ini krn imamnya
    03.08.2012, 21:31 WIB
    Komentator: kebo ijo
    CARUT MARUTNYA NEGERI INI KARENA IMAMNYA YG PENUH KETIDAKJUJURAN DAN KEMUNAFIKAN ....
  10. Hukuman bagi koruptor tdak...............................
    03.08.2012, 18:57 WIB
    Komentator: ortu
    Presiden dekretkan hukuman darurat khusus pemberantasan korupsi dan mafia pajak/hukum yang dapat efek jera. Hukuman bagi koruptor dan mafia pajak/hukum sekarang tidak ada efek jera.
  11. Skenario
    03.08.2012, 18:10 WIB
    Komentator: js kamdhi
    Julian Aldrin Pasha:
    Tolong sampaikan juga siapakah pembuat skenario? Tujuh tahun (7 tahun) terakhir yang terjadi hanya MASALAH DITUTUP DENGAN MASALAH BARU...
    Tuhan Mahatahu...
  12. PEMBERSIHAN LEMBAGA HUKUM SANGAT MUTLAK
    03.08.2012, 17:29 WIB
    Komentator: lemot
    Pembersihan Lembaga Hukum seperti POLRI....sangat mutlak...selama ini banyak kejahatan Korupsi dan penyalah gunaan wewenang yg terjadi institusi POLRI tidak tersentuh...kasus Simulator SIM....adalah entri point...untuk membersihkan institusi POLRI....peran Presiden sangat besar agar POLRI bermanfaat bagi bangsa ini....
  13. Dukung
    03.08.2012, 16:20 WIB
    Komentator: Wong Cilik
    Jangan hanya Kasus di Kepolisian saja. Semua kasus Korupsi harus ada dukungan kepada KPK dan tindakan nyata dari Pemerintah termasuk Kasus Century, Hambalang, dll.
  14. dukung dan tegas
    03.08.2012, 14:58 WIB
    Komentator: megawati
    dukung kpk dalam menumpas korupsi di kepolisian, bila perlu tegas dalam menentukan wewenangnya, jangan biarkan korupsi berkembang dan tumbuh subur di negeri ini.
  15. Cuma dukungan ??
    03.08.2012, 14:48 WIB
    Komentator: Jujuk
    Rakyat ngga butuh dukungan Pak, mereka menunggu tindakan anda. Dukung mendukung biarlah jadi urusan rakyat karena tidak ada wewenang, tetapi Bapak kan punya wewenang konstitusional untuk memerintahkan Polri menyerahkan perkara ke KPK demi terpenuhinya UU KPK.

    Sekali lagi Pak, kami butuh lebih banyak tindakan bukan dukungan atau himbauan.
  16. mitra KPK
    03.08.2012, 14:27 WIB
    Komentator: wong ambon
    SBY sudah terang-terangan mendukung semua langkah KPK untuk menuntaskan kasus simulator SIM. Polri seharusnya menjadi mitra KPK dan membantu KPK untuk menyelesaikan kasus ini. Bukan malah menantang dan memicu konflik antara dua lembaga.
  17. President berkelamin ganda
    03.08.2012, 13:57 WIB
    Komentator: soe Silo Bang
    SBY itu nggak pernah tegas alias peragu selalu beralasan sesuai prosedur. Di parta*nya aja lemot cuma bisa menghimbau begitu juga di depan menterinya di kabinet payah punya president berkelamin ganda.
  18. - Markuwat bodoh
    03.08.2012, 13:20 WIB
    Komentator: Julian
    Markuwat hati hati mulut Anda. Jangan asal bunyi, Presiden tidak butuh nyanyianmu.
  19. presiden harus tegas
    03.08.2012, 13:07 WIB
    Komentator: hariyanto
    susahnya kita punya presiden memble, mestinya sby panggil kapolri untuk menyerahkan perseoalan korupsi di tubuh polri kepada KPK, tapai yaitu sby memble jadinya rakyat bingung...atau jangan2 ikut dapat bagian...
  20. Markuwat Dogol.
    03.08.2012, 11:20 WIB
    Komentator: Karpol.
    Markuwat : Presiden sama sekali tidak takut, perintahnya sudah tertuang dalam Undang Undang ..... Undang2nya gak dijalankan oleh Polri. Kenapa gak berani menegur Polri ??? Punya utang apa sama Polri ??? Kasus Century ???
  21. oh.....indonesia
    03.08.2012, 11:09 WIB
    Komentator: orang indonesia
    Penjahat Berseragam dan Bersenjata Legal = POLISI
  22. oh.....indonesia
    03.08.2012, 11:09 WIB
    Komentator: orang indonesia
    Penjahat Berseragam dan Bersenjata Legal = POLISI
  23. Presiden sama sekali tidak takut, perintahnya sudah tertuang dalam Undang Undang.
    03.08.2012, 10:58 WIB
    Komentator: Markuwat
    Kalau terjadi MOU antara KPK dan POLRI tentunya itu maunya KPK dan POLRI, bukan maunya Undang Undang dan juga bukan maunya Presiden.

    Kalau KPK merasa dirugikan dengan adanya MOU KPK dan POLRI, ya seharusnya dari awal tidak ditandatangani.

    Kalau kemudian dengan adanya MOU tsb baik KPK maupun POLRI perlu kehadiran PRESIDEN, ya seharusnya baik KPK ataupun POLRI yang meminta campur tangan, karena kalau presiden yg turun tangan tanpa diminta KPK maupun POLRI bisa saja dianggap Presiden melakukan intervensi, apalagi menghadapi serangan politisi busuk.
  24. - Sesama Susilo dilarang saling mendahului
    03.08.2012, 10:55 WIB
    Komentator: Susilo
    Susilo BY gak mungkin minta KPK nangani Susilo. Jeruk makan jeruk. Susilo Joko ini mungkin tahu dan pegang kartu As Susilo BY.
  25. Korupsi adalah kewenangan KPK
    03.08.2012, 10:52 WIB
    Komentator: Abdul Syukur
    Masalah Korupsi tentunya kewenangan KPK sehingga SBY sangat mendukung KPK tuntaskan ka­sus dugaan korupsi mesin simu­lator SIM. SBY sudah cukup je­las memberikan ruang kepada pe­negak hukum, baik kepo­li­sian, KPK, maupun Kejaksaan Agung untuk menjalankan tu­gas sesuai kewenangannya ma­sing-masing. Untuk itu selesaikan Sesuai dengan aturan yang ber­laku, semua harus mentaati hu­kum. jika ada perbedaan pandangan terkait sebuah kasus hendak­nya bisa dicarikan solusi terbaik.
  26. Sby selalu takut thd Polri dan Kejaksaan. Ada apa ???
    03.08.2012, 10:41 WIB
    Komentator: Ken.
    hxxp://nasional.kompas.com/rea d/2012/08/03/08160965/Ada.Peny usup.di.Belakang.Gedung.KPK

    Sumber Kompas.com di lingkungan penyelidik dan penyidik KPK mengungkapkan, hingga saat ini barang-barang bukti tersebut belum bisa diakses penyidik meskipun disimpan di gedung KPK. "Hingga saat ini kami belum bisa mengakses barang bukti meskipun barang bukti ada di KPK karena dijaga provoost Korlantas," katanya.

    Sejak barang bukti tiba di gedung KPK, Selasa, sekitar empat petugas Korlantas ikut menjaga barbuk tersebut. Menurutnya, ada ultimatum yang disampaikan Kepala Korlantas Polri kepada penyidik KPK seusai penggeledahan. "Kakorlantas ngasih ultimatum ke kita kalau barang bukti cuma boleh diakses sepengetahuan dia atau Kabareskrim (Kepala Badan Reserse Kriminal Polri)," ungkap dia.
  27. - Huuuuuuu
    03.08.2012, 10:35 WIB
    Komentator: Penonton
    Dasar LAMBAN. Arahan ngambang. Persepsi bisa macam-macam antara KPK dan Polri. Solusi yang membahayakan. Untuk apa jadi Presiden kalau cuma bida bilang kembali ke aturan yang berlaku. Anak SD jg bisa bilang gitu. Pak RT aja kalau bilang gitu pasti warganya kecewa apalagi ini orang nomor 1 lho di negeri ini!
  28. - jeruk mau makan jeruk
    03.08.2012, 10:34 WIB
    Komentator: yairam
    Klu presiden betul2 ingin brantas krupsi printahkan Kapolri srahkan smua pngusutan kasus simulator mengemudi keKPK jangan terjadi jruk maam jruk pasti polri jd moncer. Karena polri dibawah presiden, belum2 polri sdh bilang tdk ada aliran dana kpd DS yg dijadikan tsk cecurut sj.sbaiknya ada oknum Polri dan Jaksa korup biar kpk yg usut, ada oknum kpk yg orup serahkan ke polri atau jaksa jd tdk ada lg jruk maam jeruk.
  29. Dualisme perlu diatasi
    03.08.2012, 10:30 WIB
    Komentator: Namtono
    Dualisme perlu diatasi dalam pembrantasan korupsi, agar ada kejelasan dalam menanganan hukum, yang sesuai dengan undang-undang yang berlaku. KPK telah menetapkan DS sebagai tersangka atas pengadaan simulator SIM. Sedangkan tersangka lainnya ditangani Bareskrim Mabes Polri. Brantas terus korupsi
  30. - sikat habis polisi korup
    03.08.2012, 10:30 WIB
    Komentator: armust
    Perintah langsung aja pak biar polisi gak ngerecoki penyidikan ditubuh polri kasian polisi2 yg baik ikut tercemar akibat keserakahan para perwiranya

Githok

blitz.rmol.co
 

Prisia Nasution, Susah Jadi Istri Jokowi

Setelah bermain cemerlang dalam film Sang Penari serta Laura & Marsha, ...

 

Ibunya Rasti Kecewa Eza Dituntut 5 Bulan Bui

Eza merasa diperlakukan tidak adil. Ia memelas, sebagai orang susah harusn ...

 

Iba, Payudara Jolie Diangkat

Bukan rahasia lagi, kalau Jennifer Aniston sakit hati saat tahu Brad Pitt, ...

 

Mila Kunis, Diinginkan Bikin Video Porno

Mila Kunis menempati posisi pertama sebagai selebriti yang video pornonya ...

 

Raffi & Luna Pedekate?

Restu didapat asal Luna sayang sama ibu dan keluarga Raffi. Namun umur jad ...

 

Beredar, Foto Bugil Mirip Sefty Sanustika

Sefty Sanustika bikin heboh. Pasalnya, telah beredar di internet, beberapa ...

 

Aishwarya Rai, Cuek Dihujat Gemuk

Aishwarya Rai memukau di red carpet Festival Film Cannes ke-66 di Paris, P ...

 

Venna Melinda, Minta 40 Juta Per Bulan, Venna Kesal Di-bully

Venna Melinda disebut-sebut membahas empat persyaratan agar bisa rujuk den ...

 

Kiki Beberkan Foto Markus & WIL Di Ranjang

Wanita lain itu-itu aja. Patut diduga ada perselingkuhanGugatan perceraian ...

www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II