Eng Ing Eng, Inilah Kultwit @TrioMacan2000 tentang Dukungan PKS untuk Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli
Rabu, 08 Agustus 2012 , 14:39:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi
RMOL. Akun twitter @TrioMacan2000 tak mau melewatkan pembicaraan hangat sepanjang hari ini mengenai dukungan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli dalam putaran kedua pemilihan gubernur DKI Jakarta.
Tim sukses Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki T. Purnama alias Ahok menuding dukungan itu diwarnai politik transaksional.
Kultwit @TrioMacan2000 dimulai kurang dari satu jam sebelum tulisan ini diturunkan, dan masih berlangsung.Kultwit itu berlangsung dalam 30 kicauan.
Berikut kutipannya:
1. Eeng ing eeng...saya akan kultwitkan tentang Dukungan PKS ke Foke - Nara dan keenganan PKS dukung Jokowi - Ahok dlm Pilgub DKI
2. Kita tahu PKS adalah partai islam. Jauh lebih kental keislamannya daripada partai "Islam" lain seperti PPP, PAN atau PKB
3. Publik tahu persis bgmn militansi kader2 PKS dlm memperjuangkan ideologi& tujuan partainya terutama mewujudkan negara indonesia yg islami
4. Meski Indonesia adalah negara plural dgn ideologi Pancasila, PKS sejak dulu berusaha mewarnai kehidupan bangsa dgn nilai2 Islam
5. Perjuangan PKS ini mulai meredup ketika sebagian elit PKS terkontaminasi godaan hedonisme dan materialisme duniawi
6. Kelompok yg "terkontaminasi" ini dikenal dgn Faksi Sejahtera di internal PKS. Celakanya, faksi ini yg skrg pny pengaruh & kendali di PKS
7. Lalu bgmn sikap PKS sbg institusi ketika harus putuskan pilihan pada pilgub DKI putaran kedua paska kekalahan HNW ?
8. Beberapa waktu yg lalu, tokoh2 PKS seperti Anis Matta dan Misbakhun buat statement bhw PKS mgkin akan koalisi dgn Jokowi-Ahok
9. Menanggapi statement Anis Matta dan Misbakhun itu, saya lgsg komentar bhw statement mereka itu hny utk naikan nilai jual PKS ke Foke
10. Meski PKS itu msh simpan "dendam" lama pd Foke paska Pilgub DKI 2007 dimana kader/simpatisan PKS di Pemprov DKI disingkirkan Foke
11. Paska pilgub 2007, PNS2 DKI yg simpatisan PKS dan pilih Adang, banyak yg jadi korban balas dendam Foke yg menangkan Pilgub
12. PNS2 DKI itu banyak dimutasi ke posisi buangan dan profesional staf oleh Foke atas rekomendasi Bamus Betawi. PKS msh terluka oleh Foke
13. PKS jg "terluka" oleh Foke ketika Foke dan PKS gagal bersatu prapilgub kemaren krn Foke tolak syarat2 PKS dan lalu Foke "kawin" dgn PD
14. Kini Foke kembali "merayu" PKS utk mendukungnya dlm putaran kedua. PKS dilematis. Ada luka dan dendam tp ada juga nilai2 perjuangan
15. Menolak Foke dan mendukung Jokowi-Ahok, bg PKS seperti mengkhianati ideologi dan perjuangan partai ! Suatu hil yg mustahal hehehe
16. Kenapa? PKS adalah partai islam. Jelas ideologi dan perjuangannya. Sementara pasangan Jokowi adalah Ahok yg Non Muslim
17. HNW sendiri dan sebagian elit PKS secara pribadi lbh suka pada Jokowi. Bahkan disebut2 HNW dulu adalah jurkam Jokowi di pilwalkot Solo
18. Namun, sikap pribadi elit2 PKS tentu saja berbeda dgn sikap PKS secara institusi. Ada batasan yg tegas dlm kebijakan PKS sbg partai
19. Fakta politik juga menempatkan PKS pd posisi dilematis jika mendukung Jokowi dan kemudian Jokowi menang dlm Pilgub. Kenapa?
20. Jk Jokowi menang dan jd Gub DKI, maka otomatis walikota Solo akan dijabat wakil Jokowi yg Non Muslim. Ini sulit diterima kader PKS Solo
21. Di Kota Solo, para pendukung Jokowi yg berbasis islam pesantren, islam fanatik & kader PKS Solo dipastikan akan meradang marah kpd PKS
22. Fenomena ini, sgt mgkin terjadi di DKI Jakarta pd 2014 yg akan datang, jika Jokowi kemudian jd diusung PDIP & gerindra sbg Cawpres
23. Ini artinya, Ahok alias Basuki T Purnama alias Basuki Indra alias Zhong Wan Xie jadi Gub DKI. Sejarah baru ditorehkan di Republik ini
24. Analisa2 kemungkina ini pasti telah diperhitungkan secara matang oleh PKS ketika memutuskan kemana arah dukungan mereka dlm pilgub DKI
25. Seperti statement elit PKS kpd saya : "Tidak mungkin PKS dukung Ahok, sbgmn tidak mungkin Etnis Tionghoa Non Muslim dukung HNW/PKS"
26. Jadi, bagi PKS, mendukung Foke - Nara ketimbang mendukung Jokowi - Ahok, adalah suatu Keniscayaan Mutlak. Harus. Tdk bisa ditawar2 lagi
27. Namun, sikap ini tentu saja tidak diungkap secara vulgar ke publik. PKS juga butuh makan. Butuh amunisi. Butuh kompensasi dari Foke
28. Ada "mahar" yg dituntut PKS dari Foke. Mahar ini sbg penguatan/ affirmasi dukungan PKS kepada Foke. Terserah foke utk setuju atau tidak
29. Jika pun nantinya PKS gagal kawin dgn Foke karena masalah ketidakcocokan mahar, sikap PKS pasti jelas kemana
30. Secara resmi PKS akan bersikap netral, tapi diinternal dan kpd para kader pasti akan arahkan ke Jokowi - Nara. Bgmn sikap kader PKS?
31. Sesuai analisa saya sebelumnya yg berjudul "Jokowi - Ahok Pasti Menang", sebagian massa PKS akan tetap pilih Jokowi- Ahok
32. Sekian analisa knp PKS akan dukung Foke dlm putaran kedua pilgub DKI. Skrg kita diskusikan mention2 yg masuk. Terima kasih.
[ysa]
-
bandung-indah@plasa.com
01.09.2012, 16:10 WIB Komentator: agus |
| wah rmol.com sama saja sama inilah.com jadi media online HOAX dan berita bayaran. muak liat beritanya. tendensius kampungan dan tidak netral |
-
Astaghfirullah ....
26.08.2012, 20:25 WIB Komentator: Hamba Allah |
| Semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada yg berkomentar menghina Allah SWT dg sebutan "Allahu barbar" atau Allah SWT sekalian menghancurkan mereka !!! La Haula Walaquwwata illa biLLah ... |
-
realistis
18.08.2012, 13:41 WIB Komentator: akal sehat |
| Kapan majunya umat Islam kalau tokohnya seperti ini. Pikirannya sempit, ekslusivisme golongan, phobia dgn pemimpin non muslim dan sangat melankolis ( romantisme kejayaan Islam). Umat islam justru tidak dikenalkan pada penguatan leadership untuk memuntaskan permasalahan bangsa. Masalah keyakinan biarkan itu menjadi urusan pribadinya dengan Tuhannya. Masyarakat harus mengawasi pemimpinnya. Amanah atau tidak. Islam itu luas dan rahmat bagi selueuh alam semesta. Jangan disempitkan artinya. |
-
analisa yang bagus
14.08.2012, 17:21 WIB Komentator: ROMLI |
Dukungan PKS kepada Foke benar karena terpaksa dihadapkan buah simalakama.Masalahnya adalah mana manfaat yg lbh besar memimpin Solo atau Jakarta Saat ini Negara memang sedang mengalami masalah kesulitan memunculkan calon pemimpin yg amanah dan Jokowi muncul saat terjadi kelangkaan kader pemimpin bangsa
Kalau PKS mencinta* bangsa ini untuk bangkit seharusnya menentukan pilihan yg memberi manfaat besar untuk bangsa.Gubernur DKI lebih strategis daripada Walkota Solo,Presiden RI lebih strategis menentukan masa depan bangsa ? Biarlah Jokowi mengikuti takdir Allah mesti memimpin pada tataran mana regional Kabupaten-Kota,Regional Propnsi atau Nasional !!!!! Kami percaya kader PKS sangat cerdas |
-
ALLAHUBARBAR
13.08.2012, 12:51 WIB Komentator: HIDAYAT NUR WAHID (MANTAN GERMO YANG BERTAUBAT KARENA DAPAT HIDAYAH) |
JOKOWI AHOK PANCEN OYE!!! RHOMA IRAMA PANTATT OYE!!!
FAUZI BOWO NAGROWI RAMLI BANCI OYE!!! PKS PARTAE KOMUNIS SEJAHTERA. SAATNYA KITA KAUM YANG DISEBUT KAFIR MEMERANGI KAFIR SESUNGGUHNYA, MEREKA PARA KAFIR PENYEMBAH BATU BERHALA YANG DISARUNGIN PERSIS KAYAK KONTTOLL DISARUNGIN KONDOM ITU HARUS KITA SEMBELEH. JADIKAN MEREKA SEPERTI ROHINGYA BURMA!!! ALLAHUBARBAR .... ALLAHUBARBAR .... KITA KAUM KAFIR BOHONGAN PASTI MENANG MELAWAN KAUM KAFIR ASLI KARENA KITA SEMBAHYANG GAK MEMUJA BATU, KITA MEMUJA ALLAH, SEMENTARA MEREKA MEMUJA BATU KOTAK SEGEDE GAJAH BERISI JIN DAN SYETAN, DI BATU BERHALA ITU JUGA ADA BATU BERLUBANG MIRIP LOBANG MEMMEK YANG KONON MERUPAKAN REPLIKA DARI MEMMEKNYA KHADIJAH, BATU ITU WAJIB DICIUM-CIUM BAHKAN DIJILAT-JILAT UNTUK MENGENANG ORAL SEKS YANG DULU SERING DILAKUKAN PADA MEMMEK KHADIJAH. MEREKA SEMBAHYANGNYA SAMPE NUNGGING2 DAN SERING PULA TERKENTUTT-KENTUTT KETIKA NUNGGING ITU |
-
ulasan menarik
12.08.2012, 20:42 WIB Komentator: guwe |
ulasan yang cukup menarik...terlebih lagi di no 25. jadi wajar kalo PKS mendukung FOKE bukan AHOK.
pertanyaan yang harus di jawab adalah apakah orang kristen akan dukung HNW jika masuk putaran 2 melawan FOKE. pasti mereka mendukung FOKE.
jadi, memang benar gw akan mendukung FOKE. |
-
Setuju no 20-25
12.08.2012, 11:06 WIB Komentator: Anti SARA |
| Kultwit nomor 20-25 paling masuk akal |
-
- Mana Lebih baik?
11.08.2012, 19:11 WIB Komentator: Mat Gobang |
| Kita tahu Foke & Jokowi dua2nya Islam, rasanya gak ada yg perlu dipertentangkan kalau mengenai dukungan menurut Agama. Bahwa wakilnya non muslim, itu urusan nanti, yang penting Jakarta perlu perubahan....., tidak jalan ditempat. Ayooo kita sambut Jakarta yg lebih baik. |
-
- Yg Penting Seiman
10.08.2012, 08:49 WIB Komentator: topan |
| Biar korup (belum terbukti)yang penting seiman |
-
- tetap jokowi
09.08.2012, 18:17 WIB Komentator: bagus haryo |
Jokowi itu dimata ku sederhana,jujur dan berprestasi.
Foke aku gak tau pasti tp yg pasti jakarta gak berubah....
Triomacan itu banyak bacot labil dan asal jeplak,jadi bagi aku jokowi tak tergoyahkan |
-
- pemimpin harus Islam
09.08.2012, 17:17 WIB Komentator: nn |
| Jika yg dimaksud pemimpin itu cuma kepala pemerintahan sih gampang bos. Tapi kalo pemimpin itu adalah direktur, kabag pns, komandan satuan, dll apa iya karyawan yg muslim, pns yg muslim, dan prajurit yg muslim harus keluar? Apa iya rejeki dia ga barokah? |
-
pks kuatir tentang ideologinya,,,
09.08.2012, 16:48 WIB Komentator: dear |
| mereka tidak rela orang lain mimpin,,takut idioligi tersingkir,,solah olah balas dendam tentang apa yang terrjadi saat ini atas pemerintahan depok dan bogor nuansa islamnya kental sekali,,,mereka takut seperti yang mereka lakukan terjadi di dki....makanya jangan pernah mencubit kalau tidak mau di cubitt |
-
Siap merapat ke JOKOWI
09.08.2012, 13:11 WIB Komentator: Kader DPC-Pulogadung |
Assalamualaikum wr.wb.,
Kami, para kader dari DPC-Pegangsaan Dua, Pulogadung siap untuk merapat ke pak Jokowi.
Apapun sanksi yang akan diberikan kepada kami oleh elit2 DPP, akan kami terima. Kami siap untuk dipecat sekalipun.
Kami memilih jalan ini dengan hati nurani, kejujuran dan keikhlasan.
Wassalam
Kader2 PKS-DPC Pulogadung |
-
Siap merapat ke JOKOWI
09.08.2012, 13:11 WIB Komentator: Kader DPC-Pulogadung |
Assalamualaikum wr.wb.,
Kami, para kader dari DPC-Pegangsaan Dua, Pulogadung siap untuk merapat ke pak Jokowi.
Apapun sanksi yang akan diberikan kepada kami oleh elit2 DPP, akan kami terima. Kami siap untuk dipecat sekalipun.
Kami memilih jalan ini dengan hati nurani, kejujuran dan keikhlasan.
Wassalam
Kader2 PKS-DPC Pulogadung |
-
Siap merapat ke JOKOWI
09.08.2012, 13:11 WIB Komentator: Kader DPC-Pulogadung |
Assalamualaikum wr.wb.,
Kami, para kader dari DPC-Pegangsaan Dua, Pulogadung siap untuk merapat ke pak Jokowi.
Apapun sanksi yang akan diberikan kepada kami oleh elit2 DPP, akan kami terima. Kami siap untuk dipecat sekalipun.
Kami memilih jalan ini dengan hati nurani, kejujuran dan keikhlasan.
Wassalam
Kader2 PKS-DPC Pulogadung |
-
Siap merapat ke JOKOWI
09.08.2012, 13:11 WIB Komentator: Kader DPC-Pulogadung |
Assalamualaikum wr.wb.,
Kami, para kader dari DPC-Pegangsaan Dua, Pulogadung siap untuk merapat ke pak Jokowi.
Apapun sanksi yang akan diberikan kepada kami oleh elit2 DPP, akan kami terima. Kami siap untuk dipecat sekalipun.
Kami memilih jalan ini dengan hati nurani, kejujuran dan keikhlasan.
Wassalam
Kader2 PKS-DPC Pulogadung |
-
- dalil qur'an sdh jelas
09.08.2012, 11:10 WIB Komentator: pemudaharappan |
| Dalil qur'an sdh jelas tentang memilih pemimpin. Mk memilih pemimpin harus yg se aqidah (islam), yg asal ngomong doang ngga dipake apa tuh akal untk memahami ayat-ayat Allah. |
-
uang adalah segalanya
09.08.2012, 09:18 WIB Komentator: Hanzz jaya |
| dulu parta* ini terkenal dengan semboyan santun dan bersih, tapi sekarang? Mata duitan.... |
-
- aneh bin ajaib
09.08.2012, 07:17 WIB Komentator: aseng |
| Jd yg selama ini kami pilih yaitu walikota, gubernur, presiden, DRP kebanyakan agamanya apa?......kan muslim.....jd kesimpulan TM2000 .....ayak2 wae.. Bisa anda jamin kalo muslim bebas KORUPSI....kalo bisa itu pasti kami pilih.....jgn bawa2 SARA....... |
-
- Munafik dan Tukang Fitnah
09.08.2012, 01:10 WIB Komentator: tim Mawar |
| Ya begitulah karakter Joko dan timnya. Penuh dgn kemunafikan pencitraan dan kejam menebar fitnah jika mereka tdk didukung. Sosok spt Joko dan pendukungnya inilah yg bakal menjadi tirani baru... Musang berbulu domba. Lawan! |
-
Sepertinya pilkada DKI tidak fair
09.08.2012, 01:05 WIB Komentator: Lebay |
Saya bisa merasakan betapa prihatinnya Jokowi/Basuki beserta tim suksesnya menyaksikan atau membaca berita betapa Foke sebagai gubernur DKI yang juga sekaligus cagub DKI periode mendatang banyak melakukan kegiatan yang sebenarnya bisa dikatakan sebagai kampanye seperti mendatangi gereja, menyediakan makan siang kemudian meminta dukungan atau juga berjamaah di masjid dan ustadz menghimbau jamaahnya untuk memilih foke, kemudian foke pun memberi sumbangan, sumbang sana sini. (Baca di Tempo.co) Sulit dimengerti sebenarnya, benarkah hal itu bukan kampanye, seperti kata foke sendiri. Dari mana uang tersebut, fasilitas apa yang digunakan. Bukankah ini sebenarya pertanda bentuk penyalah-gunaan fasilitas, dana, kearoganan dan lain sebagainya. Betapa sebenarnya segala cara digunakan dan apa sebenarnya motif keinginan jadi penguasa itu. Dan yang lebih parah banyak elit elit negeri ini mendukung yang bersangkutan dan di sisi lain melecehkan pasangan Jokowi/Basuki. Demi Allah saya merasakan sebenarnya pilkada ini tidak fair, Panwaslu tidak berlaku tegas, dan saya haya memghimbau semoga elemen elemen terpelajar lain yang punya urani turut serta mengawasi proses pilkada dengan baik, juga jangan golput, gunakan hak pilih dengan baik menggunakan nurani yang terbaik. Seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikiran.
Cuplika berita
08.08.2012, 19:01 WIB
Komentator: Lebe Dalam Masjid, Ustadz Kampanye Foke
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Jakarta - Panasnya persaingan menuju kursi DKI-1 rupanya merasuk juga ke dalam masjid di bulan Ramadan ini. Rabu 25 Juli 2012, usai ibadah Shalat Ashar, ketika menyampaikan ceramah rutinnya, Ketua Masjid Jami'' Asy–Syukur, Miftah Rauf, secara tak langsung mengimbau warganya agar memilih kembali Fauzi Bowo dalam putaran kedua Pemilihan Gubernur Jakarta, 20 September depan.
“Kita butuh pemimpin yang berkah, kuat imannya, manusiawi dan istiqomah. Kita butuh pemimpin yang berkumis,” kata Miftah merujuk pada Fauzi Bowo yang memang berkumis tebal. Miftah juga menekankan bahwa pemimpin Jakarta sudah seharusnya warga Jakarta. “Orang lain hanya bisa ke sini mengacak ngacak Jakarta,” katanya bersemangat.
Masjid Jami Asy – Syukur terletak di RT 02 RW 06, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Menurut Miftah, semua warga Menteng siap memilih Fauzi menjadi Gubernur Jakarta periode mendatang. “Jangan sampai kita salah, nanti susah mendengar dzikir, jangan sampai kita susah mendengar takbir. Jangan sampai iman dibeli dengan uang,” katanya, tanpa memerinci apa maksud pernyataan itu. Hingga ceramah usai, Miftah tak pernah secara eksplisit menyebut siapa yang dia maksud.
Fauzi Bowo yang hadir dalam kegiatan di masjid itu mengaku kedatangannya adalah bagian dari upaya mendekatkan pemerintah dengan rakyat. “Kehadiran saya bukan untuk kampanye. Karena pemerintahan itu ada untuk rakyat. Jangan sendiri sendiri, camat jangan sendiri, lurah juga jangan sendiri,” katanya.
Fauzi mengatakan kedatangannya di Menteng juga wujud pertanggungjawabannya dalam memegang amanah dari warga. “Saya berterima kasih warga sini masih banyak yang percaya pada Bang Kumis pada putaran pertama lalu. Ya mudah mudahan tetap berjalan lancar pada putaran kedua Jakarta,” katanya. Fauzi berharap warga Jakarta mendapatkan pemimpin yang beriman. “Yang membawa warganya lebih beriman dan berjalan dengan iman,” katanya.
Usai berpidato, Fauzi menyerahkan dana sebesar Rp 28 juta pada Masjid Jami'' Asy–Syukur dengan rincian sebesar Rp18 juta dari dana hibah bantuan masjid dan Rp 10 juta dari Bazis. Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyerahkan bantuan pada 75 anak yatim, lampu hemat energi, meja ping pong, dan penyerahan kartu gakin secara simbolis.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI |
-
kalah set nih
09.08.2012, 00:58 WIB Komentator: andrinof chanchan |
kubu andrinof chaniago yang disewa jokowi dan prabowo harus mengakui kehebatan para pendukung fauzi bowo.
walaupun dibombardir beberapa hjari terakhir dengan komentar2 kelas kampungan, tetapu kubu fauzi bowo dapat bertahan... |
-
PKS DUKUNG FOKE - NARA
08.08.2012, 18:05 WIB Komentator: Joko Susilo |
| ada statement yang bagus...."TIDAK MUNGKIN PKS DUKUNG AHOK, SEBAGAIMANA TIDAK MUNGKIN ETNIS TIONGHOA NONMUSLIM DUKUNG PKS". jadi sangatlah jelas kemana kita para kader/akar rumput/simpatisan/loyalis PKS merapatkan barisan....Ayooooo dukung Foke-Nara!!!!! |
-
PKS DUKUNG FOKE - NARA
08.08.2012, 18:05 WIB Komentator: Joko Susilo |
| ada statement yang bagus...."TIDAK MUNGKIN PKS DUKUNG AHOK, SEBAGAIMANA TIDAK MUNGKIN ETNIS TIONGHOA NONMUSLIM DUKUNG PKS". jadi sangatlah jelas kemana kita para kader/akar rumput/simpatisan/loyalis PKS merapatkan barisan....Ayooooo dukung Foke-Nara!!!!! |
-
Man Jadda Wajada
08.08.2012, 16:56 WIB Komentator: Lebay |
| Saya termasuk menyesalkan pernyataan Denny Iskandar, janganlah mengeluarkan tuduhan berdasarkan informasi kanan kiri yang belum tentu benar. Saya juga tidak yakin pernyataan Denny Iskandar sejalan dengan sikap Jokowi/Basuki yang nota bene merekalah yang menjadi cagub/cawagub, merekalah yang akan menjalankah amanah yang diembannya jika mereka terpilih. Tapi terlepas dari itu parpol yang berkoalisi itu kelak terpaut dalam program yang akan dilaksanakan oleh cagub/cawagub terpilih. Transaksionalnya di situ, bukan transaksional dalam hal uang atau mahar. Jokowi/Basuki jelas tidak mempunyai uang banyak dan juga tidak memerlukan uang sebanyak pihak lain. Jadi perhatian factor yang utama dalam koalisi dukung mendukung adalah dalam hal program yang dirasakan baik untuk semuanya, jadi apapun kesalahan kesalahan pernyataan atau kekeliruan ataupun komentar dari tim sukses atau pendukung tidaklah merupakan hal yang paling penting, seperti juga soal sara, melainkan yang terpenting adalah program, niat baik, kejujuran, track record dari salon yang bersangkutan. Tetapi apapun yang terjadi apakah PKS mau mendukung atau tidak mendukung Jokowi/Basuki, janganlah membuat putus asa Jokowi/Basuki beserta tim suksesnya, jangan iri, jangan dan jangan malah mengeluarkan pernyataan yang “memfitnah’, biarkan mereka menentukan pilihannya sendiri. Kita hanya menyaksikan, kita hanya menilai, kita hanya mencatat untuk evaluasi ke depan. Man Jadda Wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil. Bersungguh sunguhlah Jokowi/Basuki beserta tim suksesnya atau siapa saja yang berkepentingan dengan perubahan menuju Jakarta Baru, berkoalisilah dengan rakyat karena sesunguhnya rakyatlah yang berdaulat, berkoalisilah dengan kebaikan, tetap simpatik, terbiasa transparan, berpikir cerdas, jangan terprovokasi dengan pernyataan pernyataan yang terselubung untuk menjatuhkan. Kalah atau menang adalah biasa, jika menang, Alhamdulillah, subhanallah, masyaallah berarti tanggung jawab dan melaksanakan amanah bagi Jokowi/Basuki untuk menata DKI, dan jika kalah, alhamdulillah, subhanallah, masyaallah berarti tidak ada tanggung jawab menata DKI, walau tugas di tempat lain ada, walau tugas lain ada. Jangan pernah merasa rugi selama niat itu baik, kita hanya menjual dan mereka yang membeli, puas atau tidak puas, mereka yang akan merasakan. Saya bukan warga DKI, tetapi saya termasuk ingin melihat perubahan Jakarta Baru yang lebih baik, baik bagi warganya, baik bagi lingkungannya, sejahtera bagi masyarakatnya, manusiawi bagi semua manusia, terpelihara kesehatan warganya, baik pendidikan warganya sehingga kejahatan berkurang, karena warga Jakarta baik buruh, karyawan, pedagang atau pengusaha adalah saudara kita juga. Baiknya Jakarta Baru akan berpengaruh bagi kota kota lain di sekitarnya. Kita hanya berdoa semoga kita semua termasuk Jokowi/Basuki selamat dalam lindungan Allah SWT. |
-
PKS gila jabatan
08.08.2012, 16:53 WIB Komentator: Juno |
| PKS mah asal diakomodir dan dikasih tempat/jabatan nurut-nurut aja! |
-
RAKYAT MERDEKA GAK PROFESIONAL
08.08.2012, 16:32 WIB Komentator: Pembaca Profesional :) |
| Duh Rakyat Merdeka ini dulunya media yg disegani, parah banget sekarang cuman jadi media partisan, ini jelas2 pesanan timses Foke (Muchlis Hasyim cs). Lihat aja yg ditulis versi Foke semua (dari Bachtiar Efendi sampe @triomacan, siapa sih @triomacan? itu akun anonim, kok jd berita???) |
-
Yang penting JAWA
08.08.2012, 16:26 WIB Komentator: Akong |
Yang penting pilih JAWA.
Gak peduli apakah dia berprestasi, se iman, koruptor, bandit, atau penjahat. YANG PENTING JAWA |
-
- korupsi ga apa, yg penting Amanah
08.08.2012, 16:16 WIB Komentator: amin |
| Saya yaki jkt akan smakin jaya asal dipimpin yg seiman dg mayoritas. Walo para pemimpin ini terduga dan terbukti korup, misalnya, akan lbh baik dipimpin yg seiman. Krn kalopun korup, uangnya ga dimakan sendiri, pasti smua dpt bagiannya, mulai pondok2 santri, yatim piatu, pejabat2 terkait, ustad2 terkait. Krn keBaikannya ini, tuhan pasti sdh mengampuni mrk dan memberkati mrk utk jadi pemimpin yg amanah. Amin hidup foke |
-
PDIP ini rampok ngaku pendeta.
08.08.2012, 15:28 WIB Komentator: Markuwat |
Emir Moeis, Sumarmo, Murdoko, Muchtar Muchammad, Eep dll emangnya mereka itu bukan rampok ?
Masih mending Hartati Murdaya, sebutannya aja tersangka Koruptor, tapi kan ga ada uang negara yg diembat.
Dia sebagai pengusaha yg diperas pejabat daerah ! |
-
- yang penting Se Iman
08.08.2012, 15:28 WIB Komentator: rojali |
| Dukung seiman agar menjadi kota yang berkah |
-
Musnahkan PKS
08.08.2012, 15:26 WIB Komentator: Dion |
| yg benar adalah ideologi islam di PKS sudah punah...PKS terlalu gampang "dibeli" sebagai parta* islam.. |
-
Korup tp seiman
08.08.2012, 15:11 WIB Komentator: Mahfud |
| Pilih yang Korup asal seiman gituh?? Ini pikiran bodoh sekali. Kopupsi itu akan membawa sengsara |
-
tobat
08.08.2012, 15:07 WIB Komentator: wale |
| masa allah, jadi pendukung parta* hartati murdaya...waduh.......kiamat |
-
IDIOLOGI PKS MIRIP HAMAS JIKA PELU PANCASILA DIGANTI
08.08.2012, 14:50 WIB Komentator: RAKYAT INDONESIA |
IDIOLOGI PKS MIRIP HAMAS, TARGETNYA JIKA INDONESIA DIKUASAI MAKA PANCASILA DIGANTI SYARIAT ISLAM.
JIKA PKS BERKUASA AKAN DIJADIKAN NEGARA ISLAM,
MIRIP WILAYAH DEPOK DAN BOGOR YANG TELAH DIRUSAK OLEH WALIKOTA KADER PKS UNTUK MERONGRONG BHINEKA TUNGGAL IKA DAN PANCASILA. |