Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
KORUPSI SIMULATOR SIM
KPK Tak Perlu Berunding dengan Mabes Polri!
Sabtu, 11 Agustus 2012 , 19:36:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

  

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak perlu bernegosiasi dengan Mabes Polri dalam menangani kasus korupsi proyek simulator SIM di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri.

Begitu dikatakan pakar hukum tata negara dari Universitas Andalas, Saldi Isra di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat (Sabtu, 11/8).

"Berunding dengan polisi tidak ada gunanya," tegas dia.

Ketua KPK Abraham Samad, katanya, lebih baik fokus menyidik kasus tersebut tanpa harus melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian. Toh, secara hukum apa yang dilakukan KPK sudah sesuai dengan otoritas yang diberikan Undang-undang.

"Jadi segera saja bekerja. Alat bukti yang ada dimanfaatkan untuk bongkar kasus ini," saran dia.[dem]


Baca juga:
Abraham Samad Harus Buktikan Tak Goyah dengan Tekanan
Mengapa Bincang-bincang Presiden, Ketua KPK dan Kapolri Tidak Efektif?
PPATK Sarankan KPK Gunakan UU TPPU
Korupsi Korlantas Polri Berkaitan dengan Suksesi Kepemimpinan Polri?
Ditemukan, Transaksi Haram Rp 10 Miliar Terkait Simulator SIM

Komentar (10)

Nama
Judul
Komentar
  1. - PERCUMA BERUNDING DENGAN POLRI, PASTI AKAN DILINDUNGI
    13.08.2012, 18:33 WIB
    Komentator: MAT BENDOT
    KPK maju terus, seluruh rakyat mendukung. Tidak perlu ragu. Polri itu jumawa dan merasa diatas hukum. Coba, ada putusan Pengadilan TUN yang memerintahkan Mabes Polri mempublikasikan nama2 pemilik rekening gendut dan jumlahnya, tapi Mabes cuek saj, seolah2 merasa diatas hukum. Bongkar terus jangan ragu, bila kasus itu terungkap akan membongkar sudut2 kelam bisnis polri. Di Korlantas itu ada data2 laporan keuangan setoran dari SIM/ StNK seluruh Indonesia. Bongkar Bung Samad.
  2. - SETUJU TIDAK PERLU SUNGKAN, KARENA BILA MENYANGKUT INSTITUSINYA SELALU DITUTUP2I
    13.08.2012, 17:49 WIB
    Komentator: SI ABAL ABAL
    Undang2 KPK sudah jelas, jadi tidak perlu ragu. Kasus rekening gendut ditutup2i, kasus jenderal2 mafia hukum dilindungi, kasus Susno Duadji diberangus. Mana ada kasus yang transparan bila menyangkut jenderal2 di institusinya sendiri. Banyak kasus korupsi di Polri yasng tidak tersentuh hukum. Kasus Alat2 Komunikasi itupun menguap. Kini, reaksi Mabes begitu keras atas kasus pengadaan simulator di Korlantas karena kasus itu akan menguak semua kasus2 di tubuh Polri. Korlantas itu ATM-nya Polri, sedang Koperasi Lantas adalah kasirnya jenderal2. Laporan PPATK kepada Mabes Polri telah lebih dari satu tahun, tapi tidak pernah disentuh. Maka ketika laporan itu sampai ke KPK telah mengungkap aliran dana kepada nama yang selama ini disebut2 media. Mabes masih saja mengatakan aliran dana itu tidak menyebut2 Korlantas. Lha Pak Polisi, logikanya aliran dana itu untuk apa dan darimana itu yang harus ditelusuri. Kok jenderal menerima duit milyaran tidak aneh seperti hal yang lumrah jenderal polisi terima duit milyaran. Pantesaja rekening gendut dianggap hal yang wajar
  3. MAHAR
    11.08.2012, 23:47 WIB
    Komentator: Cogito
    Mahar 3.5 milyar, siapa yang enggak ngiler ??
    Iblis2 juga doyan
  4. MAHAR
    11.08.2012, 23:47 WIB
    Komentator: Cogito
    Mahar 3.5 milyar, siapa yang enggak ngiler ??
    Iblis2 juga doyan
  5. MAHAR
    11.08.2012, 23:47 WIB
    Komentator: Cogito
    Mahar 3.5 milyar, siapa yang enggak ngiler ??
    Iblis2 juga doyan
  6. - PAKAR HUKUM DAN TATA NEGARA KOK SEGITU AMAT YA... TIDAK BERMUTU, SESAT DAN MEMPROVOKASI
    11.08.2012, 23:42 WIB
    Komentator: MARI KITA CIPTAKAN BERSAMA2 AGAR NKRI BISA LEBIH KONDUSIF APAPUN MASALAHNYA
    WADUH APA PULA INI.. pernyataan pakar hukum dan tata negara yg jadi2an ini provokati dan sesat. KOORDINASI suatu alat management yg fital dan tdk bisa tdk harus dilakukan demi efektifitas tujuan yg akan dicapai. Karena ada perseteruanlah maka baik KPK maupun POLRI hrs meningkatkan koordinasi spy tdk ditunggangi oleh pihak2 ttt yg menyesatkan negara. WALAU DEMIKIAN BISA PULA DIYAKINKAN BHW KPK TDK DPT MENYIDK DS krn ybs benar2 bersih adanya.
  7. Ganti Saja Lambang Polri Dengan Gambar Tengkorak
    11.08.2012, 22:49 WIB
    Komentator: Sumanto
    Saya ini orang jahat, suka menyantap jenasah ,pernah masuk penjara ,tapi tidak munafik,saya tetap mengaku sebagai orang jahat.

    Lain halnya dengan Polri yang sarang penjahat berseragam ,tapi mengaku sebagai orang baik, penegak hukum dsb. Itu namanya munafik ! Lebih baik GANTI SAJA LAMBANG POLRI DENGAN GAMBAR TENGKORAK...!
  8. - potong leher saya kalo kpk sampe berhasil ungkap tuntas kausus ini
    11.08.2012, 20:58 WIB
    Komentator: mbah lim
    Andai kpk pun beriburibu rius, dan gagah berani pun, bahkan pintar2pun kasus ini ga bakalan terungkap 100persen, paling banter yg mampu diungkap hanya bagian dengkul ke bawah. Padahal, tak usah dengkul ke bawah diungkap saja, bagian dengkul ke bawah ini sdh terbuka luas.
  9. Ada apa dan siapa dibelakang masalah Korlantas???????
    11.08.2012, 20:21 WIB
    Komentator: Djoko Sutopo
    Mari dukung KPK!!! KPK dibentuk setelah reformasi karena institusi Polisi dan Kejaksaan tidak effektif dalam memberantas korupsi. Mestinya sebelum UU KPK lahir "ORANG2 PINTAR DI NEGER INI KAN SUDAH MEMPERHITUNGKAN KALAU TERJADI MASALAH YANG BERKAITAN DENGAN UNDANG-UNDANG". Klu kita nonton di TV tentang ngototnya Polri mau menyelesaikan perkara di Korlantas sudah gamblang permasalahanya. Jendral DS kan punya atasan dan dikalangan birokrasi nggak ada korupsi sendirian pasti berjamaah. Jadi ada apa dengan korlantas dan siapa dibelakangnya. Ach itu bukan susah untuk mengungkapnya.Hanya KPK ada keberanian nggak, apalagi nanti kalau sudah menginjak wilayah TNI yang kalau diungkap akan lebih besar nggak menyangkut uang ratusan milyar, tapi sudah uang trilyunan dalam pengadaan alutsitanya. Mari ditunggu.
  10. - tumpas
    11.08.2012, 20:13 WIB
    Komentator: si Black
    kalo berunding dg polisi,itu hanya akal2an polisi agar DS aman,termasuk yg lainnya (mungkin).
    sudahlah,buat kpk tumpas saja koruptor simulator Sim,meski itu bintang dua bahkan bintang empat sekalipun.rakyat sudah cerdas,mana pejuang antikorupsi,dan mana yg tukang melindungi koruptor.

Githok

blitz.rmol.co
 

Marissa Nasution, Nggak Suka Keringetan

Bintang film Namaku Dick, Cowok Bikin Pusing dan Kejar Cinta Javanua ini s ...

 

Sophia Mueller, Bikin Film Gandeng Mantan Suami

Debut Sophia Mueller (dulu Latjuba) menjadi seorang produser dan sutradara ...

 

Cara Delevingne, Tolak Leonardo DiCaprio

Rising star di dunia modeling ini rupanya tak muda dirayu lelaki. Buktinya ...

 

Prisia Nasution, Susah Jadi Istri Jokowi

Setelah bermain cemerlang dalam film Sang Penari serta Laura & Marsha, ...

 

Ibunya Rasti Kecewa Eza Dituntut 5 Bulan Bui

Eza merasa diperlakukan tidak adil. Ia memelas, sebagai orang susah harusn ...

 

Iba, Payudara Jolie Diangkat

Bukan rahasia lagi, kalau Jennifer Aniston sakit hati saat tahu Brad Pitt, ...

 

Mila Kunis, Diinginkan Bikin Video Porno

Mila Kunis menempati posisi pertama sebagai selebriti yang video pornonya ...

 

Raffi & Luna Pedekate?

Restu didapat asal Luna sayang sama ibu dan keluarga Raffi. Namun umur jad ...

 

Beredar, Foto Bugil Mirip Sefty Sanustika

Sefty Sanustika bikin heboh. Pasalnya, telah beredar di internet, beberapa ...

www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Bantal Emas Masal dari Negara Tropik


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II