Senin, 20 Agustus 2012 , 15:43:00 WIB
![]() SYAMSUL MAARIF/IST | |
RMOL. Kepala BNPB, Dr. Syamsul Maarif, beserta Gubernur Sulawesi Tengah dan rombongan BNPB mengunjungi lokasi gempabumi 6,2 SR di Desa Tuwa, Kecamatan Gumbasa Kabupaten Sigie, Sulawesi Tengah, Senin (20/8).
Dalam kesempatan ini, Syamsul Maarif menyerahkan bantuan dana siap pakai Rp 200 juta kepada Bupati Sigie untuk operasional penanganan darurat bencana. Selain itu juga memberikan arahan dan solusi dalam penanganan bencana di lapangan.
Dampak gempabumi tercatat enam orang, meninggal, delapan orang luka berat, 35 orang luka ringan. Sementara sebanyak 471 rumah rusak terdiri dari 165 rumah rusak total, 120 rusak sedang, 186 rusak ringan, tiga mesjid rusak ringan, dua gereja rusak ringan, satu gereja rusak berat, dua sekolah rusak ringan.
"Masyarakat masih belum berani kembali ke rumah karena trauma dan kondisi rumah rusak sehingga tinggal di rumah kerabat, di halaman dan ditempatkan di kantor pemerintah yang tidak rusak," Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, DR. Sutopo Purwo Nugroho, sesaat lalu (Senin, 20/8).
Sementara akses jalan menuju Kecamata Kulawi terputus karena tertimbun runtuhan longsor bukit sehingga tiga kecamatan (Kulawi, Gumbasa, Lindu) dan 14 desa terisolir. Dua kecamatan yaitu Kec Lindu dan Kecamatan Kulawi belum sepenuhnya dapat diakses dan masih terisolir karena akses jalan menuju lokasi belum dapat dilalui kendaraan. Hanya dapat dilalui jalan setapak.
"Alat-alat berat sudah berada di lokasi longsor untuk perbaikan jalan. Diharapkan hari ini jalan dapat dibuka kembali," jelas Sutopo.
Saat ini, kebutuhan mendesak para korban adalah bahan makanan, makanan siap saji, selimut dan tenda gulung. Bantuan akan didrop melalui helicopter dan jalur darat ketika akses bisa dibuka. Potensi daerah yang ada di Kabupaten Sigie masih mencukupi. Kabupaten sekitar juga memberikan bantuan seperti dari Poso, Parigi Mountong, dan Palu.
"Kepala BNPB telah memerintahkan BPBD untuk melakukan inventarisasi kerusakan bangunan untuk keperluan early recovery nantinya apakah melalui pembangunan hunian sementara atau langsung hunian tetap," tandasnya.[dem]
















