Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |
Memimpin Jakarta Lebih Sulit Ketimbang Memimpin Solo
Rabu, 29 Agustus 2012 , 08:28:00 WIB
Laporan: Samrut Lellolsima

JOKOWI
  

RMOL. Karakter budaya Kota Jakarta dan Kota Solo adalah dua hal yang berbeda. Sehingga mempengaruhi sistem pemerintahan di masing-masing kota. Sebagai pusat pemerintahan sebuah negara, Jakarta dihuni oleh berbagai etnis kebudayaan yang berbeda. Sementara Solo merupakan kota yang didominasi oleh satu etnis tertentu.

Begitu disampaikan dosen Antropologi Universitas Indonesia, Iwan Meulia Pirous saat diskusi bertema "Budaya Kota DKI Jakarta dan Solo" di Gedung Rektorat Kampus Jaya Baya, Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (28/8).

Dikatakan dia, warga Jakarta dihuni oleh etnis yang sangat beragam. Hal ini menjadikan kota ini diisi oleh orang-orang yang lebih cuek terhadap jalannya sebuah sistem pemerintahan.

"Mereka kurang merasa memiliki. Hal ini tentunya menjadi kesulitan tersendiri bagi pemimpin kota Jakarta untuk menjalankan program-programnya," tuturnya.

Ia menambahkan, kondisi ini berbeda kontras dengan kondisi budaya masyarakat di kota Solo yang didominasi oleh etnis budaya tertentu. Karena itu menjalankan pemerintahan di kota Solo lebih mudah ketimbang menjalankan pemerintahan di Jakarta.

"Dengan begitu program-program yang dicanangkan oleh pemerintahnya lebih mudah berjalan karena ada dukungan dari warganya," ucap Iwan.

Dirinya berharap, siapapun terpilih menjadi gubernur DKI mendatang, lebih sering melihat langsung warga untuk mengetahui keinginan warga sehingga pembangunan berjalan selaras.

Menyinggung mengenai kerumitan Jakarta karena kerap bersinggungan dengan pemerintah pusat karena sebagai ibukota, menurut Iwan harus ada pergantian paradigma.

"Visi seorang gubernur itu Jakarta sebagai ibukota negara, atau Jakarta sebagai kota untuk warganya. Mau pilih yang mana dulu sampai tahun 2017. Mana yang dulu dibela, kepentingan sebagai ibukota negara, artinya banyak yang harus dibela, atau warga dulu yang diurusi," imbuh Iwan.

Mengenai persoalan-persoalan yang dialami warga Jakarta selama ini, Iwan mengakui bahwa sampah, kemacetan dan banjir adalah beberapa dari persoalan utama yang ada di Jakarta. Terkait berbagai persoalan tersebut, ia mengaku tidak begitu yakin siapapun yang akan memimpin Jakarta kelak dapat menyelesaikan beberapa hal pokok yang menjadi persoalan utama Jakarta.

Menurutnya, kemungkinan terbesar yang dapat diselesaikan dalam lima tahun ke depan hanya persoalan sampah. Sedangkan persoalan banjir dan macet belum tentu dapat diselesaikan. Terkait macet ia mengaku keberadaan kendaraan pribadi sudah terlalu banyak. Terlebih sampai saat ini tidak pernah ada ketetapan dari pemerintah untuk melarang impor motor-motor Cina.

"Kan tidak ada yang mengatur itu, ini kan semestinya dari pusat. Seharusnya difasilitasi bagaimana caranya membuat sarana pengangkut yang lebih besar, bukan ruas jalannya.  Nah itu membuat saya tidak yakin masalah ini dapat selesai setahun," paparnya.

Sedangkan mengenai permasalahan banjir, ia mengatakan bahwa banjir bukan hanya masalah kota Jakarta saja, melainkan juga beberapa wilayah yang ada di luar Jakarta. Pasalnya air yang datang ke Jakarta boleh dikatakan berasal dari kota-kota di sekitarnya seperti Bogor, Depok dan Bekasi. Karena itu, lanjut Iwan, perlu dibuat kesepakatan dengan pemimpin di wilayah lain bagaimana menangani banjir di Jakarta.

"Karena itu sampai saat ini saya masih merasa bahwa siapapun pemimpinnya belum tentu bisa mengatasi banjir di Jakarta," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BEM 2012 Universitas Jayabaya, Akbar Mulyo berharap Jakarta memiliki grand design pembangunan yang pasti untuk tata ruang Jakarta. Diakuinya, grand design strategi tak bisa diselesaikan secara satu periode. Demikian pula untuk permasalahan Jakarta, dirinya pesimis dapat diselesaikan dalam satu periode jabatan, siapapun gubernurnya.[dem]


Baca juga:
Untuk Sementara, Selebaran Gelap Prabowo-Ahok Menguntungkan Kubu Jokowi
Ini Isi Selabaran Gelap yang Beredar soal Prabowo dan Ahok
SELEBARAN PRABOWO-AHOK
Setelah Ditelusuri, KPK Tak Menemukan Laporan Dugaan Korupsi Pemkot Solo yang Dipimpin Jokowi
SARA Diekploitasi, Warga Jakarta Makin Apatis


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Dewi Gita & Armand Maulana, Duet Perdana Di Ultah Nikah Ke-20 Tahun

Rumahtangga Dewi Gita dan Armand Maulana sudah berjalan 20 tahun. Sebuah ? ...

 

Olla Ogah Kecipratan Duit Batubara Rp 6 M

Pihak keluarga menepis Olla terlibat pencucian uang. Diklaim bisnis batu b ...

 

Marah Pacar Ditaksir Anak

Setelah kisah cintanya dengan Brahim Zaibat berakhir tahun lalu, Madonna l ...

 

Luna Maya, Enak Dipacarin Reino Barack Ketimbang Ariel

Waktu sama Ariel, pacaran emosional, dibawa ke hati. Sama Reino lebih sant ...

 

Risty Tagor, Masih Bisa Kok Rujuk Bareng Rifky Balweel

Suara sumbang perihal alasan Risty Tagor menggugat cerai Rifky Balweel mul ...


Berita Populer

Bisa Saja Rakyat Malah Tepuk Tangan Setelah Jokowi-JK Naikkan Harga BBM
Muhaimin Iskandar: Harga BBM harus Dinaikkan karena Anggaran Kita Bocor
Demokrat Heran Melihat PDIP, Dulu Cuap-cuap Tolak Kenaikan BBM