Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Penembakan Ketiga di Solo di Bulan Agustus Ini Memakan Korban
Jum'at, 31 Agustus 2012 , 07:25:00 WIB
Laporan: Yayan Sopyani Al Hadi

ILUSTRASI/IST
  

RMOL. Penembakan terhadap aparat polisi kembali terjadi di Solo, Jawa Tengah.

Setelah sebelumnya ada kasus penembakan dan pelemparan granat di Solo saat menjelang Lebaran kemarin, Kamis malam tadi (30/8), sekitar pukul 21.00 WIB, penembakan kembali terjadi, tepatnya di pos polisi dekat swalayan Matahari Singosaren.

Dalam kejadian ini, Ajun Inspektur Dua Polisi Widata menjadi korban, dan langsung dilarikan ke RS PKU Muhamddiyah Solo. Sementara korban lainnya, Bripka Dwi Data, meninggal dunia saat dibawa dari RS Muhammadiyah menuju ke RS Moewardi Solo.

Berdasarkan informasi yang beredar dari sejumlah saksi,  pelaku penembakan  menggunakan sepeda motor. Salah seorang pelaku disebutkan melakukan sekitar empat hingga enam tembakan. Setelah menembak, pelaku kemudian membonceng rekannya dan kabur ke arah barat.

Kini, untuk kepentingan oleh tempat kejadian perkara, polisi menutup perempatan Singosaren, yaitu Jalan Rajiman dan Jalan Gatot Subroto. Polisi juga terus mengumpulkan sejumlah saksi mata untuk dimintai keterangan.

Sebelumnya, pada Sabtu malam dua minggu lalu (18/8), teror pelemparan granat terjadi di pos pengamanan Lebaran 06 Gladag Surakarta sekitar pukul 23.32 WIB. Sedangkan sehari sebelumnya, atau pada Jum'at dini hari (17/8), sekitar pukul 01.10 WIB, terjadi juga penembakan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas di Pospam Gemblegan, Serengan, Solo. [ysa]


Baca juga:
Mabes Polri Tegaskan Belum Ada Tersangka Ditangkap
Tak Pernah Turun ke Lapangan, Kapolresta Solo Harus Digusur
Penembakan pada Polisi di Solo Libatkan Kelompok Profesional?
Jenderal Timur Pradopo Didesak Copot Kapolres Solo
Jenderal Timur Pradopo Diminta Segera Bertindak

Komentar (9)

Nama
Judul
Komentar
  1. usut tuntas
    31.08.2012, 10:38 WIB
    Komentator: Sumino
    usut tuntas pelaku - pelaku teror sampai ke akar- akarnya sehingga dapat diketahu dalang dibelakangnya. Dan hukum berat atas tindakan tersebut
  2. usut tuntas
    31.08.2012, 10:38 WIB
    Komentator: Sumino
    usut tuntas pelaku - pelaku teror sampai ke akar- akarnya sehingga dapat diketahu dalang dibelakangnya. Dan hukum berat atas tindakan tersebut
  3. cugito
    31.08.2012, 10:05 WIB
    Komentator: Markuwat
    ngeri ya.... saking takutnya kalah sama jokowi sampe segitunya....

    ini operasi intelejen utk menohok jokowi sekaligus menyudutkan umat islam... khususnya jamaaahnya ustad abu bakar baasyir....

    teganya teganya teganya......
  4. ayo warga solo rame2 datang ke jakarta, sembelih fauzi bowo sebab pasti dia otak pelakunya
    31.08.2012, 09:31 WIB
    Komentator: jokowi (asli, lagi sikat gigi)
    ayo warga solo rame2 datang ke jakarta, sembelih fauzi bowo sebab pasti dia otak pelakunya
  5. Doa Rakyat Kecil utntuk Bhaktimu para Bintara bawahan
    31.08.2012, 09:16 WIB
    Komentator: Markuwat
    anak buah dilapangan yg menjadi sasaran tembak penjahat, eeeeehh....Jendral2nya di atas pada KORUPSI...! wedan tenaaaaaaaan...
  6. Indikasi Terorisme.
    31.08.2012, 08:46 WIB
    Komentator: Sudirlan Atmaja
    Penembakan dan kebakaran2 yang terjadi di Solo dan Jakarta nampaknya ada indikasi TERORISME. Jika benar, DENSUS 88 harus bergerak. SIKAT HABIS TERORIS.
  7. - Polri harus Introspeksi.
    31.08.2012, 08:37 WIB
    Komentator: Polri harus Introspeksi.
    Suara2 dibawah banyak yg nyukur2in polisi ditembakin. Mabes Polri harus segera introspeksi. Gawat kalau Polri kehilangan kepercayaan dari rakyat. Ntar kasih penjelasan tentang teroris, malah dianggap nge rekayasa.
  8. Nopol motornya sudah diberitakan di sindo
    31.08.2012, 08:37 WIB
    Komentator: togog
    Menurut SindoNews penembak Bripka Data naik motor Suzuki Smash yang nomor polisinya sudah ditengarai. Kenapa gerangan sampai sekarang belum ada tertuduhnya?
  9. POLISI dan TENTARA pangkat bawahan KELINCI PERCOBAAN
    31.08.2012, 08:10 WIB
    Komentator: RAKYAT
    SIAPA LAGI yang menyusul anggota POLISI dan TENTARA pangkat BAWAHAN jadi KORBAN PEMBANTAIAN elit KOTOR di NEGERI ini.

    POLISI dan TENTARA bawahan sering jadi KELINCI PERCOBAAN permainan PARA PEJABAT yang KOTOR.

    Lihat di PAPUA, puluhan anngota POLISI dan TENTARA BAWAHAN korban PEMBUNUHAN, hingga DETIK ini PELAKUNNYA tidak KETAHUAN dan ada cara PEMBIARAN secara SYSTEMIK.

    POLISI korban pembunuhan di SOLO sudah ada kesepakatan bahwa PELAKU tidak akan di temukan dan akan BERLALU sendirinya.

    siapa yang BERMAIN, RING-1 atau RING-2 yang PASTI bukan PERMAINAN teroris.

Githok

blitz.rmol.co
www.medanbagus.com
www.jakartabagus.com
www.rakyatmerdeka.tv

Gotong Royong Ala Jepang


Menghidupkan Kembali Ekonomi Pantai Barat


Kesetiaan Ksatria Yudhoyono Diuji Kanjeng Ratu Elizabeth II