Rakyat Merdeka Online

Home


RESMI, INDONESIA LAWYER CLUB (ILC) YANG DITAYANGKAN TVONE DIJATUHI SANKSI ADMINISTRATIF
SELASA, 04 SEPTEMBER 2012 , 20:15:00 WIB

LAPORAN: TEGUH SANTOSA


ILUSTRASI
  

RMOL. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat secara resmi menegur TVOne milik keluarga Bakrie yang menayangkan talkshow Indonesia Lawyer Club (ILC).

ILC episode 28 Agustus dinilai telah melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) yang tercantum dalam UU 32/2002 tentang Penyiaran.

Pelanggaran yang dimaksud adalah penayangan adegan narasumber Indra Sahnun Lubis yang mengatakan, "Kalau seperti yang dikatakan Denny ini, pantasnya Denny itu sebagai penjaga masjid aja lah….. Kalau lihat dari mukanya dan matanya berbicara.. saya lihat seperti ada gangguan jiwa pada dirinya.

Pada adegan lain, Indra Sahnun Lubis juga mengatakan, “Jadi nggak pantaslah dia jadi Wamen…. dari orangnya…. bentuk tubuhnya… nggak pantas…”.

Pernyataan Indra Sahnun Lubis itu untuk menanggapi pernyataan Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana yang mengatakan bahwa pembela koruptor sama dengan koruptor.

Pada episode yang sama, narasumber lain, Hotman Paris Hutapea mengatakan, “Ini sudah bukti nyata, pada saat dia masih miskin, pada saat dia belum dapat jabatan, dia begitu gencar menyerang istana…”.

Hotman Paris juga mengomentari kepribadian Denny sewaktu dia memukul petugas LP dan kemudian meminta maaf, “Dia itu ngomong nggak pakai otak.”

"KPI Pusat menilai bahwa pembawa acara telah melakukan pembiaran terhadap pernyataan narasumber yang mengandung penghinaan terhadap orang dan/atau kelompok masyarakat tertentu. Pernyataan tersebut baru dihentikan oleh pembawa acara setelah salah satu peserta talk show, yaitu Sujiwo Tejo, melakukan protes terhadap komentar Indra Sahnun Lubis," tulis KPI dalam surat teguran tertulis benomor 525 /K/KPI/09/12 yang diterbitkan hari ini (Selasa, 4/9).

Surat yang ditandatangani Ketua KPI Mochamad Riyanto itu ditujukan kepada Direktur Utama TVOne Ardiansyah Bakrie.

Dalam surat itu juga disebutkan bahwa sebelumnya ILC telah mendapatkan dua kali surat peringatan tertulis. Yang pertama diberikan pada 9 Maret 2012 dan surat kedua tanggal 26 Maret 2012.

"Kami meminta Saudara untuk segera melakukan perbaikan internal pada program untuk memastikan agar penayangan adegan yang melanggar P3 dan SPS tidak terulang kembali," demikian KPI. [guh]


Baca juga:
RACHMAWATI SETUJU GURUH LAMAR DEPE
BAWA KORAN
KETUA AJI PALU PERKUAT DUGAAN MENTERI DJOKO SUYANTO
PROYEKTIL PELURU YANG DIANGKAT DARI TUBUH WARTAWAN PALU ITU SUDAH RUSAK
MENTERI DJOKO SUYANTO PREDIKSI TEMBAKAN KEPADA WARTAWAN PALU BERASAL DARI SENJATA RAKITAN


Komentar Pembaca
Jokowi Dinilai Hendak Menyuburkan Korupsi di Indonesia

Presiden Jokowi: Koperasi Harus Mereformasi Diri Dan Berbenah Untuk Persaingan Global

blitz.rmol.co
 

Ovi Duo Serigala, Gagal Tutupi Kehamilan

Salah satu personel Duo Seri­gala, Ovi Sovianti, telah resmi bercerai dar ...

 

Kate Hudson, Pacari Mantan Katy Perry

Nampaknya Kate Hudson belum mantap berkumpul lagi teman spesialnya, Matt B ...

 

Miranda Kerr, Dilamar Bos Snapchat

Miranda Kerr rupanya su­dah siap untuk kembali berke­luarga. Rabu malam ...

 

Lulu Tobing, Batal Ceraikan Anak Mbak Tutut

Sebagai penggugat, Lulu belum sekalipun hadir di persidangan. Lulu seperti ...

 

Pre-Wedding, Agnez Pamer Belahan Dada

Melakoni sesi photo shoot, Agnez dan Wijin tampak kebelet menikah. Netizen ...

Cetak SDM Berdaya Saing Tinggi, Kementerian PUPR Tingkatkan Komposisi Karyawan Teknis
 

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dipercaya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk mengge ...

Berita Populer

#AhokKhianatiJkw Bukti Kemarahan Relawan Jokowi Sudah Klimaks
Pembersihan Ala Erdogan Dianggap Sudah Berlebihan
Bisa Jadi Jokowi Yang Dipidanakan Setelah Lengser