Rakyat Merdeka Online

Home

Share |
Pedagang Tolak Cara Revitalisasi Pasar Ala Jokowi
Jum'at, 07 September 2012 , 16:27:00 WIB
Laporan: Ade Mulyana

PASAR KLEWER/IST
  

RMOL. Revitalisasi Pasar Klewer yang dilakukan Walikota Solo Joko Widodo menyisakan masalah. Sejumlah pedagang pasar menolak cara-cara dilakukannya revitalisasi. Muklis, pedagang sepatu, mengaku tak mengerti dengan rencana penarikan iuran sebesar Rp 6.000 per hari selama 20 tahun untuk menopang proses revitalisasi tersebut.

"Saya menolak tarikan uang itu. Belum apa-apa sudah ditarik," Muklis seperti dikutip dari Solopos.com, Jumat (7/9).

Di satu sisi, Muklis belum mengetahui secara rinci penggunaan uang tersebut. Alasan lain, dia meminta keadilan kepada Pemkot Solo soal besaran biaya tarikan. Semestinya, tuntut dia, iuran yang ditarik tidak disamaratakan.

"Kan enggak adil. Permasalahannya bukan besar dan kecil dana iuran, tapi keterbukaan dan sosialisasi dari Pemkot kepada seluruh pedagang sangat penting," jelasnya.

Sementara itu, Himpunan Pedagang Pasar Klewer (HPPK) menilai Pemkot Solo gegabah mewacanakan uang iuran yang ditimpakan kepada pedagang Pasar Klewer sekalipun hal itu memang kewenangan Pemkot Solo. HPPK menyesalkan mengapa wacana tersebut mencuat saat persoalan studi kelayakan atau feasibility study (FS) belum selesai.

Humas HPPK, Kusbani, mengatakan rencana penarikan uang itu justru menimbulkan kekhawatiran bagi para pedagang. Selain itu, konsep awal dalam rapat untuk menyelesaikan pembahasan studi kelayakan hingga detail engineering design (DED) akan berubah di tengah jalan.

"Wacana ini akan merubah rekomendasi yang telah disepakati bersama. Munculnya anggaran itu bukan dipaparkan sekarang. Masih butuh tinjauan dari beberapa pakar yang mumpuni dibidangnya," jelas Kusbani.

Kusbani meminta Pemkot Solo bersikap arif dalam menyikapi revitalisasi Pasar Klewer. Sebab, persoalan revitalisasi pasar bakal menyangkut hajat hidup orang banyak. Jumlah keseluruhan pedagang yang menempati kios dan toko di Pasar Klewer sebanyak 2.276 buah. Sedangkan pedagang pelataran mencapai 764 buah.

Disayangkan dia, Pemkot Solo sebelumnya telah menyediakan tiga tempat selama revitalisai yakni Beteng Vasterburg, Alun-alun Utara dan Alun-alun Selatan. Namun selama proses itu pedagang butuh penyesuaian. "Apakah pelanggan tahu tentang keberadaan pedagang yang menjadi langganannya," keluh dia.[dem]


Baca juga:
Kampanye Jokowi Terlalu Menyederhanakan Masalah
Pemilih Cerdas Tidak Sekadar Coba-coba, Apalagi Memilih Kutu Loncat
Terlalu Berambisi Jokowi Abaikan Dilema Konstitusi
Gara-gara Jokowi, Dosa HAM Prabowo Hilang dan Tenggelam
Pengamat LIPI Bongkar Kartu As yang akan Menyebabkan Joko Widodo Kalah

blitz.rmol.co
 

Maria Eva, Sudah Dihamili Eks Pejabat Pare-Pare

Maria kaget umur 35 tahun masih bisa hamil. Tidak tahu apakah istri pertam ...

 

Dul Cemas Menanti Vonis

Terdakwa AQJ alias Dul telah menjalani enam kali persidangan dalam kasus k ...

 

Luna Maya, Rajin Rawat Organ Intim

Wanita itu idealnya cantik luar-dalam. Merawat paras yang terlihat sama pe ...

 

Lindsay Lohan, Bikin Berang ELLE Indonesia

Lilo kembali berulah. Dan kali ini ia bermasalah dengan pihak majalah ELLE ...

 

Farah & Suami Masih Serumah

Tak mau menjawab soal perselingkuhan. Mau pergi ke Bali untuk menenang ...

 

Gisca Dmelia, Coba Jadi Penyanyi

Gisca Dmelia bukan tipe cewek yang cepat puas. Setelah menjajal dunia mode ...


Berita Populer

Ustadz Alan and The Gang Mau Bubarkan Rapimnas PPP
Marwan Ja'far: Belum Apa-apa PPP Sudah Lari Duluan
Aneh, Alumni ITB Dukung Jokowi yang Belum Bisa Jelaskan Visi dan Misi