Brigjen Boy Rafli Amar: M Thoriq Kami Buru Ke Pelosok Nusantara
Sabtu, 08 September 2012 , 08:59:00 WIB
![]() BRIGJEN BOY RAFLI AMAR |
RMOL. Kepolisian belum melihat hubungan antara penemuan bom di rumah Muhammad Thoriq dengan jaringan teroris Solo. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya masih mempelajari jenis-jenis bahan material yang diamankan dari TKP.
“Kami sedang mendalami rangkaian yang diduga bom rakitan itu. Masih diperiksa lebih detail terhadap bahan-bahan kimia yang ada di rumah itu,” kata Boy Rafli Amar kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin.
Seperti diketahui, sebuah benda diduga bom rakitan setengah jadi ditemukan di salah satu rumah warga, di Tambora, Jakarta Barat, Rabu (5/9) lalu. Rumah tersebut milik Nenek Iyot (60), ibunda Thoriq. Namun, saat penggerebekan dilakukan, Thoriq sudah melarikan diri.
Boy Rafli Amar selanjutnya mengatakan, saat ini kepolisian masih mendalami pemeriksaan terhadap orang tua dan istri Thoriq.
“Kami ingin mendapatkan info lebih jauh. Kami berharap Thoriq bisa mempertanggungjawabkan secara hukum terhadap barang-barang yang ada di rumahnya itu,” paparnya.
Berikut kutipan selengkapnya:
Kapan kira-kira Thoriq bisa ditangkap?
Target kami secepatnya. Kepolisian berharap agar bisa lebih cepat, maka kami meminta Thoriq bersedia bertanggung jawab menghadap aparat. Kalau berani berbuat, maka berani bertanggung jawab, itulah lelaki.
Apakah Thoriq masih di wilayah Jabodetabek?
Walaupun berada di luar Jabodetabek, kan dia masih di Indonesia. Itu yang penting. Ke pelosok nusantara pun dia pergi, pasti kami buru. Karena dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Artinya, dicari ke seluruh nusantara ya?
Ya dong. Kami terus memburunya. Makanya sebelum kami tangkap, sebaiknya mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Thoriq masuk daftar pencarian orang?
Ya. Kan dia melarikan diri sebelum kepolisian datang ke rumahnya. Kami berharap Thoriq bisa memberikan penjelasan kepada kepolisian. Benda-benda yang ada di rumahnya itu kan membahayakan.
Ini sangat disayangkan. Apalagi orang tua, istri, dan anaknya ditinggalkan begitu saja. Dia tidak bertanggung jawab sebagai laki-laki.
Apakah Thoriq sudah dipastikan sebagai teroris?
Kalau melihat fakta yang ada, apapun alasannya, patut diduga sebagai teroris. Walaupun barang-barang itu belum digunakan atau masih dalam perencanaan untuk perbuatan teror.
Thoriq harus memberikan penjelasan terhadap keberadaan barang-barang yang diduga bom rakitan yang ada di rumahnya itu.
Bukankah ini masih perencanaan?
Dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme, walau masih dalam ranah perencanaan, dapat dituntut secara hukum.
Awalnya, penggerebekan ke rumah Thoriq atas inisatif siapa?
Ini atas laporan masyarakat. Kami patut berterima kasih kepada masyarakat karena telah memberikan informasi penting. Awalnya, masyarakat melihat adanya asap di situ. Kemudian masyarakat memberi tahu kepada aparat dan langsung dilakukan langkah-langkah antisipasi.
Inilah bentuk nyata dari partisipasi masyarakat dalam melakukan pencegahan terorisme. Dengan adanya partisipasi ini atau kepekaan masyarakat, maka langsung dilakukan langkah-langkah oleh petugas.
O ya, apa Thoriq pernah berhubungan dengan jaringan teroris ?
Untuk menjawab itu, saat ini kami memerlukan keterangan dan pendalaman lebih lanjut.
Kenapa belum diketahui apakah Thoriq ada kaitannya dengan teror di Solo?
Kami masih mendalami kasus ini. Tentunya memerlukan data-data dari badan intelijen. Kami masih mengumpulkan informasi lebih lanjut.
Jaringan Solo ini kan jaringan yang dikatakan baru. Meskipun pelaku-pelaku yang selama ini sedang dalam proses hukum. [Harian Rakyat Merdeka]







