Rakyat Merdeka Online

Home   

Share |

Kepemimpinan Strategis, Pondasi Reformasi Birokrasi dan Sinergisitas TNI-Polri
Sabtu, 15 September 2012 , 08:42:00 WIB

ILUSTRASI/IST
  

RMOL. Semenjak dipisahkan oleh Tap MPR tentang pemisahan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri , kinerja dan efektivitas pemisahan TNI Polri kerap menjadi sorotan masyarakat. Hal ini khususnya terkait dengan pelayanan yang menjadi tanggung jawab masing-masing serta sinergisitas di antara beberapa pelayanan dan tanggung jawab keduanya.

Tak dapat dipungkiri, kata Duta UI untuk Reformasi Birokrasi Dewi Aryani, saat menyampaikan kuliah umum Di Seskoad Badung, isu mengenai minimnya sinergisitas dan irisan kewenangan yang sering kali berbenturan di antara keduanya kerap kali menjadi kendala dalam penyelesaian tanggung jawab yang diemban oleh TNI dan Polri. Situasi tersebut jelas menghambat penyelesaian tugas keduanya, apalagi kedua lembaga ini memiliki peran sebagai ujung tombak pertahanan dan keamanan negara.

Permasalahan sinergisitas dan miskoordinasi tugas keduanya, ungkap Dewi, sesungguhnya tidak terlepas dari kondisi internal dan organisasi TNI dan Polri. Budaya, nilai, norma, cara kerja, dan kepemimpinan menjadi beberapa hal yang mempengaruhi kualitas organisasi keduanya. Tidak dapat dipungkiri pula, bahwa pada organisasi TNI dan Polri, kelima hal tersebut masih perlu dievaluasi.

"Budaya yang berkembang di keduanya masih sangat erat dengan budaya senioritas yang tinggi. Sehingga pameo "asal atasan senang" atau "atasan selalu benar" masih sangat melekat diantara personil TNI dan Polri," kata Dewi di hadapan ratusan pengajar dan siswa Seskoad, dosen dan mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Padjajaran, Universitas Parahyangan, Universitas Langlangbuana, Universitas Islam Bandung dan Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung pada Jumat kemarin (14/9).

Hal ini, lanjut Dewi, tentu akan mempengaruhi standar nilai yang menjadi alat ukur kinerja para personil TNI dan Polri. Mereka yang bekerja baik adalah mereka yang taat kepada atasan, meskipun terkadang tidak sesuai dengan nilai konstitusi dan kebangsaan.

Selain itu, masih kata Dewi, permasalahan lain yang masih ditemukan adalah mengenai kepemimpinan. Nilai merit-system masih minim diterapkan di TNI dan Polri. Sehingga, terkadang kompetensi tidak menjadi pertimbangan utama dalam menilai kelayakan seseorang dalam menempati suatu jabatan.  

Atas berbagai permasalahan yang terjadi di dalam organisasi TNI dan Polri, kata Dewi, maka reformasi birokrasi merupakan kunci jawaban yang pelaksanaannya tidak lagi dapat ditunda oleh kedua lembaga ini. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi telah membuat grand design reformasi birokrasi nasional yang dapat dijadikan acuan oleh TNI dan Polri dalam melaksanakan reformasi birokrasi di lembaganya.

"Namun terlepas dari standar dan nilai Reformasi Birokrasi yang telah ditetapkan oleh KemenPAN dan RB, TNI dan Polri serta seluruh lembaga publik di Indonesia harus mampu menerapkan kepemimpinan stratejik sebagai pondasi dalam menjalankan reformasi birokrasi di lembaganya," demikian Dewi, yang juga anggota Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan.

Menurut Dewi, kepemimpinan strategis sebenarnya bukan hal baru, namun konsep ini belum banyak diterapkan pada lembaga publik di Indonesia. Kepemimpinan strategis berkaitan dengan kemampuan memimpin organisasi dengan menanamkan nilai dan melakukan aksi yang berguna bagi keberlanjutan organisasi, termasuk dalam memotivasi anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi.

"Di antara beberapa hal yang menjadi fondasi dalam konsep kepemimpinan strategis ini adalah strategic process, strategic content, strategic competence, dan strategic context," demikian Dewi. [ysa]


Baca juga:
Stres, Perwira Menengah TNI AD Tembak Kepala Sendiri
SERTIJAB KOMANDAN MARINIR
KSAL: Marinir Hindari Tindakan yang Menyakiti Hati Rakyat
Jabatan Komandan Korps Marinir Resmi Berpindah Tangan
Anggota TNI Hibur Para Diplomat di Nairobi


Komentar Pembaca
blitz.rmol.co
 

Kok Ludwig Baru Ngeh Tak Pernah Nikahi Jessica

Baru ngeh setelah mendenger berita infotainment. Akta perkawinan palsu jad ...

 

Tyas Mirasih, Tinggal Pelawak & Bule Yang Belum Dipacari

Tyas Mirasih kembali gagal membina asmara setelah putus dari pesepakbola S ...

 

Kim Kardashian, Bugil Demi Uang Dan Popularitas?

Kim Kardashian menghebohkan dunia hiburan dengan melakukan pemotretan bu ...

 

Lita, Kembali Ke Jalur Gulat

Setelah tujuh tahun meninggalkan ring Smack Down, kini kekasih bintang gul ...

 

Sandra Dewi, Dukung Ahok Karena Sekampung

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) resmi dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta. ...


Berita Populer

Pertanyaan Serius, Jokowi Sebenarnya Siapanya Bank Dunia?
Bank Dunia Gelontorkan Dana Ratusan Juta Dolar untuk Cabut Subsidi BBM
Culas, Ketum Kadin jangan Ajari Jokowi Berpolitik ala Pengecut